Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Pekanbaru

Rika Parlina Wakil Ketua Umum GERMAS PPA Hadiri Konferensi Pers TPPO Polda Riau

Perbesar

Pekanbaru, Detak Indonesia News — Wakil Ketua Umum Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA), Rika Parlina, S.H., turut hadir dalam konferensi pers yang digelar Polda Riau terkait pengungkapan kasus besar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Riau. Polda Riau mengungkap jaringan penyelundupan pekerja migran Indonesia secara non-prosedural dan berhasil menyelamatkan puluhan korban.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, dalam keterangannya menyebutkan sebanyak 58 calon pekerja migran berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan ilegal.

“Dari total korban, sebanyak 44 orang adalah laki-laki dan 14 orang perempuan,” ungkap Kapolda Herry dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Kamis (17/7/2025).

Selain menyelamatkan para korban, Polda Riau juga menetapkan 11 orang tersangka, terdiri dari 10 laki-laki dan 1 perempuan. Di antara para tersangka, dua orang diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri) berinisial DS dan NR.

Para korban ini diduga akan diberangkatkan secara ilegal melalui dua jalur utama, yakni melalui Kota Dumai dan Pulau Rupat, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Penindakan dilakukan melalui operasi khusus yang digelar pada 3 hingga 5 Juli 2025.

Kapolda Riau juga merinci bahwa sepanjang periode 2024 hingga 2025, pihaknya telah berhasil menyelamatkan total 100 calon pekerja migran non-prosedural.

“Dari 100 korban yang berhasil kami selamatkan, 78 orang adalah laki-laki dan 22 orang perempuan,” jelasnya.

Sementara itu, Rika Parlina, S.H., dalam pernyataannya di lokasi menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polda Riau yang responsif dalam menindak pelaku TPPO di wilayah Riau.

“GERMAS PPA mengapresiasi langkah cepat Polda Riau dalam mengungkap kasus TPPO ini. Kami akan terus mengawal proses hukum hingga para pelaku benar-benar mendapatkan hukuman setimpal, serta memastikan para korban mendapat perlindungan maksimal,” ujar Rika.

Rika menambahkan, GERMAS PPA siap memberikan pendampingan hukum serta layanan trauma healing kepada para korban, khususnya perempuan yang sering menjadi korban eksploitasi perdagangan orang.

Dalam kesempatan yang sama, GERMAS PPA juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) yang telah mengundang GERMAS PPA dalam kegiatan Deklarasi Anti TPPO. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BP3MI yang telah melibatkan GERMAS PPA dalam deklarasi anti TPPO.
Kolaborasi antara lembaga negara, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat seperti kami, menjadi kunci dalam melindungi pekerja migran Indonesia,” ujar Rika

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri tanpa prosedur resmi. GERMAS PPA terbuka menerima laporan masyarakat terkait perdagangan orang,” tutupnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras akan maraknya praktik perdagangan orang yang masih menghantui masyarakat, terutama kelompok rentan. Polda Riau menegaskan komitmennya akan terus melakukan penindakan tegas terhadap jaringan TPPO di wilayah hukumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APPM RIAU LAPORKAN PERTAMINA DAN KSO TERKAIT PROYEK PENANGANAN LIMBAH B3 KE SKK MIGAS, DESAK BLACKLIST KONTRAKTOR

10 Juni 2026 - 08:56 WIB

Ada Tipu Muslihat Seorang PM Perusahaan Ingkari Janji Lowongan Pekerjaan

26 Mei 2026 - 04:03 WIB

RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA

24 Mei 2026 - 13:36 WIB

Polsek Payung Sekaki Lakukan Peninjauan Lahan Jagung Pipil Guna Mendukung Ketahanan Pangan

19 Mei 2026 - 10:23 WIB

SKANDAL Oknum MAMI : KTP Mantan LC Diduga Ditahan, Ketua Germas PPA Riau Sebut Bentuk Intimidasi dan Pelanggaran Hukum

8 Mei 2026 - 04:08 WIB

Trending di Pekanbaru