Menu

Mode Gelap
VF MPV 7 Hadirkan Pengalaman Berkendara yang Lebih Lega bagi Keluarga Indonesia Sigit Purnomo Apresiasi Survei Litbang Kompas, Sebut Peningkatan Kepercayaan Publik Cerminkan Polri Semakin Profesional dan Dekat dengan Masyarakat Ada lagi yang seru di Jakarta Fair 2026 ! Indofood dan Persija Berbagi Semangat Melalui Meet & Greet Public Expose MTEL 2026: Siapkan Ekspansi Fiber Optik dan Energi Hijau, Bidik Pertumbuhan Infrastruktur Digital Nasional KRISTA InterFOOD 2026 Resmi Diluncurkan di NICE PIK 2, Perkuat Posisi sebagai Platform Strategis Industri F&B Indonesia GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  Lana T. Koentjoro: Hari Kebaya Nasional Ke-3 Jadi Gerakan Bersama Menjaga Identitas Bangsa Karyawan United Tractors Donasikan Ratusan Buku untuk Dukung Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah Hyundai Terus Hidupkan Semangat “Driving ASEAN as One” Jelang Hyundai Cup™ 2026  Said Iqbal Sidak Langsung PT Moya Indonesia Usai Tiga Pekerja Tewas di TMII, Soroti Dugaan Pelanggaran K3 Buruh Indonesia Bersama Polri Dukung Pemberantasan Korupsi XPENG Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Purna Jual melalui Peresmian Experience and Service Center Sunter Jakarta

Pemerintah

Kolaborasi DPR RI dan Pemkab Siak Hadirkan Festival Seni Budaya Melayu

Perbesar

SIAK, Detakindonesianews.com – Festival Seni Budaya Melayu Riau bertema “Junjung Budaya Negeri Istana” berlangsung meriah di Panggung Siak Bermadah, Kabupaten Siak, Sabtu (20/6/2026) malam. Berbagai pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan para seniman dan sanggar budaya berhasil menarik antusiasme masyarakat yang memadati kawasan di depan Istana Siak tersebut.

Suasana malam semakin semarak dengan penampilan kompang, tari Melayu, silat, musikalisasi puisi hingga teater yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap lingkungan. Festival itu menjadi wadah bagi seniman, komunitas budaya, serta generasi muda untuk mengekspresikan sekaligus melestarikan warisan budaya Melayu.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam upaya memperkuat pelestarian budaya di Kabupaten Siak. Menurutnya, dukungan berbagai elemen memungkinkan festival budaya tersebut dapat terlaksana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi X DPR RI atas dukungannya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Sudah lama kami ingin menghadirkan kegiatan seperti ini,” ujar Afni.

Ia mengaku bersyukur masyarakat memberikan sambutan yang luar biasa terhadap festival tersebut.

“Walaupun dilaksanakan secara sederhana, saya melihat masyarakat sangat senang dan bahagia. Malam ini yang menjadi perhatian bukan saya, melainkan anak-anak serta para seniman yang akan menampilkan karya terbaik mereka,” katanya.

Afni menegaskan budaya Melayu tidak cukup hanya dijaga sebagai warisan, tetapi harus terus dihidupkan melalui kreativitas generasi muda. Karena itu, ruang-ruang ekspresi seni perlu terus diperluas agar nilai-nilai budaya tetap berkembang di tengah perubahan zaman.

Festival Seni Budaya Melayu Riau terselenggara melalui kolaborasi Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari bersama Rumah Sunting binaan Kunni Masrohanti, dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ruang kreativitas bagi para pelaku seni dan komunitas budaya, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga identitas budaya Melayu.

Sebanyak 13 kelompok seni dan sanggar budaya turut ambil bagian dalam festival tersebut. Beragam pertunjukan yang disuguhkan tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga tradisi dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam.

Ketua panitia pelaksana, Kunni Masrohanti, mengatakan festival itu merupakan bagian dari upaya mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

“Ini bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi juga proses pewarisan tradisi dan kearifan lokal dari generasi sebelumnya kepada anak-anak dan cucu-cucu kita,” ujarnya.

Penampilan anak-anak dan remaja dari berbagai sanggar budaya menjadi salah satu daya tarik utama. Mereka tampil percaya diri membawakan berbagai kesenian tradisional, memperlihatkan bahwa budaya Melayu tetap tumbuh dan berkembang di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam festival tersebut. Ia menilai kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Siak dan Provinsi Riau merupakan aset yang harus terus dijaga.

“Kami sengaja memilih Panggung Siak Bermadah yang berada tepat di depan Istana Siak agar menjadi pengingat bagi kita semua bahwa budaya bukan hanya identitas daerah, tetapi juga kekuatan yang mempersatukan masyarakat,” katanya.

Sepanjang malam, tepuk tangan penonton terus mengiringi setiap penampilan para seniman. Festival Seni Budaya Melayu Riau pun menjadi bukti bahwa semangat “Junjung Budaya Negeri Istana” tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga diwujudkan melalui kolaborasi, pelestarian tradisi, dan pewarisan budaya kepada generasi penerus.(Inf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Afni Lepas 600 Peserta Road to Bhayangkara Run 2026 di Tengah Kabut Pagi Siak

22 Juni 2026 - 07:58 WIB

Bupati Siak Afni Buka CFD Bertema Zapin, 101 UMKM Ikut Meriahkan Kegiatan

21 Juni 2026 - 19:47 WIB

Bupati Suhardiman Tutup PBSI Cup I, Pembinaan Olahraga Pelajar Jadi Sorotan

20 Mei 2026 - 08:40 WIB

Bupati Suhardiman Tutup PBSI Cup I, Pembinaan Olahraga Pelajar Jadi Sorotan

19 Mei 2026 - 19:53 WIB

GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak

14 April 2026 - 06:10 WIB

Trending di Pekanbaru