Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Bidik 95.000 Pengunjung dari 30 Negara, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta di PIK 2 Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

Hukrim

Konferensi Pers di Pluit :Tim pengacara tegaskan tidak ada utang piutang, dana Rp1 miliar lebih disebut investasi usaha, bukan penipuan.

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Kantor Hukum Dennis Wibowo & Partner memberikan klarifikasi tegas terkait tuduhan yang beredar di media sosial terhadap klien mereka, William Ciam, dalam konferensi pers yang digelar di Pluit, Jakarta Utara, Kamis (26/3/2026).

Tim kuasa hukum yang terdiri dari Dennis Wibowo, S.H., M.H., C.MED., Andry, S.Kom., S.H., M.H., CIM., Muhammad Naziruddin, S.H., M.H., C.MED., Noval, S.H., dan Ridwan Adjie Pamungkas, S.H. menegaskan bahwa mereka bertindak berdasarkan Surat Kuasa Nomor 024/SKK/DWP/III/2026.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul viralnya unggahan di akun Instagram Info Zonker Indonesia dan scamnews.official yang menuding William Ciam terlibat sengketa utang piutang, dugaan penipuan, hingga disebut telah menjalani proses mediasi.

Kuasa hukum menilai informasi tersebut tidak sesuai fakta dan berpotensi merugikan klien mereka.

> “Tidak pernah ada utang piutang. Yang terjadi adalah kerja sama usaha, bukan pinjaman. Ini harus diluruskan agar tidak menjadi fitnah,” tegas perwakilan kuasa hukum dalam konferensi pers.

Menurut penjelasan tim pengacara, hubungan antara William Ciam dan Jeanette Pricillia Harryman bermula dari hubungan pribadi yang kemudian berkembang menjadi kerja sama usaha di bidang kuliner.

Total modal usaha disebut mencapai sekitar AUS$90.000 atau setara Rp1,08 miliar, dengan kontribusi dari pihak Jeanette sebesar AUS$17.000 atau sekitar Rp204 juta. Dana tersebut, menurut kuasa hukum, merupakan investasi usaha, bukan utang.

Namun dalam pelaksanaannya, usaha tersebut dijalankan oleh William seorang diri karena pihak Jeanette tidak terlibat aktif dalam operasional.

Usaha kuliner yang mulai berjalan pada 19 Oktober 2023 itu akhirnya berhenti beroperasi pada akhir Februari 2024 akibat kerugian yang terus terjadi.

Kuasa hukum juga mengungkapkan bahwa setelah usaha tutup, William masih harus menanggung kewajiban yang tersisa, termasuk saldo rekening sekitar AUS$3.000 serta utang pajak sekitar AUS$7.000 yang disebut telah dilunasi secara pribadi pada Juni 2024.

> “Kalau ini penipuan, tidak mungkin klien kami masih menanggung kewajiban usaha. Ini jelas usaha gagal, bukan tindak pidana,” ujar tim kuasa hukum.

Selain membantah tuduhan penipuan, kuasa hukum juga menegaskan bahwa tidak pernah ada mediasi resmi sebagaimana disebut dalam unggahan media sosial.

Menurut mereka, hingga saat ini belum ada proses mediasi yang melibatkan pihak ketiga secara netral maupun lembaga resmi.

Tim kuasa hukum berharap klarifikasi ini dapat menghentikan kesimpangsiuran informasi di publik dan meminta pihak-pihak di media sosial untuk tidak menyebarkan tuduhan yang belum terbukti kebenarannya.

> “Kami berharap publik bisa melihat persoalan ini secara objektif. Ini sengketa bisnis yang gagal, bukan perkara pidana,” tutup kuasa hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

2 November 2026 - 06:02 WIB

Aktivis Perempuan dan Anak Berinisial RP Diduga Terseret Isu VCS dengan Pengusaha di Rohil, Bukti Elektronik Jadi Sorotan

27 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Bandung Express Gugat Bank Permata, Minta Penundaan Lelang Aset Bernilai Ratusan Miliar

19 Oktober 2026 - 04:18 WIB

MIRIS! Laporan Dugaan Pencekokan Obat Anak Mandek di Polres Jakut, Ibu OLH Mengadu ke Bareskrim – SP2HP Jadi Sorotan

13 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Viral Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, 2–4 Warga Binaan dan 2 Petugas Diperiksa

5 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Trending di Hukrim