Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Nasional

PT. Industri Padi Nusantara Menggandeng Universitas Hasanudin Dalam Riset dan Pengembangan Bibit Padi Unggul

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 13 April 2026): PT. Industri Padi Nusantara (IPN) menandatangani perjanjian kerjasama di bidang riset dan pengembangan pembibitan padi dengan Universitas Hasanudin, Senyuanda Ecological Environmental Group, Co. Ltd. dan Guandong Institute of Modern Agricultural Equipment di Hotel Kunlun, Beijing, China tanggal 8 April 2026.

“Kerja sama ini akan dibiayai oleh PT. IPN untuk mendukung penyediaan bibit padi unggul yang menghasilkan padi minimal 12 ton per hektar setiap kali panen, di lahan persawahan seluas 5.000 ha milik PT. Silampari Agro Nusantara (SAN), anak usaha PT. IPN di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan,” ujar Dirut PT. IPN Andi Nursyam Halid. 

Menurutnya, lahan pertanian milik PT. SAN di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung seluas 5.000 ha dan Kabupaten Marauke, Papua seluas 10.000 ha juga akan digarap menggunakan bibit padi unggul tersebut. “Berbagai fasilitas riset yang diadakan PT IPN, anak perusahaan PT Nusantara Halid, dan Universitas Hasanudin tersebut akan difasilitasi oleh PT Grand Seleron Investama, partner bisnis PT Nusantara Halid,” lanjutnya.

Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh Dirut PT. IPN Andi Nursyam Halid, Rektor Universitas Hasanudin Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, dan Dr. Jinshi Jia Direktur Senyuanda Ecological Environmental Group, Co. Ltd, yang juga mewakili Guandong Institute of Modern Agricultural Equipment.

Penandatanganan disaksikan oleh Prof. Dr (HC). Nurdin Halid sebagai Founder PT. Nusantara Halid, Andi Muhammad Zunnun Nurdin Halid (Komisaris Utama IPN), Nani Rahayu (Komisaris PT. Nusantara Mineral Sukses Abadi), Andi Al Bisri Nurdin Halid (Komisaris PT. Nusantara Mineral Sukses Abadi), Prof. Dr. Rismaneswati (Dekan Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin), dan Prof. Dr. Jafar Hafsah.

PT. IPN juga menandatangani perjanjian pembiayaan peralatan pembibitan dengan Senyuanda Ecological Environmental Group, Co. Ltd dan Guandong Hongke Agriculture Machinery R&D Co, Ltd. Berbagai peralatan agrikultur tersebut diperlukan mulai dari pengolahan lahan sampai panen dengan total investasi sebesar Euro 35.000.000,-.

“Semua peralatan tersebut akan dikirim ke lokasi pembibitan dan budidaya padi PT. SAN di kabupaten Musi Rawas. Adapun Rice Mill atau penggilingan padi akan segera dibangun di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung yang berkapasitas 100.000 ton per tahun untuk tahap pertama yang selanjutnya akan di tingkatkan hingga 400.000 ton per tahun,” ujar Andi Nursyam Halid.

Dia menjelaskan, pabrik penggilingan padi tersebut akan menjadi pusat pengolahan gabah dari para petani di Tulang Bawang dan sekitarnya yang berada di Kawasan Industri Terpadu. Sebelumnya IPN menandatangi MoU dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk membangun kawasan Industri terpadu seluas 1.400 ha yang berlokasi di dekat lahan budi daya padi 5.000 ha disana.

Sehari sebelumnya rombongan mengunjungi fasilitas pengembangan bibit, pabrik peralatan penggilingan padi (Rice Mill Equipment Factory) dan lokasi penggilingan padi dengan kapasitas 160.000 ton per tahun di Kabupaten Yangzhou, Provinsi Jiangsu, China. Kunjungan ini merupakan studi banding untuk bahan penelitian dan pengembangan bibit padi unggul di Indonesia yang semua fasilitas laboratoriumnya akan dibangun oleh PT. IPN di Musi Rawas, Tulang Bawang dan Marauke.

Ikut pula dalam rombongan ini, Abdul Rahman Zainuddin (Direktur Operasional IPN), Andi M. Rifki Naufal (Direktur IPN), Rodi Wijaya (Direktur PT. Silampari Agro Nusantara, Anak Usaha IPN), Andi M. Natsir Halid, Mardianto. Rombongan Team Ahli Pembibitan dan Budidaya Padi dari Universitas Hasanuddin yakni Prof. Dr. Rinaldi Sjahril, Prof. Dr. Yunus Musa, Dr. M. Fuad Anhori. Mereka menjalankan studi banding untuk bahan penelitian

Di hari yang sama, mereka mengunjungi kantor dan pabrik Agri farm, yang bergerak di bidang pengeringan dan penyimpanan biji-bijian, penggilingan beras, pembuatan pabrik makanan ternak, pembuatan peterankan ayam terpadu, peternakan sapi dan sapi perah, pembuatan pabrik minyak dari biji-bijian dan pengolahan biji-bijian lainnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah

19 Juni 2026 - 03:54 WIB

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global

19 Juni 2026 - 03:16 WIB

Trending di Nasional