Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Bidik 95.000 Pengunjung dari 30 Negara, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta di PIK 2 Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

Infotainment

TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – PT Tirta Digital Indonesia (TDI) melalui kuasa hukumnya, Ade Ratnasari, resmi melaporkan dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, pemberian keterangan palsu, serta dugaan persekongkolan yang melibatkan sejumlah pihak ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jumat (19/6/2026).

Laporan tersebut berkaitan dengan sengketa kepemilikan saham yang disebut telah menimbulkan kerugian hingga Rp381,5 miliar. Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Ade Ratnasari mengatakan pihaknya telah menyerahkan sejumlah dokumen dan alat bukti untuk mendukung proses penyelidikan.

Menurut Ade, laporan ditujukan kepada beberapa pihak yang berinisial CSR, K, dan S, serta seorang oknum notaris yang berdomisili di Bali. Para terlapor diduga memiliki keterkaitan dalam rangkaian tindakan yang menyebabkan kerugian terhadap PT Tirta Digital Indonesia.

“Pada hari ini kami datang membawa sejumlah bukti yang sudah kami serahkan kepada penyidik. Laporan kami telah diterima dan saat ini kami menyerahkan sepenuhnya kepada Bareskrim untuk melakukan pendalaman,” kata Ade Ratnasari.

Ia menjelaskan, perkara bermula dari kepemilikan saham PT Tirta Digital Indonesia sebesar 34 persen atau sekitar 3.000.400 lembar saham pada sebuah perusahaan. Saham tersebut telah disepakati untuk dibeli melalui transaksi senilai Rp381,5 miliar dengan mekanisme pembayaran secara bertahap.

Namun, hingga saat ini pembayaran yang telah disepakati dalam perjanjian tersebut disebut tidak pernah direalisasikan. TDI juga mengaku menemukan sejumlah fakta baru saat berupaya memperjuangkan haknya melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Pembayaran yang dijanjikan tidak pernah direalisasikan sesuai kesepakatan. Saat klien kami berupaya memperjuangkan haknya melalui RUPS, justru ditemukan sejumlah fakta yang memperkuat dugaan adanya perbuatan melawan hukum,” ujarnya.

Ade mengungkapkan bahwa selama hampir lima tahun pihaknya telah meminta pertanggungjawaban kepada jajaran direksi perusahaan terkait. Namun upaya penyelesaian secara kekeluargaan disebut tidak pernah membuahkan hasil.

Dalam perkembangan terbaru, TDI juga menemukan adanya perubahan data perusahaan pada sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum yang diduga dilakukan tanpa persetujuan pihak-pihak yang berkepentingan.

Kecurigaan tersebut semakin menguat setelah perwakilan PT Tirta Digital Indonesia yang telah dibekali surat kuasa tidak diperkenankan memasuki lokasi RUPS meskipun telah hadir sebelum rapat dimulai.

“Pada saat dilakukan pengecekan pada 17 Juni 2026, kami menemukan adanya perubahan data perusahaan. Di saat yang sama, perwakilan yang telah diberikan kuasa tidak diperbolehkan mengikuti RUPS. Fakta-fakta ini menjadi bagian yang kami laporkan kepada penyidik untuk ditelusuri lebih lanjut,” kata Ade.

Selain itu, pihak pelapor meminta penyidik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain yang memiliki hubungan dengan rangkaian peristiwa yang dilaporkan.

Ade menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada penyidik Bareskrim Polri guna mengungkap fakta-fakta yang ada berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku

5. Kerugian Rp381,5 Miliar, TDI Minta Bareskrim Usut Dugaan Persekongkolan Korporasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta

2 November 2026 - 07:57 WIB

VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

2 November 2026 - 06:02 WIB

Konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary di Indonesia Digelar dengan Pesan Kemanusiaan dan Perdamaian

27 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Deteksi Hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu

27 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Aktivis Perempuan dan Anak Berinisial RP Diduga Terseret Isu VCS dengan Pengusaha di Rohil, Bukti Elektronik Jadi Sorotan

27 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Trending di Hukrim