Menu

Mode Gelap
Menkes Budi Gunadi Sadikin Resmikan IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, 60 Perusahaan dari 9 Negara Dorong Transformasi dan Kemandirian Industri Alat Kesehatan Indonesia ASICS Ajak Generasi Urban Eksplorasi Gaya, Gerak, dan Pengalaman Baru Lewat GEL-STRATUS MC™ Pop Up Experience Temuan Data Pinhome Terbaru: Kondisi Sosial Ekonomi Masih Bergejolak, Tren Hunian Mendukung Peningkatan Kualitas Hidup TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia Bahas Gaya Hidup ‘Sat-Set’, Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa Menperin Agus Gumiwang Resmikan ILF Expo dan IGT Expo 2026, 210 Peserta dari 14 Negara Perkuat Daya Saing Industri Kulit, Alas Kaki, Tekstil, dan Garmen Indonesia ke Pasar Global 65 Peserta dari 8 Negara Ramaikan IndoBeauty Expo 2026, Krista Exhibitions Perkuat Daya Saing Industri Kecantikan Indonesia Menuju Pasar Global FUN ASIA EXPO Indonesia 2026 Resmi Dibuka, 150 Perusahaan Global Dorong Transformasi Industri Taman Rekreasi Nasional Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Jadi Momentum Dorong UU Perekonomian Nasional Demi Indonesia Emas 2045 MILKLAB Meriahkan Coffee Culture Jakarta Lewat Program Coffee Rave dan Café Hopping “Sip, Explore, and Win”

Hukrim

Delapan Tahun Janji Kosong: Millennium Hotel Dinilai Ingkar Komitmen Telur Bebas Sangkar

Perbesar

Detakindonesianews.com, jakarta — Millennium Hotel Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kembali menuai kecaman publik setelah dinilai mengabaikan komitmen penggunaan telur bebas sangkar (cage-free) yang telah diumumkan sejak 2018. Hingga tenggat akhir 2025 terlewati, manajemen hotel dinilai gagal menunjukkan bukti nyata maupun laporan kemajuan atas janji etis tersebut.

Kekecewaan tersebut diwujudkan melalui aksi damai oleh 15 aktivis koalisi Act for Farmed Animals (AFFA) di depan Millennium Hotel. Dalam aksi itu, para aktivis membawa instalasi jam raksasa sebagai simbol berlalunya waktu dan mandeknya realisasi komitmen cage-free yang telah berjalan selama delapan tahun tanpa transparansi.

Para aktivis juga menampilkan visualisasi kondisi ayam petelur dalam kandang baterai, sistem produksi yang selama ini dikritik luas karena membatasi perilaku alami hewan, menyebabkan stres kronis, hingga penderitaan jangka panjang. Aksi tersebut menegaskan bahwa isu kesejahteraan hewan bukan lagi isu pinggiran, melainkan bagian dari standar etika global industri pangan dan perhotelan.

“Delapan tahun adalah waktu yang lebih dari cukup. Jika komitmen itu serius, laporan kemajuan seharusnya sudah tersedia dan dapat diakses publik. Yang kami lihat justru keheningan,” tegas Elfha Shavira, Pemimpin Kampanye AFFA. Ia menilai ketiadaan laporan menunjukkan kelalaian serius terhadap komitmen yang diumumkan secara terbuka kepada konsumen dan publik.

Sorotan terhadap Millennium Hotel diperkuat oleh Cage-Free Tracker Asia 2025 yang dirilis organisasi internasional Sinergia Animal. Dalam laporan tersebut, Millennium Hotel ditempatkan pada Tier E, peringkat terendah, yang menandakan tidak adanya laporan publik maupun bukti implementasi komitmen telur bebas sangkar.

Cage-Free Tracker Asia 2025 menilai 95 perusahaan pangan di lima negara utama Asia—Indonesia, India, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Di tengah perkembangan global, lebih dari 70 persen perusahaan pangan dunia telah melaporkan kemajuan transisi menuju sistem cage-free. Posisi Millennium Hotel dinilai jauh tertinggal dan tidak sejalan dengan praktik tanggung jawab bisnis berkelanjutan.

Hingga rilis ini disampaikan kepada publik, manajemen Millennium Hotel Kebon Sirih belum memberikan pernyataan resmi, baik terkait aksi protes maupun status terbaru komitmen cage-free yang telah diumumkan sejak 2018.

Koalisi AFFA menegaskan akan terus mengawal, memantau, dan menekan akuntabilitas perusahaan. AFFA menyatakan terbuka untuk dialog dengan pihak hotel, namun menegaskan bahwa transparansi, laporan kemajuan publik, dan tenggat waktu yang jelas adalah langkah minimum yang wajib dilakukan pelaku usaha di tengah meningkatnya tuntutan etika pangan dan kesejahteraan hewan secara global.

> “Komitmen tanpa aksi adalah bentuk penyesatan publik. Industri perhotelan tidak bisa lagi bersembunyi di balik janji lama,” tutup Elfha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korban WanaArtha Life Desak Penuntasan Kasus: Setelah Bos Kresna Life, Kini Giliran Buronan Pietruschka

21 Juli 2026 - 07:16 WIB

Ade Ratnasari Laporkan Dugaan Sindikat Mafia Tanah dan Penyalahgunaan Wewenang ke KPK, Serahkan Dokumen hingga Rekaman Bukti

22 Juni 2026 - 23:16 WIB

TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri

20 Juni 2026 - 02:49 WIB

Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia

19 Juni 2026 - 11:36 WIB

Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah

19 Juni 2026 - 10:35 WIB

Trending di Hukrim