Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Bidik 95.000 Pengunjung dari 30 Negara, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta di PIK 2 Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

TNI/Polri

Ditpolairud Polda Metro Dialog dengan Nelayan Kalibaru, Bahas Alat Tangkap hingga Limbah

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya menggelar dialog bersama nelayan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan digelar di Taman Anak Pesisir, Gang Manunggal 7, Kalibaru, Senin (25/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri PS Kasi Sidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya AKP M. Aldi K.A., Ka Markas Unit Patroli Cilincing IPDA Syamsul Bahri, Ketua KNTI Cilincing Jeni, pengurus Koperasi Angin Mamiri Bahari, serta nelayan pesisir Kalibaru.

Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Mustofa mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi antara Ditpolairud Polda Metro Jaya dan masyarakat nelayan. Polisi ingin mendengar langsung persoalan yang dihadapi nelayan di wilayah pesisir.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung masukan dan keluhan masyarakat nelayan. Ditpolairud Polda Metro Jaya hadir untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan mencarikan solusi sesuai kewenangan,” ujar Kombes Mustofa.

Dalam dialog itu, nelayan menyampaikan sejumlah keluhan. Di antaranya soal penggunaan alat tangkap garok yang dinilai merusak terumbu karang, menurunnya hasil tangkapan, penyempitan wilayah tangkap, kebutuhan fasilitas docking bagang apung, hingga persoalan limbah industri.

Kombes Mustofa meminta nelayan segera melapor apabila menemukan dugaan pelanggaran atau tindak pidana di wilayah perairan. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi aturan alat tangkap agar tidak terjadi konflik antar nelayan.

“Kalau ada kejadian atau dugaan pelanggaran, segera laporkan. Kami juga mendorong sosialisasi agar nelayan memahami alat tangkap yang diperbolehkan dan yang dilarang,” katanya.

Selain dialog dan sesi tanya jawab, kegiatan juga diisi dengan pembagian sembako kepada masyarakat nelayan. Ditpolairud Polda Metro Jaya berharap komunikasi dengan nelayan terus terjaga untuk menciptakan wilayah pesisir yang aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang ke Tahap Penyidikan

22 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Sinergi Umaro dan Ulama Dinilai Perkuat Citra Humanis Polri di Tengah Masyarakat

22 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Hadapi Ancaman Hukum Modern, Kasad Dorong Penguatan Kompetensi Prajurit Hukum

21 Oktober 2026 - 09:23 WIB

TEGAS BERANTAS NARKOTIKA, DANKODAERAL III HADIRI PEMUSNAHAN BARANG BUKTI VAPE SENILAI RP 34,9 MILIAR

19 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Dugaan Jaringan Curanmor Jakarta-Lampung, Sita Revolver Rakitan dan 8 Butir Amunisi

13 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Trending di TNI/Polri