Menu

Mode Gelap
Kanker Paru Jadi Pembunuh Nomor Satu, PDPI Dorong 3 Pilar Diagnosis Berbasis Bukti Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan Gempa M7,7 Guncang NTT Dua Orang Tewas di Pelabuhan El Say, Warga Panik dan Berhamburan Keluar Rumah HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH Jakarta Jadi Puncak Rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Kompetisi hingga Coffee Rave Party Gudang Diduga Jadi Lokasi Penimbunan Solar Subsidi di Pekanbaru, Disebut Dikendalikan Oknum Ferdi AURI

Nasional

Public Expose MTEL 2026: Siapkan Ekspansi Fiber Optik dan Energi Hijau, Bidik Pertumbuhan Infrastruktur Digital Nasional

Perbesar

Detakindonesianews.com,Jakarta – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menegaskan komitmennya memperkuat posisi sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi digital melalui diversifikasi bisnis, penguatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan solusi energi terbarukan. Strategi tersebut dipaparkan dalam Public Expose Tahunan MTEL yang berlangsung di Telkom Landmark Tower, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Direktur Utama MitraTel ( MTEL ) Teddy Hartoko menjelaskan bahwa transformasi perusahaan tidak lagi hanya bertumpu pada bisnis penyewaan menara telekomunikasi (tower provider). Perseroan kini mengembangkan konsep Next Generation TowerCo dengan memperluas bisnis ke jaringan fiber optik, solusi energi (power solution), serta layanan infrastruktur digital yang mendukung percepatan transformasi industri telekomunikasi nasional.

Hingga pertengahan 2026, MTEL mengoperasikan lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan telah membangun jaringan fiber optik dengan panjang puluhan ribu kilometer yang terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas operator seluler dan penyedia layanan digital.

Perseroan menyebut sekitar 58 persen aset infrastrukturnya kini berada di luar Pulau Jawa, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan trafik data dan pembangunan jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang strategis bagi MTEL untuk memperluas pangsa pasar sekaligus mendukung pemerataan infrastruktur digital nasional.

Dalam paparannya, Teddy juga menekankan pentingnya efisiensi operasional melalui digitalisasi. Berbagai proses pemantauan aset, inspeksi menara, hingga pengelolaan operasional kini memanfaatkan teknologi berbasis AI sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional perusahaan.

“Pendekatan teknologi memungkinkan pengelolaan puluhan ribu aset secara lebih efektif tanpa harus menambah sumber daya manusia secara signifikan. Validasi kondisi menara, inspeksi visual, hingga monitoring operasional kini dilakukan secara digital sehingga efisiensi perusahaan terus meningkat,” jelas Teddy.

Di sisi bisnis, pendapatan MTEL masih didominasi penyewaan menara telekomunikasi. Namun kontribusi bisnis fiber optik terus menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat sebagai salah satu sumber pendapatan baru perseroan.

Selain memperluas jaringan digital, MTEL juga mulai mengembangkan Power Solution melalui pemanfaatan energi baru terbarukan. Perseroan telah memasang sistem panel surya (solar panel) di sejumlah lokasi menara sebagai alternatif penyediaan energi bagi operator telekomunikasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadapi potensi kenaikan biaya energi listrik di masa depan sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon. Dengan memanfaatkan area yang tersedia di sekitar menara, MTEL menilai implementasi panel surya dapat dilakukan secara optimal tanpa memerlukan pembebasan lahan baru.

Manajemen optimistis solusi energi hijau tersebut akan menjadi lini bisnis baru yang mampu meningkatkan efisiensi pelanggan sekaligus memperkuat pendapatan perseroan dalam jangka panjang.

MTEL juga menegaskan bahwa model bisnis perusahaan didukung kontrak jangka panjang dengan para operator telekomunikasi. Sebagian besar kontrak penyewaan menara memiliki masa berlaku hingga 10 tahun sehingga memberikan kepastian arus kas dan pendapatan yang stabil.

Saat ini, kontribusi terbesar pendapatan MTEL masih berasal dari Telkomsel sebagai pelanggan utama, disusul operator telekomunikasi lainnya yang terus memperluas jaringan di berbagai wilayah Indonesia.

Menghadapi 2026, MTEL melihat peluang pertumbuhan industri masih sangat besar. Rencana pemerintah membuka spektrum frekuensi baru, termasuk pita 700 MHz dan 2.600 MHz, diyakini akan mendorong pembangunan jaringan telekomunikasi yang lebih luas, mempercepat implementasi teknologi generasi berikutnya, sekaligus meningkatkan kebutuhan pembangunan menara, fiber optik, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Dengan strategi diversifikasi bisnis, penguatan digitalisasi, pengembangan energi hijau, serta ekspansi infrastruktur nasional, MTEL optimistis mampu menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri infrastruktur telekomunikasi Indonesia, Tutup Teddy kepada Awak Wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung

22 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan

22 Agustus 2026 - 05:48 WIB

EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH

21 Agustus 2026 - 03:27 WIB

Jakarta Jadi Puncak Rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Kompetisi hingga Coffee Rave Party

21 Agustus 2026 - 03:09 WIB

President AAMECC Global Mr. Godfrey Piter Mutinda Mengukuhkan King Of Nusantara Sultan Paser 18 Sebagai President AAMECC Indonesia

20 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Trending di Nasional