Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Bidik 95.000 Pengunjung dari 30 Negara, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta di PIK 2 Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

Pekanbaru

Rika Parlina Wakil Ketua Umum GERMAS PPA Hadiri Konferensi Pers TPPO Polda Riau

Perbesar

Pekanbaru, Detak Indonesia News — Wakil Ketua Umum Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA), Rika Parlina, S.H., turut hadir dalam konferensi pers yang digelar Polda Riau terkait pengungkapan kasus besar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Riau. Polda Riau mengungkap jaringan penyelundupan pekerja migran Indonesia secara non-prosedural dan berhasil menyelamatkan puluhan korban.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, dalam keterangannya menyebutkan sebanyak 58 calon pekerja migran berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan ilegal.

“Dari total korban, sebanyak 44 orang adalah laki-laki dan 14 orang perempuan,” ungkap Kapolda Herry dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Kamis (17/7/2025).

Selain menyelamatkan para korban, Polda Riau juga menetapkan 11 orang tersangka, terdiri dari 10 laki-laki dan 1 perempuan. Di antara para tersangka, dua orang diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri) berinisial DS dan NR.

Para korban ini diduga akan diberangkatkan secara ilegal melalui dua jalur utama, yakni melalui Kota Dumai dan Pulau Rupat, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Penindakan dilakukan melalui operasi khusus yang digelar pada 3 hingga 5 Juli 2025.

Kapolda Riau juga merinci bahwa sepanjang periode 2024 hingga 2025, pihaknya telah berhasil menyelamatkan total 100 calon pekerja migran non-prosedural.

“Dari 100 korban yang berhasil kami selamatkan, 78 orang adalah laki-laki dan 22 orang perempuan,” jelasnya.

Sementara itu, Rika Parlina, S.H., dalam pernyataannya di lokasi menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polda Riau yang responsif dalam menindak pelaku TPPO di wilayah Riau.

“GERMAS PPA mengapresiasi langkah cepat Polda Riau dalam mengungkap kasus TPPO ini. Kami akan terus mengawal proses hukum hingga para pelaku benar-benar mendapatkan hukuman setimpal, serta memastikan para korban mendapat perlindungan maksimal,” ujar Rika.

Rika menambahkan, GERMAS PPA siap memberikan pendampingan hukum serta layanan trauma healing kepada para korban, khususnya perempuan yang sering menjadi korban eksploitasi perdagangan orang.

Dalam kesempatan yang sama, GERMAS PPA juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) yang telah mengundang GERMAS PPA dalam kegiatan Deklarasi Anti TPPO. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BP3MI yang telah melibatkan GERMAS PPA dalam deklarasi anti TPPO.
Kolaborasi antara lembaga negara, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat seperti kami, menjadi kunci dalam melindungi pekerja migran Indonesia,” ujar Rika

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri tanpa prosedur resmi. GERMAS PPA terbuka menerima laporan masyarakat terkait perdagangan orang,” tutupnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras akan maraknya praktik perdagangan orang yang masih menghantui masyarakat, terutama kelompok rentan. Polda Riau menegaskan komitmennya akan terus melakukan penindakan tegas terhadap jaringan TPPO di wilayah hukumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

VIiral Dugaan Judi Meja Ikan-Ikan Di Mandau, Kinerja Kapolres Kampar Dipertanyakan : Razia Tak Membuahkan Hasil?

2 November 2026 - 06:02 WIB

Aktivis Perempuan dan Anak Berinisial RP Diduga Terseret Isu VCS dengan Pengusaha di Rohil, Bukti Elektronik Jadi Sorotan

27 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Cegah Anak Di Bawah Umur Masuk THM, Cipta GERMAS PPA Riau Pasang Banner Imbauan di Andrews Mart Pekanbaru

11 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Tebarkan Kemanusiaan Sempena HUT KORPASGAT ( TNI ) ke-79, Komandan KOTI Mahatidana MPC PP Kota Pekanbaru Ikuti Aksi Donor Darah

9 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Ketua GERMAS PPA Riau Bersama PT Golden Satya Perkasa Bagikan 200 Nasi Kotak di Tiga Titik Jalanan Pekanbaru

2 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Trending di Pekanbaru