Menu

Mode Gelap
Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Sempat Dikuasai Pihak Lain, Tanah Ahli Waris Sukamdani Sahid Kembali Setelah BPN Batalkan SHM Tumpang Tindih Buru Pernikahan Impian, Vega Hotel Gading Serpong Tebar Bonus Menginap hingga BBQ Gratis di Wedding Showcase Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas Indonesia Design Week 2026 Resmi Digelar di PIK, 55 Karya Desainer Dunia Hadir Perdana di Indonesia Rayakan 33 Tahun Perjalanan, Hotel Ciputra Jakarta Sajikan “33 Years of Flavors” World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Resmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam Beautiful Pain Ungkap Luka Pengkhianatan dan Fitnah, Raihaanun Perankan Perempuan yang Bangkit Demi Anak RUMAHSAKIT HADIRKAN “ANOMALI TOUR 2026”, MEMBAWA KEMBALI LAGU-LAGU TERSEMBUNYI KE TIGA KOTA

Pemerintah

Kolaborasi DPR RI dan Pemkab Siak Hadirkan Festival Seni Budaya Melayu

Perbesar

SIAK, Detakindonesianews.com – Festival Seni Budaya Melayu Riau bertema “Junjung Budaya Negeri Istana” berlangsung meriah di Panggung Siak Bermadah, Kabupaten Siak, Sabtu (20/6/2026) malam. Berbagai pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan para seniman dan sanggar budaya berhasil menarik antusiasme masyarakat yang memadati kawasan di depan Istana Siak tersebut.

Suasana malam semakin semarak dengan penampilan kompang, tari Melayu, silat, musikalisasi puisi hingga teater yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kepedulian terhadap lingkungan. Festival itu menjadi wadah bagi seniman, komunitas budaya, serta generasi muda untuk mengekspresikan sekaligus melestarikan warisan budaya Melayu.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam upaya memperkuat pelestarian budaya di Kabupaten Siak. Menurutnya, dukungan berbagai elemen memungkinkan festival budaya tersebut dapat terlaksana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi X DPR RI atas dukungannya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Sudah lama kami ingin menghadirkan kegiatan seperti ini,” ujar Afni.

Ia mengaku bersyukur masyarakat memberikan sambutan yang luar biasa terhadap festival tersebut.

“Walaupun dilaksanakan secara sederhana, saya melihat masyarakat sangat senang dan bahagia. Malam ini yang menjadi perhatian bukan saya, melainkan anak-anak serta para seniman yang akan menampilkan karya terbaik mereka,” katanya.

Afni menegaskan budaya Melayu tidak cukup hanya dijaga sebagai warisan, tetapi harus terus dihidupkan melalui kreativitas generasi muda. Karena itu, ruang-ruang ekspresi seni perlu terus diperluas agar nilai-nilai budaya tetap berkembang di tengah perubahan zaman.

Festival Seni Budaya Melayu Riau terselenggara melalui kolaborasi Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari bersama Rumah Sunting binaan Kunni Masrohanti, dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ruang kreativitas bagi para pelaku seni dan komunitas budaya, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga identitas budaya Melayu.

Sebanyak 13 kelompok seni dan sanggar budaya turut ambil bagian dalam festival tersebut. Beragam pertunjukan yang disuguhkan tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga tradisi dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam.

Ketua panitia pelaksana, Kunni Masrohanti, mengatakan festival itu merupakan bagian dari upaya mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

“Ini bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi juga proses pewarisan tradisi dan kearifan lokal dari generasi sebelumnya kepada anak-anak dan cucu-cucu kita,” ujarnya.

Penampilan anak-anak dan remaja dari berbagai sanggar budaya menjadi salah satu daya tarik utama. Mereka tampil percaya diri membawakan berbagai kesenian tradisional, memperlihatkan bahwa budaya Melayu tetap tumbuh dan berkembang di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam festival tersebut. Ia menilai kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Siak dan Provinsi Riau merupakan aset yang harus terus dijaga.

“Kami sengaja memilih Panggung Siak Bermadah yang berada tepat di depan Istana Siak agar menjadi pengingat bagi kita semua bahwa budaya bukan hanya identitas daerah, tetapi juga kekuatan yang mempersatukan masyarakat,” katanya.

Sepanjang malam, tepuk tangan penonton terus mengiringi setiap penampilan para seniman. Festival Seni Budaya Melayu Riau pun menjadi bukti bahwa semangat “Junjung Budaya Negeri Istana” tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga diwujudkan melalui kolaborasi, pelestarian tradisi, dan pewarisan budaya kepada generasi penerus.(Inf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Afni Lepas 600 Peserta Road to Bhayangkara Run 2026 di Tengah Kabut Pagi Siak

22 Juni 2026 - 07:58 WIB

Bupati Siak Afni Buka CFD Bertema Zapin, 101 UMKM Ikut Meriahkan Kegiatan

21 Juni 2026 - 19:47 WIB

Bupati Suhardiman Tutup PBSI Cup I, Pembinaan Olahraga Pelajar Jadi Sorotan

20 Mei 2026 - 08:40 WIB

Bupati Suhardiman Tutup PBSI Cup I, Pembinaan Olahraga Pelajar Jadi Sorotan

19 Mei 2026 - 19:53 WIB

GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak

14 April 2026 - 06:10 WIB

Trending di Pekanbaru