Menu

Mode Gelap
ISOPLUS Run Series 2026 Kembali Digelar di Jakarta dan Surabaya, Ajak 17.000 Pelari Indonesia Unlock Your Greatness Ketua Yayasan MADINAH Melki Sandria Jalin Kerja Sama dengan Dubes Palestina Abdallfattah A.K. Alsattari untuk Bantuan Gaza GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya United Tractors Perkuat Peran Perempuan melalui Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang Luncurkan MRI Modern, Dilengkapi Sajian Istimewa dari Hotel Ciputra Jakarta  Hansaplast Perkuat Solusi Perawatan Luka Anak lewat Peluncuran Aqua Protect Kids, Plester Anak 100% Tahan Air dengan Desain Ceria Nellava Perkenalkan Bullion Live Price Pertama di Indonesia, Dorong Revolusi Transparansi Investasi Emas Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Institut Teknologi Bandung (ITB) Pelayanan Samsat Kabupaten Bekasi Terus Ditingkatkan, Petugas Pastikan Proses Lebih Optimal

Pekanbaru

Rika Parlina Wakil Ketua Umum GERMAS PPA Hadiri Konferensi Pers TPPO Polda Riau

Perbesar

Pekanbaru, Detak Indonesia News — Wakil Ketua Umum Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA), Rika Parlina, S.H., turut hadir dalam konferensi pers yang digelar Polda Riau terkait pengungkapan kasus besar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Riau. Polda Riau mengungkap jaringan penyelundupan pekerja migran Indonesia secara non-prosedural dan berhasil menyelamatkan puluhan korban.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, dalam keterangannya menyebutkan sebanyak 58 calon pekerja migran berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan ilegal.

“Dari total korban, sebanyak 44 orang adalah laki-laki dan 14 orang perempuan,” ungkap Kapolda Herry dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Kamis (17/7/2025).

Selain menyelamatkan para korban, Polda Riau juga menetapkan 11 orang tersangka, terdiri dari 10 laki-laki dan 1 perempuan. Di antara para tersangka, dua orang diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri) berinisial DS dan NR.

Para korban ini diduga akan diberangkatkan secara ilegal melalui dua jalur utama, yakni melalui Kota Dumai dan Pulau Rupat, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Penindakan dilakukan melalui operasi khusus yang digelar pada 3 hingga 5 Juli 2025.

Kapolda Riau juga merinci bahwa sepanjang periode 2024 hingga 2025, pihaknya telah berhasil menyelamatkan total 100 calon pekerja migran non-prosedural.

“Dari 100 korban yang berhasil kami selamatkan, 78 orang adalah laki-laki dan 22 orang perempuan,” jelasnya.

Sementara itu, Rika Parlina, S.H., dalam pernyataannya di lokasi menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polda Riau yang responsif dalam menindak pelaku TPPO di wilayah Riau.

“GERMAS PPA mengapresiasi langkah cepat Polda Riau dalam mengungkap kasus TPPO ini. Kami akan terus mengawal proses hukum hingga para pelaku benar-benar mendapatkan hukuman setimpal, serta memastikan para korban mendapat perlindungan maksimal,” ujar Rika.

Rika menambahkan, GERMAS PPA siap memberikan pendampingan hukum serta layanan trauma healing kepada para korban, khususnya perempuan yang sering menjadi korban eksploitasi perdagangan orang.

Dalam kesempatan yang sama, GERMAS PPA juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) yang telah mengundang GERMAS PPA dalam kegiatan Deklarasi Anti TPPO. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BP3MI yang telah melibatkan GERMAS PPA dalam deklarasi anti TPPO.
Kolaborasi antara lembaga negara, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat seperti kami, menjadi kunci dalam melindungi pekerja migran Indonesia,” ujar Rika

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri tanpa prosedur resmi. GERMAS PPA terbuka menerima laporan masyarakat terkait perdagangan orang,” tutupnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras akan maraknya praktik perdagangan orang yang masih menghantui masyarakat, terutama kelompok rentan. Polda Riau menegaskan komitmennya akan terus melakukan penindakan tegas terhadap jaringan TPPO di wilayah hukumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sorotan Keras! Balita dan Anak di Bawah Umur Terpantau Hingga Pukul 23.00 di Kafe Laksamana Muda, Ketua GERMAS PPA Riau: Cederai Komitmen Riau Layak Anak

3 Mei 2026 - 11:53 WIB

Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba, Gubernur dan Kapolda Tegaskan Perang Tanpa Kompromi

25 April 2026 - 15:21 WIB

GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak

14 April 2026 - 06:10 WIB

GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan

30 Maret 2026 - 06:45 WIB

Bupati HIMA Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab Murti Salma Kecam Dugaan Pelecehan Siswi oleh Oknum Guru di Pekanbaru

6 Maret 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional