Menu

Mode Gelap
ISOPLUS Run Series 2026 Kembali Digelar di Jakarta dan Surabaya, Ajak 17.000 Pelari Indonesia Unlock Your Greatness Ketua Yayasan MADINAH Melki Sandria Jalin Kerja Sama dengan Dubes Palestina Abdallfattah A.K. Alsattari untuk Bantuan Gaza GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya PHI Group Gebrak Pasar Perkantoran dengan Luncurkan CoreSpace dan UrbanCore Building PERKOSMI Dukung Inovasi dan Masa Depan Industri Kecantikan Berkelanjutan di Indonesia United Tractors Perkuat Peran Perempuan melalui Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang Luncurkan MRI Modern, Dilengkapi Sajian Istimewa dari Hotel Ciputra Jakarta  Hansaplast Perkuat Solusi Perawatan Luka Anak lewat Peluncuran Aqua Protect Kids, Plester Anak 100% Tahan Air dengan Desain Ceria Nellava Perkenalkan Bullion Live Price Pertama di Indonesia, Dorong Revolusi Transparansi Investasi Emas

Nasional

SeaBank: Gaya Hidup Jalan, Uang Tetap Aman-Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 13 Februari 2026 – Ngopi sepulang kerja, langganan platform hiburan, belanja daring, sampai transaksi harian lewat ponsel kini menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak muda Indonesia. Gaya hidup yang serba cepat dan praktis ini berjalan beriringan dengan pesatnya adopsi layanan keuangan digital. Aktivitas seperti langganan platform hiburan, belanja daring, sampai transaksi harian, di mana hampir seluruh aktivitas keuangan dapat dilakukan hanya dalam beberapa sentuhan layar.

 

Di tengah arus transaksi yang kian aktif tersebut, tantangan anak muda bukan lagi sekadar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang secara lebih sadar agar gaya hidup tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan jangka menengah dan panjang.

“Anak muda hari ini sangat aktif dan produktif. Tantangannya bukan sekedar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang dengan lebih sadar dan terencana. Dengan pengelolaan yang tepat, gaya hidup bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan,” ujar Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani.

Secara nasional, kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen. Angka ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memahami produk dan layanan keuangan. Namun, peningkatan literasi perlu diiringi dengan praktik pengelolaan keuangan yang konsisten, terutama di kalangan generasi muda yang aktif bertransaksi secara digital.

Kemudahan transaksi digital memang memberi ruang bagi anak muda untuk menikmati hidup dengan lebih fleksibel. Namun, di balik kenyamanan tersebut, pengelolaan keuangan jangka menengah kerap menjadi tantangan tersendiri. Fokus pada kebutuhan harian dan gaya hidup sering kali membuat perencanaan keuangan ke depan berjalan tanpa disadari.

Keseharian ini tercermin dari kebiasaan banyak anak muda yang mengandalkan satu rekening utama untuk berbagai kebutuhan, dari transaksi rutin hingga hiburan. Tanpa pemisahan dana yang jelas, arus pengeluaran harian berpotensi menyisakan ruang yang semakin sempit bagi simpanan yang lebih terencana.

“Pemisahan rekening untuk kebutuhan harian dan simpanan jangka menengah bisa membantu anak muda menata keuangan tanpa harus mengorbankan gaya hidup,” lanjut Lindawati. Menurutnya, tabungan digital berperan sebagai pusat kendali transaksi harian, sementara simpanan berjangka seperti deposito dapat menjadi alat bantu disiplin finansial karena dana tidak mudah dicairkan secara spontan.

Pendekatan ini sejalan dengan cara Gen Z dan Milenial yang memanfaatkan bank digital sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Kemudahan, kecepatan, dan transparansi menjadi alasan utama bank digital semakin lekat dengan keseharian mereka. Tren ini tercermin dari rata-rata transaksi harian di Seabank yang tercatat lebih dari 10 juta transaksi per hari.

Untuk dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, deposito digital mulai dipandang sebagai pilihan yang relevan untuk menjaga keseimbangan antara menikmati hidup hari ini dan menyiapkan kebutuhan esok. Selain menawarkan imbal hasil yang stabil, karakter deposito yang berjangka membantu menahan dorongan konsumsi impulsif di tengah derasnya transaksi digital.

“Deposito digital kami lihat bukan hanya sebagai produk simpanan, tetapi juga alat bantu membangun kebiasaan finansial yang sehat. Ini cocok bagi anak muda yang ingin tetap menikmati hidup, sambil memastikan sebagian uangnya bekerja dengan aman,” tutup Lindawati.

Di balik kemudahan dan kepraktisan layanan digital, aspek keamanan tetap menjadi fondasi utama. SeaBank beroperasi sebagai bank yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta berada dalam pengawasan Bank Indonesia.

Pada akhirnya, gaya hidup modern tidak harus menjadi musuh keuangan. Dengan pendekatan yang lebih sadar dan terencana, anak muda dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir, sambil menyiapkan fondasi keuangan yang lebih stabil untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PHI Group Gebrak Pasar Perkantoran dengan Luncurkan CoreSpace dan UrbanCore Building

6 Mei 2026 - 15:28 WIB

PERKOSMI Dukung Inovasi dan Masa Depan Industri Kecantikan Berkelanjutan di Indonesia

6 Mei 2026 - 14:46 WIB

United Tractors Perkuat Peran Perempuan melalui Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana

6 Mei 2026 - 07:35 WIB

Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang Luncurkan MRI Modern, Dilengkapi Sajian Istimewa dari Hotel Ciputra Jakarta 

6 Mei 2026 - 03:05 WIB

Hansaplast Perkuat Solusi Perawatan Luka Anak lewat Peluncuran Aqua Protect Kids, Plester Anak 100% Tahan Air dengan Desain Ceria

5 Mei 2026 - 13:52 WIB

Trending di Nasional