Menu

Mode Gelap
ISOPLUS Run Series 2026 Kembali Digelar di Jakarta dan Surabaya, Ajak 17.000 Pelari Indonesia Unlock Your Greatness Ketua Yayasan MADINAH Melki Sandria Jalin Kerja Sama dengan Dubes Palestina Abdallfattah A.K. Alsattari untuk Bantuan Gaza GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya PHI Group Gebrak Pasar Perkantoran dengan Luncurkan CoreSpace dan UrbanCore Building PERKOSMI Dukung Inovasi dan Masa Depan Industri Kecantikan Berkelanjutan di Indonesia United Tractors Perkuat Peran Perempuan melalui Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang Luncurkan MRI Modern, Dilengkapi Sajian Istimewa dari Hotel Ciputra Jakarta  Hansaplast Perkuat Solusi Perawatan Luka Anak lewat Peluncuran Aqua Protect Kids, Plester Anak 100% Tahan Air dengan Desain Ceria Nellava Perkenalkan Bullion Live Price Pertama di Indonesia, Dorong Revolusi Transparansi Investasi Emas

Nasional

Sikapi Kondisi Bangsa Saat Ini, DPP NCW Serukan Jaga Persatuan

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) National Corruption Watch (NCW) mengeluarkan pernyataan resmi terkait maraknya aksi kerusuhan di sejumlah daerah. Ketua Umum DPP NCW, Hanifa Sutrisna, menegaskan adanya dugaan aliran dana haram yang dipakai untuk membiayai kerusuhan, termasuk logistik massa dan aksi provokasi.

“Kerusuhan ini bukan semata-mata murni aspirasi rakyat. Kami menduga kuat ada aktor intelektual dan jaringan finansial yang bermain di balik layar. Dana haram itu dipakai untuk menciptakan kekacauan, bahkan sampai menelan korban jiwa di Jakarta, Makassar, dan beberapa daerah lainnya,” ujar Hanifa dalam konferensi pers di Kantor DPP NCW, Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Kritik atas Kebijakan Ekonomi

Hanifa menilai kondisi bangsa kian rawan akibat ketidakadilan ekonomi dan kebijakan negara yang belum berpihak kepada rakyat kecil. NCW menyoroti sejumlah persoalan, antara lain pajak yang dibebankan pada UMKM dan pedagang kaki lima, rendahnya upah buruh, minimnya gaji guru honorer, serta perlakuan istimewa bagi perusahaan tambang asing berupa tax holiday.

“Kebijakan ini tidak adil. Rakyat kecil dipaksa menanggung beban, sementara korporasi besar dan asing justru mendapat keistimewaan. Hal ini yang memicu aksi mahasiswa, buruh, pelajar, dan masyarakat sipil,” tegasnya.

Imbauan kepada Aparat dan Pemerintah

Dalam sikap resminya, NCW menyerukan beberapa hal penting:

1. Aparat penegak hukum diminta bersikap humanis dan menindak tegas oknum aparat yang melanggar etika maupun disiplin.

2. Pemerintah segera menghadirkan solusi nyata atas persoalan ekonomi rakyat, termasuk reformasi perpajakan, perlindungan buruh, penyelesaian status guru honorer, serta pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada bangsa.

3. Partai politik dan elit diminta tidak menjadikan penderitaan rakyat sebagai alat konsolidasi politik.

4. Kapolri diminta bertanggung jawab atas eskalasi kerusuhan dan mempertimbangkan untuk mundur secara ksatria demi menjaga marwah institusi.

5. Meminta Presiden untuk melakukan reshuffle kabinet guna membersihkan pejabat-pejabat yang tidak mendukung pemerintahan Presiden Prabowo secara nyata. Dan meminta pimpinan partai politik untuk melakukan tindakan tegas kepada kadernya yang melakukan pelanggaran etika dan memicu kamarahan rakyat yang saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja ekonominya.

Hanifa juga menyampaikan rasa duka mendalam atas korban jiwa dalam kerusuhan. “Ini bukti nyata bahwa ada pihak-pihak yang menunggangi aspirasi rakyat dengan cara kotor,” katanya.

Dukungan Kritis untuk Presiden Prabowo

Meskipun melontarkan kritik keras, NCW menyatakan tetap memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai penerima mandat rakyat.

“Dukungan ini bukan tanpa catatan. Kami percaya Presiden Prabowo mampu membawa bangsa keluar dari situasi sulit. Namun NCW akan terus mengawasi agar kebijakan tetap sesuai konstitusi dan berpihak pada rakyat,” jelas Hanifa.

Seruan Menjaga Persatuan

Menutup konferensi pers, Hanifa menyerukan kepada mahasiswa, pelajar, buruh, dan masyarakat sipil untuk tetap menjaga persatuan.

“Aspirasi rakyat harus diperjuangkan dengan cara bermartabat, bukan melalui kerusuhan yang dibiayai uang haram. Kita harus menjaga persatuan, sebab setiap gesekan horizontal ditambah ketidakpuasan vertikal mudah dimanfaatkan pihak tertentu, termasuk kepentingan asing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PHI Group Gebrak Pasar Perkantoran dengan Luncurkan CoreSpace dan UrbanCore Building

6 Mei 2026 - 15:28 WIB

PERKOSMI Dukung Inovasi dan Masa Depan Industri Kecantikan Berkelanjutan di Indonesia

6 Mei 2026 - 14:46 WIB

United Tractors Perkuat Peran Perempuan melalui Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana

6 Mei 2026 - 07:35 WIB

Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang Luncurkan MRI Modern, Dilengkapi Sajian Istimewa dari Hotel Ciputra Jakarta 

6 Mei 2026 - 03:05 WIB

Hansaplast Perkuat Solusi Perawatan Luka Anak lewat Peluncuran Aqua Protect Kids, Plester Anak 100% Tahan Air dengan Desain Ceria

5 Mei 2026 - 13:52 WIB

Trending di Nasional