Menu

Mode Gelap
VF MPV 7 Hadirkan Pengalaman Berkendara yang Lebih Lega bagi Keluarga Indonesia Sigit Purnomo Apresiasi Survei Litbang Kompas, Sebut Peningkatan Kepercayaan Publik Cerminkan Polri Semakin Profesional dan Dekat dengan Masyarakat Ada lagi yang seru di Jakarta Fair 2026 ! Indofood dan Persija Berbagi Semangat Melalui Meet & Greet Public Expose MTEL 2026: Siapkan Ekspansi Fiber Optik dan Energi Hijau, Bidik Pertumbuhan Infrastruktur Digital Nasional KRISTA InterFOOD 2026 Resmi Diluncurkan di NICE PIK 2, Perkuat Posisi sebagai Platform Strategis Industri F&B Indonesia GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  XPENG Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Purna Jual melalui Peresmian Experience and Service Center Sunter Jakarta Aiesya Ramadanty P Tembus 5 Besar Indonesia’s Girl 2026, Bukti Regenerasi Talenta Muda Indonesia Terus Berkembang AKPSI Dorong Hilirisasi Sawit dan Usulkan Porsi 5 Persen Harga TBS untuk PAD Daerah KNEKS, Kadin dan WBA Community Satukan Kekuatan, Logistik Halal Jadi Motor UMKM Tembus Pasar Global Indonesia’s Girl 2026 Resmi Cetak Bintang Baru Industri Fashion, Talenta Muda dari Daerah Kuasai Panggung Nasional

Pekanbaru

Ada Tipu Muslihat Seorang PM Perusahaan Ingkari Janji Lowongan Pekerjaan

Perbesar

PEKANBARU, Detakindonesianews – Dua pemuda asal Rumbai menduga menjadi korban janji palsu perekrutan kerja oleh PT Ecosystem International. Kasus ini bermula pada 2025 saat perusahaan tersebut nyaris didemo Ormas dan mahasiswa terkait penempatan tenaga kerja lokal.

Menurut keterangan salah satu pemuda, saat itu perusahaan meminta bantuan dua orang pemuda setempat agar aksi demo tidak jadi dilaksanakan. “Mereka bilang butuh bantuan kami supaya situasi kondusif. Akhirnya aksi urung terjadi,” ujarnya.

Merasa berhutang budi, pihak perusahaan melalui seorang Project Manager yang saat itu bertugas, disebut menjanjikan pekerjaan sebagai humas kepada kedua pemuda tersebut. Sebagai syarat melamar, KTP kedua pemuda itu diminta untuk diproses lebih lanjut.

Namun hingga 2026, lebih dari satu tahun berlalu, tidak ada kejelasan terkait status pekerjaan. Padahal, kedua pemuda itu mengaku sudah menjalankan tugas lebih dari satu kali atas permintaan perusahaan.

“KTP sudah kami kasih, tugas juga sudah dikerjakan. Tapi sampai sekarang nggak ada tindak lanjut. Saat ditanya, jawabannya selalu ditunda-tunda,” kata pemuda tersebut.

Praktisi hukum yang dimintai tanggapan menjelaskan, jika dari awal pihak perusahaan memang tidak memiliki niat mengangkat kedua pemuda tersebut dan hanya memanfaatkan tenaga mereka untuk meredam aksi, maka perbuatan itu dapat dikategorikan sebagai tipu muslihat.

“Kalau ada unsur bohong sejak awal, korban menyerahkan sesuatu berupa waktu, tenaga, dan data pribadi, lalu pelaku diuntungkan, itu bisa masuk Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Tapi kalau awalnya ada niat lalu ingkar, itu masuk ranah wanprestasi atau ingkar janji perdata,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Ecosystem International belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi kepada Project Manager yang disebut-sebut berjanji juga belum membuahkan hasil.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pencari kerja agar meminta setiap janji rekrutmen dalam bentuk tertulis dan menyimpan bukti komunikasi. Jika merasa dirugikan, korban dapat melapor ke Dinas Tenaga Kerja untuk mediasi atau ke pihak kepolisian jika terdapat unsur pidana.(Ari wow)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APPM RIAU LAPORKAN PERTAMINA DAN KSO TERKAIT PROYEK PENANGANAN LIMBAH B3 KE SKK MIGAS, DESAK BLACKLIST KONTRAKTOR

10 Juni 2026 - 08:56 WIB

Polsek Payung Sekaki Lakukan Peninjauan Lahan Jagung Pipil Guna Mendukung Ketahanan Pangan

19 Mei 2026 - 10:23 WIB

SKANDAL Oknum MAMI : KTP Mantan LC Diduga Ditahan, Ketua Germas PPA Riau Sebut Bentuk Intimidasi dan Pelanggaran Hukum

8 Mei 2026 - 04:08 WIB

GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak

14 April 2026 - 06:10 WIB

GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan

30 Maret 2026 - 06:45 WIB

Trending di Nasional