Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global Myesha Kaat Raih Gelar Putri Anak Indonesia Jakarta Lingkungan 2026, Gaungkan Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Lingkungan

Nasional

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

Perbesar

JAKARTA, Detakindonesianews.com – PT Arthavest Tbk (ARTA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Public Expose Tahun 2026 di Hotel REDTOP Jakarta, Kamis (18/6/2026). Dalam agenda tersebut, manajemen memaparkan kinerja keuangan 2025 sekaligus strategi bisnis untuk menghadapi tantangan industri perhotelan dan kondisi ekonomi global pada 2026.

Direktur Utama Perseroan menyampaikan bahwa pemegang saham pengendali mayoritas ARTA saat ini masih didominasi investor asing yang berbasis di Amerika Serikat melalui kepemilikan sebesar 82,13 persen, sementara sisanya dimiliki publik dan pemegang saham lainnya.

Sebagai perusahaan investasi, Arthavest memiliki entitas usaha utama di sektor perhotelan melalui anak usaha yang mengelola Hotel REDTOP Jakarta. Perseroan menegaskan bahwa bisnis perhotelan masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, ARTA membukukan total aset sebesar Rp268 miliar dengan total liabilitas hanya Rp7,8 miliar. Dengan demikian rasio utang terhadap aset berada pada level yang sangat rendah sekitar 3 persen. Sementara itu total ekuitas tercatat sebesar Rp259 miliar, mencerminkan struktur permodalan yang solid di tengah tekanan industri. Perseroan juga berencana melakukan peningkatan modal dasar maupun modal ditempatkan dan disetor sesuai persetujuan pemegang saham dalam agenda RUPSLB.

Dari sisi operasional, sepanjang 2025 Perseroan menghadapi tekanan cukup berat akibat kebijakan efisiensi belanja pemerintah yang membatasi pelaksanaan kegiatan dan rapat di hotel. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap tingkat hunian serta pendapatan hotel. Akibatnya, ARTA mencatat rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp3,48 miliar pada 2025, berbalik dari laba bersih Rp18,24 miliar pada tahun 2024. Pendapatan usaha juga turun menjadi Rp71,43 miliar dibandingkan Rp105,15 miliar pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, manajemen tetap optimistis terhadap prospek usaha tahun 2026. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp100 miliar hingga akhir tahun dengan fokus pada penguatan pasar meeting, incentive, convention and exhibition (MICE), pengembangan paket-paket korporasi, serta peningkatan kolaborasi dengan berbagai mitra bisnis dan komunitas.

Selain menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global dan efisiensi anggaran pemerintah, perusahaan juga mengantisipasi meningkatnya persaingan hotel di kawasan Jakarta Pusat. Untuk menjaga tingkat okupansi dan profitabilitas, ARTA akan memperkuat strategi pemasaran digital, meningkatkan kualitas layanan, serta melakukan optimalisasi aset yang dimiliki.

Dalam Public Expose, manajemen menegaskan bahwa fundamental perusahaan tetap kuat dengan dukungan aset yang sehat, tingkat utang yang rendah, dan pengalaman panjang dalam industri investasi dan perhotelan. Perseroan meyakini strategi yang dijalankan akan mampu mendorong pemulihan kinerja sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham pada tahun-tahun mendatang.

PT Arthavest Tbk sendiri merupakan perusahaan investasi yang berdiri sejak 1990 dan mulai beroperasi secara komersial pada 1992. Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ARTA. Selain memiliki bisnis perhotelan melalui pengelola Hotel REDTOP Jakarta, perusahaan juga memiliki investasi di sektor jasa pembayaran digital melalui anak usaha lainnya.

 

Editor: Detak Indonesia News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah

19 Juni 2026 - 03:54 WIB

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global

19 Juni 2026 - 03:16 WIB

Myesha Kaat Raih Gelar Putri Anak Indonesia Jakarta Lingkungan 2026, Gaungkan Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Lingkungan

18 Juni 2026 - 10:40 WIB

Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya

18 Juni 2026 - 09:34 WIB

Trending di Nasional