Jakarta, (DIN) – Yayasan Masyarakat Dinamis dan Berkah (MADINAH) menggelar pertemuan resmi dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfattah A.K. Alsattari, di Kedutaan Besar Palestina pada Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama kemanusiaan, khususnya terkait penyaluran bantuan bagi masyarakat di Gaza.
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan MADINAH, Melki Sandria, bersama Pembina Yayasan MADINAH, Mohammad Hadi. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen yayasan dalam memperluas kontribusi kemanusiaan di tingkat internasional, khususnya untuk membantu rakyat Palestina.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat menjalin kolaborasi strategis guna memastikan bantuan dari Yayasan MADINAH dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran melalui jalur resmi Kedutaan Palestina. Pihak kedutaan menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi proses distribusi bantuan secara langsung ke wilayah terdampak.
Duta Besar Palestina, Abdalfattah A.K. Alsattari, juga menyampaikan bahwa sebelumnya pihak kedutaan telah menyalurkan berbagai bantuan dari masyarakat Indonesia, termasuk dari unsur lintas agama seperti gereja. Hal ini mencerminkan kuatnya solidaritas kemanusiaan masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina.
Selain itu, ia menegaskan komitmennya untuk membantu mempermudah akses Yayasan MADINAH ke Gaza. Upaya tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Palestina di Kairo, Mesir, terutama apabila pintu perbatasan Rafah telah dibuka dan pembatasan yang diberlakukan oleh pihak Israel telah dicabut.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar juga memaparkan kondisi terkini di Gaza yang sangat memprihatinkan. Sekitar 80 persen masyarakat hidup dalam kondisi darurat, dengan sebagian besar tinggal di tenda pengungsian tanpa akses listrik dan air bersih. Kota Rafah dilaporkan mengalami kehancuran hampir total akibat konflik berkepanjangan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan rencana pembangunan kembali wilayah Gaza yang akan dimulai dari pembersihan puing-puing bangunan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah, dan rumah sakit. Masyarakat Rafah nantinya akan didorong untuk kembali ke wilayah tersebut secara bertahap.
Situasi keamanan di Gaza juga disebut masih sangat tidak stabil. Insiden kekerasan terhadap warga sipil dilaporkan masih terus terjadi, termasuk penembakan terhadap pengungsi, sementara bantuan kemanusiaan yang masuk masih sangat terbatas.
Menutup pertemuan, Duta Besar Palestina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah serta masyarakat Indonesia atas dukungan yang terus diberikan, baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, maupun program beasiswa bagi rakyat Palestina.
Kerja sama antara Yayasan MADINAH dan Kedutaan Palestina ini diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi Indonesia dalam membantu meringankan penderitaan masyarakat Gaza serta mempercepat proses pemulihan di wilayah tersebut.