Menu

Mode Gelap
Maxim Gandeng Yayasan Cheshire Indonesia, Buka Peluang Kerja Tanpa Komisi bagi Penyandang Disabilitas KRISTA InterFOOD 2026 Resmi Diluncurkan di NICE PIK 2, Perkuat Posisi sebagai Platform Strategis Industri F&B Indonesia Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA SHOW Token Masuk Industri Film Indonesia, Siapkan Pendanaan US$100 Juta untuk 30 Produksi Nasional MCorp Dorong Transformasi Sales B2B Lewat Pendekatan Augmented Human  Kementerian Haji dan Umrah RI Dorong Transformasi Layanan Haji di International Islamic Expo 2026 Partai Rakyat Indonesia Resmi Lantik DPP Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia 2026–2030, Perkuat Profesionalisme Pers Aplikasi ShopeePay Resmi Gandeng ATM BCA Hadirkan Layanan Tarik Tunai Tanpa Kartu dan Tanpa Biaya Admin

Nasional

GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan

Perbesar

Pekanbaru, Detakindonesianews – Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Provinsi Riau menyatakan komitmennya dalam mendukung program Green Policing yang diinisiasi oleh Polda Riau. Program ini dinilai tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan upaya perlindungan perempuan dan anak.

Ketua Germas PPA Riau Bersama Dewan Pengawas Germas PPA

Ketua GERMAS PPA Riau, Teuku Reyza Agdi Yoga, menegaskan bahwa pendekatan Green Policing merupakan langkah strategis yang mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan anak.

“Lingkungan yang baik akan berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks perlindungan perempuan dan anak, kondisi lingkungan yang aman dan tertata menjadi faktor penting dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara GERMAS PPA Riau dan Polda Riau dalam program ini dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, seperti edukasi masyarakat, kampanye kesadaran hukum, serta aksi sosial berbasis lingkungan yang melibatkan perempuan dan anak sebagai subjek utama.

Selain itu, Wakil Ketua Umum GERMAS PPA, Rika Parlina, juga menyampaikan bahwa pendekatan humanis dalam Green Policing sejalan dengan nilai-nilai perlindungan yang selama ini diperjuangkan oleh GERMAS PPA.

“Program ini bukan hanya soal menjaga alam, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk hidup lebih peduli, saling melindungi, dan menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak,” ungkapnya.

Dewan Pengawas Germas PPA

Sementara itu, Dewan Pengawas GERMAS PPA, Irjen (P) Roni Sompie, turut memberikan apresiasi terhadap langkah Polda Riau dalam mengimplementasikan Green Policing sebagai pendekatan kepolisian modern yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Green Policing adalah konsep yang sangat relevan dengan tantangan saat ini. Kepolisian tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial. Ketika lingkungan dijaga dengan baik, maka potensi konflik sosial, kriminalitas, hingga kerentanan terhadap perempuan dan anak juga dapat diminimalisir,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program tersebut, termasuk melibatkan organisasi masyarakat seperti GERMAS PPA.

“Kita membutuhkan sinergi semua pihak. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, program ini tidak hanya menjadi gerakan institusi, tetapi menjadi gerakan bersama demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

GERMAS PPA Riau juga mendorong agar program Green Policing dapat diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan, guna memperkuat ketahanan sosial serta mencegah potensi tindak kekerasan berbasis lingkungan dan ekonomi.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan terwujud ekosistem yang tidak hanya hijau secara lingkungan, tetapi juga ramah dan aman bagi perempuan dan anak di Provinsi Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SHOW Token Masuk Industri Film Indonesia, Siapkan Pendanaan US$100 Juta untuk 30 Produksi Nasional

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

MCorp Dorong Transformasi Sales B2B Lewat Pendekatan Augmented Human 

27 Juni 2026 - 11:03 WIB

Kementerian Haji dan Umrah RI Dorong Transformasi Layanan Haji di International Islamic Expo 2026

27 Juni 2026 - 10:26 WIB

Partai Rakyat Indonesia Resmi Lantik DPP Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia 2026–2030, Perkuat Profesionalisme Pers

27 Juni 2026 - 08:03 WIB

Aplikasi ShopeePay Resmi Gandeng ATM BCA Hadirkan Layanan Tarik Tunai Tanpa Kartu dan Tanpa Biaya Admin

26 Juni 2026 - 16:28 WIB

Trending di Nasional