Menu ✖

Mode Gelap
KRISTA INTERFOOD 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara dan Bidik 95 Ribu Pengunjung Profesional Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun

Hukrim

Budi Gunawan Apresiasi Keberhasilan TIM Gabungan BNN & Bea Cukai Ungkap Jaringan Narkotika di Indonesia

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan alias BG mengapresiasi keberhasilan tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Bea Cukai, serta instansi lain yang berkontribusi dalam mengungkap jaringan narkotika di Indonesia.

“Oleh karenanya, saya atas nama pemerintah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir, yang berkomitmen untuk menolak ancaman narkoba yang semakin masif ke anak-anak kita,” ujar Sesmenko Polkam Letjen TNI M. Hasan saat membacakan amanat Menko Polkam pada konferensi pers Pengungkapan Kasus Jaringan Narkotika Hasil Kolaborasi BNN dan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu di bawah Koordinasi Desk Pemberantasan Narkoba di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Pada kesempatan itu, Menko Polkam kembali menegaskan bahwa perang melawan narkotika adalah perang yang tidak pernah boleh dikendurkan. Narkotika adalah musuh nyata bangsa yang mengancam masa depan generasi muda dan stabilitas nasional.

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah melalui koordinasi Kemenko Polkam bersama BNN, Polri, Bea Cukai, dan instansi lainnya telah melakukan langkah-langkah strategis dan intensif dalam pemberantasan jaringan narkotika, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejak dibentuk pada 4 November 2024, Desk telah menangani 23.868 kasus narkotika, dengan total sebanyak 27.357 tersangka dengan barang bukti mencakup 4,8 ton sabu, lebih dari 3,3 ton Ganja, serta berbagai jenis narkotika sintetik lainnya. Adapun total nilai barang bukti narkotika yang disita mencapai Rp 7,5 triliun.

“Peningkatan jumlah ini juga menjadi indikator keberhasilan aparat dalam mengungkap dan menggagalkan lebih banyak jaringan yang mencoba meracuni bangsa kita. Hari ini, pengungkapan kasus jaringan narkotika lintas negara yang berhasil dilakukan berkat sinergi BNN dan Bea Cukai, menjadi bukti konkret bahwa koordinasi yang kuat dan kerja sama lintas sektor adalah kunci keberhasilan dalam perang melawan narkotika,” kata Menko Polkam.

Pada pengungkapan jaringan narkotika hari ini, disampaikan ada 144 orang tersangka. Mereka ditangkap oleh tim gabungan BNN dan Bea Cukai di 20 wilayah yaitu Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

BG menyebut, dari penangkapan ini juga didapatkan barang bukti narkoba antara lain sabu seberat 284.848,78 gram, Ganja seberat 367.385,26 gram, dan ekstasi seberat 6.053,59 gram.

“Pengungkapan kasus jaringan narkoba ini adalah bukti pemerintah hadir dalam pemberantasan narkoba. Pemerintah tidak akan pernah mundur, tetapi tidak bisa berjalan sendiri. Karena perang ini membutuhkan dukungan semua pihak, terutama masyarakat,” kata Menko Polkam.

Menko Polkam menjelaskan bahwa Desk ini menjadi wadah sinergi dan penguatan koordinasi lintas Kementerian/Lembaga untuk memperkuat pengawasan dan penindakan, sehingga memiliki daya deteksi dan pemantauan, serta daya pukul yang semakin kuat dalam memerangi peredaran narkoba, khususnya di jalur-jalur merah penyelundupan narkoba seperti perbatasan laut, pelabuhan kecil, dan kawasan rawan lainnya.

“Apa yang hari ini diungkap ke publik adalah hasil dari kerja panjang, kerja senyap, dan kerja berani dari banyak pihak. Oleh karenanya, saya mengajak kita semua untuk menjadikan momen hari ini bukan hanya sebagai peringatan, tapi sebagai panggilan untuk menyatukan kekuatan dan langkah untuk memerangi narkoba,” kata Menko Polkam Budi Gunawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

2 November 2026 - 06:02 WIB

Aktivis Perempuan dan Anak Berinisial RP Diduga Terseret Isu VCS dengan Pengusaha di Rohil, Bukti Elektronik Jadi Sorotan

27 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Bandung Express Gugat Bank Permata, Minta Penundaan Lelang Aset Bernilai Ratusan Miliar

19 Oktober 2026 - 04:18 WIB

MIRIS! Laporan Dugaan Pencekokan Obat Anak Mandek di Polres Jakut, Ibu OLH Mengadu ke Bareskrim – SP2HP Jadi Sorotan

13 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Viral Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, 2–4 Warga Binaan dan 2 Petugas Diperiksa

5 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Trending di Hukrim