Menu

Mode Gelap
Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA PT Metropolitan Golden Management Rayakan 23 Tahun Melalui “Shaping Futu23” di Svvandara by Horison OPPO Resmi Luncurkan OPPO A6c: Desain Stylish Premium, dengan Baterai Besar 7000mAh dan Performa Andal Perkuat Konsep Living in Style, Agung Podomoro Hadirkan Fasilitas Club House di Seluruh Proyek Hunian di Indonesia Indonesia Women Fest 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ragam Inspirasi dan Inovasi Perempuan Masa Kini POLDA METRO JAYA MENGGAGALKAN PENDISTRIBUSIAN 30 PCS NARKOTIKA ETOMIDATE DI JAKARTA BARAT, 1 ORANG DIAMANKAN Polda Metro Jaya Jaga Keamanan Malam, Sisir Jalur Sepi di Jakbar-Jakpus Urus SKCK di Polda Metro Jaya, Warga Sebut Pelayanan Cepat dan Memuaskan Ditpolairud Polda Metro Dialog dengan Nelayan Kalibaru, Bahas Alat Tangkap hingga Limbah Waka BGN Perkuat Koordinasi dengan Polri, Pastikan Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG Ditindak Tegas

Siak

GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak

Perbesar

Riau, (DIN) – Tragedi meledaknya senapan rakitan berbasis teknologi 3D printer yang merenggut nyawa MA (15), seorang siswa SMP Sains Tahfiz Islamic Center di Kabupaten Siak pada Rabu (8/4/2026), menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Peristiwa memilukan yang terjadi saat ujian praktik sains di lingkungan sekolah tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak dapat ditoleransi.

Ketua Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Provinsi Riau, Teuku Reyza Agdi Yoga, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban. Ia juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran serius terhadap aspek keselamatan anak di lingkungan pendidikan.

“Ini adalah tragedi besar dalam dunia pendidikan kita. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak justru menjadi lokasi terjadinya peristiwa yang merenggut nyawa. Kami melihat adanya indikasi kuat kelalaian dalam pengawasan serta penerapan standar keselamatan,” tegasnya.

Menurutnya, praktik perakitan senjata rakitan—terlebih yang diduga menggunakan bahan berdaya ledak—sangat tidak layak dilakukan oleh siswa tingkat SMP. Hal tersebut tidak hanya bertentangan dengan prinsip pendidikan, tetapi juga berpotensi melanggar hukum yang berlaku.

“Tidak ada dasar kurikulum yang membenarkan siswa membuat atau menguji coba senjata. Ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan patut diduga adanya pembiaran atau kesalahan sistemik dalam proses pembelajaran,” lanjutnya.

GERMAS PPA Riau juga menegaskan pentingnya penegakan Undang-Undang Perlindungan Anak, di mana pihak sekolah memiliki tanggung jawab penuh untuk menjamin keselamatan peserta didik selama berada di lingkungan pendidikan.

Lebih lanjut, Teuku Reyza mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh, profesional, dan transparan. Ia meminta agar seluruh pihak yang terlibat, baik dari unsur sekolah maupun pihak terkait lainnya, diperiksa tanpa tebang pilih.

“Kami meminta aparat kepolisian, khususnya di wilayah Kabupaten Siak, untuk mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, maka harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Ini menyangkut nyawa anak dan masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Selain itu, GERMAS PPA Riau juga mendorong Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode pembelajaran, khususnya yang melibatkan praktik berisiko tinggi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari pihak sekolah.

Sementara itu, publik menantikan ketegasan dan transparansi aparat dalam mengungkap fakta di balik tragedi yang mengguncang dunia pendidikan di Riau tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ada Tipu Muslihat Seorang PM Perusahaan Ingkari Janji Lowongan Pekerjaan

26 Mei 2026 - 04:03 WIB

RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA

24 Mei 2026 - 13:36 WIB

Polsek Payung Sekaki Lakukan Peninjauan Lahan Jagung Pipil Guna Mendukung Ketahanan Pangan

19 Mei 2026 - 10:23 WIB

SKANDAL Oknum MAMI : KTP Mantan LC Diduga Ditahan, Ketua Germas PPA Riau Sebut Bentuk Intimidasi dan Pelanggaran Hukum

8 Mei 2026 - 04:08 WIB

Sorotan Keras! Balita dan Anak di Bawah Umur Terpantau Hingga Pukul 23.00 di Kafe Laksamana Muda, Ketua GERMAS PPA Riau: Cederai Komitmen Riau Layak Anak

3 Mei 2026 - 11:53 WIB

Trending di Berita