Menu

Mode Gelap
ISOPLUS Run Series 2026 Kembali Digelar di Jakarta dan Surabaya, Ajak 17.000 Pelari Indonesia Unlock Your Greatness Ketua Yayasan MADINAH Melki Sandria Jalin Kerja Sama dengan Dubes Palestina Abdallfattah A.K. Alsattari untuk Bantuan Gaza HA IPB Gelar IPB Run 2026, Siap Satukan 22 Ribu Pelari untuk Bumi Lestari Ancol Tawarkan Paket Liburan Bertiga dan Berlima, Harga Tiket Lebih Murah hingga Akhir Mei Green SM (GSM) Tandatangani Perjanjian Pinjaman Investasi Senilai Rp 600 Miliar dengan BCA GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya RUPS PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk 2026 : Kinerja, Pembagian Dividen, Perubahan Susunan Pengurus Perseroan dan Transformasi Baru GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak PT. Industri Padi Nusantara Menggandeng Universitas Hasanudin Dalam Riset dan Pengembangan Bibit Padi Unggul GIICOMVEC 2026 SUKSES DIGELAR JADI PLATFORM STRATEGIS UNTUK SOLUSI BISNIS DAN INOVASI KENDARAAN KOMERSIAL

Siak

GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak

Perbesar

Riau, (DIN) – Tragedi meledaknya senapan rakitan berbasis teknologi 3D printer yang merenggut nyawa MA (15), seorang siswa SMP Sains Tahfiz Islamic Center di Kabupaten Siak pada Rabu (8/4/2026), menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Peristiwa memilukan yang terjadi saat ujian praktik sains di lingkungan sekolah tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak dapat ditoleransi.

Ketua Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Provinsi Riau, Teuku Reyza Agdi Yoga, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban. Ia juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran serius terhadap aspek keselamatan anak di lingkungan pendidikan.

“Ini adalah tragedi besar dalam dunia pendidikan kita. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak justru menjadi lokasi terjadinya peristiwa yang merenggut nyawa. Kami melihat adanya indikasi kuat kelalaian dalam pengawasan serta penerapan standar keselamatan,” tegasnya.

Menurutnya, praktik perakitan senjata rakitan—terlebih yang diduga menggunakan bahan berdaya ledak—sangat tidak layak dilakukan oleh siswa tingkat SMP. Hal tersebut tidak hanya bertentangan dengan prinsip pendidikan, tetapi juga berpotensi melanggar hukum yang berlaku.

“Tidak ada dasar kurikulum yang membenarkan siswa membuat atau menguji coba senjata. Ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan patut diduga adanya pembiaran atau kesalahan sistemik dalam proses pembelajaran,” lanjutnya.

GERMAS PPA Riau juga menegaskan pentingnya penegakan Undang-Undang Perlindungan Anak, di mana pihak sekolah memiliki tanggung jawab penuh untuk menjamin keselamatan peserta didik selama berada di lingkungan pendidikan.

Lebih lanjut, Teuku Reyza mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh, profesional, dan transparan. Ia meminta agar seluruh pihak yang terlibat, baik dari unsur sekolah maupun pihak terkait lainnya, diperiksa tanpa tebang pilih.

“Kami meminta aparat kepolisian, khususnya di wilayah Kabupaten Siak, untuk mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, maka harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Ini menyangkut nyawa anak dan masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Selain itu, GERMAS PPA Riau juga mendorong Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode pembelajaran, khususnya yang melibatkan praktik berisiko tinggi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari pihak sekolah.

Sementara itu, publik menantikan ketegasan dan transparansi aparat dalam mengungkap fakta di balik tragedi yang mengguncang dunia pendidikan di Riau tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan

30 Maret 2026 - 06:45 WIB

Wabup Siak Terima usulan, Warga Kandis Minta Infrastruktur Jadi Prioritas

13 Maret 2026 - 07:44 WIB

Safari Ramadhan di Minas Timur, Bupati Siak Tegaskan Kesetiaan Bersama Masyarakat

12 Maret 2026 - 22:39 WIB

Safari Ramadhan Pemkab Siak di Tualang, Wabup Ajak Masyarakat Dukung Program Pemerintah

11 Maret 2026 - 07:50 WIB

Bupati HIMA Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab Murti Salma Kecam Dugaan Pelecehan Siswi oleh Oknum Guru di Pekanbaru

6 Maret 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional