Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Bidik 95.000 Pengunjung dari 30 Negara, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta di PIK 2 Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

Infotainment

30 Tahun Berkarya di Televisi, Liza Maria Dorong Anak Indonesia Tembus Panggung Kreatif ASEAN

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Lebih dari tiga dekade berkarya di industri penyiaran televisi nasional, praktisi media sekaligus pemerhati program anak Maria Elizabeth yang biasa dipanggil Liza Maria kini mendedikasikan pengalaman dan kompetensinya untuk mengembangkan kreativitas anak Indonesia.

Di tengah pesatnya teknologi digital, ia meyakini anak-anak Indonesia memiliki potensi besar menjadi kreator, sutradara, produser, animator, hingga inovator masa depan apabila mendapat. ruang,pendampingan, dan akses yang memadai.

Komitmen tersebut mengantarkan Liza kembali dipercaya menjadi bagian penting dalam Southeast Asia Video Festival for Children (SEAVFC) atau Festival Video Anak ASEAN.

Dipercaya sebagai Assistant Board of Indonesia pada Panitia SEAVFC Indonesia, Liza juga telah tiga kali dipercaya sebagai Dewan Juri SEAVFC pada penyelenggaraan Philipines 2018 , Malaysia 2024 dan Thailand 2025

Kepercayaan itu diberikan berkat rekam jejak panjangnya di industri televisi nasional sekaligus konsistensinya menghadirkan program-program anak berkualitas yang berfokus pada dunia anak.

“Latar belakang saya memang dunia media televisi. Saya bekerja di SCTV, TV7, Trans7 hingga Rajawali Televisi selama lebih dari 30 tahun. Selama itu pula saya banyak memproduksi program-program berbasis video.

Mungkin pengalaman itulah yang menjadi salah satu alasan saya dipercaya menjadi juri,dan memiliki kepedulian terhadap anak-anak,” ujar Liza selaku Asisten board of Indonesia di SEAVFC

Menurut Liza, proses pemilihan dewan juri dilakukan secara selektif. Selain memiliki pengalaman di industri media, para juri juga dinilai dari rekam jejak, kompetensi profesional, serta kontribusi nyata dalam pengembangan konten yang ramah anak di kawasan ASEAN.

Perjalanan Liza di dunia program anak telah dimulai sejak awal 2000-an. Pada 2003, ia memproduksi sinetron drama musikal anak “Amelia” yang tayang di RCTI dan mengangkat lagu-lagu karya maestro musik anak A.T. Mahmud,

Karya sinetron tersebut memperoleh penghargaan Sinetron Anak Terpuji pada Festival Film Bandung, hal ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya dalam mengembangkan tayangan berkualitas bagi anak Indonesia.

Setelah itu, saat berkarya di Rajawali Televisi, Liza kembali menghadirkan sejumlah program anak seperti Pesta Sahabat dan Dubidubidam, kedua program tersebut berhasil mengantarkan Rajawali Televisi meraih tiga penghargaan Anugerah Anak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk kategori Program Anak Terbaik.

“Konten saya memang sejak lama dekat dengan dunia anak. Dari sinetron musikal sampai program-program televisi yang memberikan ruang bagi kreativitas anak. Itu yang membuat saya semakin yakin untuk fokus mengembangkan potensi kreatifitas anak Indonesia,” katanya.

Bagi Liza, perkembangan teknologi saat ini menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk berkarya Anak-anak kini memiliki akses terhadap perangkat digital dan mereka bisa belajar memproduksi video, fotografi, menulis naskah, hingga mengedit konten secara mandiri.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan pendidikan karakter serta kreativitas yang memiliki nilai positif.

“Anak-anak sekarang luar biasa karena didukung teknologi dan digitalisasi. Yang harus kita lakukan adalah mengarahkan mereka agar menghasilkan karya yang punya nilai positif

Jangan sekadar membuat konten untuk viral, tetapi membuat karya yang memiliki pesan, manfaat, dan bisa menjadi kebanggaan,” tutur Liza SEAVFC Assiten board of Indonesia

Menurutnya, sebuah karya sederhana berdurasi lima hingga sepuluh menit pun dapat memiliki dampak besar apabila dibangun dari cerita yang kuat, kreativitas yang tinggi, dan pesan yang positif.

Melalui festival video anak SEAVFC karya-karya tersebut bahkan berpeluang mewakili Indonesia di tingkat ASEAN.

“Kalau cerita mereka bagus, penyajiannya kreatif, dan memiliki nilai, itu bisa menjadi prestasi besar.

Anak-anak tidak hanya menjadi pembuat konten, tetapi juga belajar menjadi storyteller yang mampu membawa nama Indonesia di forum internasional,” ujarnya.

Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026, Liza Maria juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar terus berani mengeksplorasi kemampuan diri.
Ia menilai pendidikan formal perlu dilengkapi dengan keterampilan kreatif yang akan menjadi bekal menghadapi persaingan global.

“Jangan takut untuk berkreasi. Berani berkembang, berani menyampaikan ide, dan terus mengasah kemampuan. Anak-anak perlu belajar menulis, membuat video, fotografi, editing, hingga bercerita. Semua keterampilan itu akan menjadi modal penting di masa depan,” katanya.

Liza Maria menambahkan, keberhasilan membangun generasi kreatif tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Orang tua, pemerintah, media, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan anak perlu berkolaborasi menciptakan ekosistem anak yang mendukung tumbuhnya kreativitas anak.

Ia menambahkan agar perhatian terhadap pengembangan talenta anak tidak hanya berpusat di kota-kota besar.

Menurutnya, Indonesia memiliki jutaan anak berbakat yang tersebar hingga pelosok daerah dan mereka membutuhkan kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Indonesia bukan hanya Jakarta atau kota-kota besar. Kita harus melihat anak-anak di kota kecil, daerah pinggiran, hingga Indonesia Timur. Mereka juga memiliki mimpi dan potensi yang luar biasa.

Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, pendampingan, dan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka,” ujarnya.

Liza Maria menilai proses menemukan talenta kreatif tidak berbeda dengan mencari atlet berprestasi.

Dibutuhkan pembinaan yang berkesinambungan agar lahir generasi yang mampu menjadi sutradara, produser, animator, kreator digital, hingga inovator di berbagai bidang pekerjaan.

Menurutnya, keberadaan SEAVFC menjadi salah satu wadah strategis untuk mengasah kemampuan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia menunjukkan karya terbaiknya di tingkat regional ASEAN.

Dengan pengalaman sebagai Assistant Board of Indonesia dan tiga kali menjadi dewan juri, Liza berharap semakin banyak talenta muda Indonesia yang lahir melalui ajang Festifal Video Anak Asean tersebut.

“Kalau kita serius membina mereka sejak sekarang, saya yakin akan lahir lebih banyak anak Indonesia yang bukan hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.

Mereka nantinya bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kreativitas yang mereka miliki,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta

2 November 2026 - 07:57 WIB

Konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary di Indonesia Digelar dengan Pesan Kemanusiaan dan Perdamaian

27 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Deteksi Hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu

27 Oktober 2026 - 14:53 WIB

4 Hal Seru Episode 3 Idol’s Table di Viu, Minnie Masak hingga Digoda BamBam

26 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 157 Film dari 59 Negara dan Bintang Legendaris Sammo Hung

22 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Trending di Infotainment