Menu

Mode Gelap
VF MPV 7 Hadirkan Pengalaman Berkendara yang Lebih Lega bagi Keluarga Indonesia Sigit Purnomo Apresiasi Survei Litbang Kompas, Sebut Peningkatan Kepercayaan Publik Cerminkan Polri Semakin Profesional dan Dekat dengan Masyarakat Ada lagi yang seru di Jakarta Fair 2026 ! Indofood dan Persija Berbagi Semangat Melalui Meet & Greet Public Expose MTEL 2026: Siapkan Ekspansi Fiber Optik dan Energi Hijau, Bidik Pertumbuhan Infrastruktur Digital Nasional KRISTA InterFOOD 2026 Resmi Diluncurkan di NICE PIK 2, Perkuat Posisi sebagai Platform Strategis Industri F&B Indonesia GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  Lana T. Koentjoro: Hari Kebaya Nasional Ke-3 Jadi Gerakan Bersama Menjaga Identitas Bangsa Karyawan United Tractors Donasikan Ratusan Buku untuk Dukung Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah Hyundai Terus Hidupkan Semangat “Driving ASEAN as One” Jelang Hyundai Cup™ 2026  Said Iqbal Sidak Langsung PT Moya Indonesia Usai Tiga Pekerja Tewas di TMII, Soroti Dugaan Pelanggaran K3 Buruh Indonesia Bersama Polri Dukung Pemberantasan Korupsi XPENG Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Purna Jual melalui Peresmian Experience and Service Center Sunter Jakarta

Siak

GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak

Perbesar

Riau, (DIN) – Tragedi meledaknya senapan rakitan berbasis teknologi 3D printer yang merenggut nyawa MA (15), seorang siswa SMP Sains Tahfiz Islamic Center di Kabupaten Siak pada Rabu (8/4/2026), menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Peristiwa memilukan yang terjadi saat ujian praktik sains di lingkungan sekolah tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak dapat ditoleransi.

Ketua Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Provinsi Riau, Teuku Reyza Agdi Yoga, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban. Ia juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran serius terhadap aspek keselamatan anak di lingkungan pendidikan.

“Ini adalah tragedi besar dalam dunia pendidikan kita. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak justru menjadi lokasi terjadinya peristiwa yang merenggut nyawa. Kami melihat adanya indikasi kuat kelalaian dalam pengawasan serta penerapan standar keselamatan,” tegasnya.

Menurutnya, praktik perakitan senjata rakitan—terlebih yang diduga menggunakan bahan berdaya ledak—sangat tidak layak dilakukan oleh siswa tingkat SMP. Hal tersebut tidak hanya bertentangan dengan prinsip pendidikan, tetapi juga berpotensi melanggar hukum yang berlaku.

“Tidak ada dasar kurikulum yang membenarkan siswa membuat atau menguji coba senjata. Ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan patut diduga adanya pembiaran atau kesalahan sistemik dalam proses pembelajaran,” lanjutnya.

GERMAS PPA Riau juga menegaskan pentingnya penegakan Undang-Undang Perlindungan Anak, di mana pihak sekolah memiliki tanggung jawab penuh untuk menjamin keselamatan peserta didik selama berada di lingkungan pendidikan.

Lebih lanjut, Teuku Reyza mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh, profesional, dan transparan. Ia meminta agar seluruh pihak yang terlibat, baik dari unsur sekolah maupun pihak terkait lainnya, diperiksa tanpa tebang pilih.

“Kami meminta aparat kepolisian, khususnya di wilayah Kabupaten Siak, untuk mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, maka harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Ini menyangkut nyawa anak dan masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Selain itu, GERMAS PPA Riau juga mendorong Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode pembelajaran, khususnya yang melibatkan praktik berisiko tinggi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari pihak sekolah.

Sementara itu, publik menantikan ketegasan dan transparansi aparat dalam mengungkap fakta di balik tragedi yang mengguncang dunia pendidikan di Riau tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Afni Lepas 600 Peserta Road to Bhayangkara Run 2026 di Tengah Kabut Pagi Siak

22 Juni 2026 - 07:58 WIB

Bupati Siak Afni Buka CFD Bertema Zapin, 101 UMKM Ikut Meriahkan Kegiatan

21 Juni 2026 - 19:47 WIB

Kolaborasi DPR RI dan Pemkab Siak Hadirkan Festival Seni Budaya Melayu

20 Juni 2026 - 19:24 WIB

APPM RIAU LAPORKAN PERTAMINA DAN KSO TERKAIT PROYEK PENANGANAN LIMBAH B3 KE SKK MIGAS, DESAK BLACKLIST KONTRAKTOR

10 Juni 2026 - 08:56 WIB

Ada Tipu Muslihat Seorang PM Perusahaan Ingkari Janji Lowongan Pekerjaan

26 Mei 2026 - 04:03 WIB

Trending di Pekanbaru