Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Nasional

RPJMN 2025–2029 Berbasis NTA, Bappenas Prioritaskan Keadilan Antar Usia dan Produktivitas Riil

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Kementerian PPN/Bappenas telah rampung menyusun dokumen strategis berbasis analisis National Transfer Accounts (NTA) yang dirancang untuk memahami dinamika kependudukan sekaligus mendukung perencanaan pembangunan yang lebih adil lintas generasi.Referensi Geografis

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta sejumlah pejabat terkait meluncurkan Buku Investasi Antargenerasi

Peluncuran buku tersebut sebagai arah baru Kebijakan Indonesia di Akhir Transisi Demografi yang berlangsung di Kantor Bappenas, Taman Suropati, Menteng, Jakarta pada Senin, 6 April 2026.

NTA merupakan metode internasional untuk mengukur aliran sumber daya ekonomi antar kelompok usia, sehingga memungkinkan pemerintah merancang kebijakan berbasis siklus hidup dan keadilan antargenerasi.

Melalui pendekatan tersebut, analisis NTA diharapkan menjadi kompas baru bagi pemerintah dalam memetakan aliran sumber daya ekonomi lintas usia.

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Maliki, menegaskan bahwa buku ini hadir sebagai alat analisis yang lebih mendalam.

“Jika selama ini kita berbicara tentang bonus demografi hanya berdasarkan jumlah anak, usia produktif, dan lansia melalui batasan usia yang sederhana (cut-off), maka melalui NTA kita dapat mengetahui produktivitas riil dari kelompok usia tersebut,” ungkap Deputi Maliki.

Pemerintah mencatat bahwa Indonesia kini memasuki fase penurunan laju pertumbuhan penduduk, dengan proporsi lansia yang terus meningkat.

Alih-alih memandang lansia sebagai beban, pemerintah mulai mengoptimalkan potensi silver dividend melalui penguatan silver economy, termasuk pengembangan layanan kesehatan, hunian ramah lansia, serta teknologi pendukung.

Di sisi lain, isu care economy (ekonomi perawatan) juga mendapat perhatian serius, mengingat beban perawatan anak dan lansia selama ini belum terbagi secara proporsional dan cenderung ditanggung oleh perempuan, yang berujung pada time poverty (kemiskinan waktu).

Buku ini digunakan sebagai landasan strategis dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dengan menekankan enam arah transformasi, yakni:

  • Investasi sumber daya manusia sejak dini melalui penguatan gizi, kesehatan, dan pendidikan anak
  • Reformasi pasar kerja melalui transformasi pendidikan vokasi dan sistem pengupahan berbasis kompetensi
  • Peningkatan produktivitas perempuan melalui penyediaan fasilitas pengasuhan anak dan sistem kerja fleksibel
  • Penguatan jaring pengaman sosial melalui reformasi sistem pensiun yang berkelanjutan bagi lansia
  • Pengembangan care economy sebagai sumber lapangan kerja formal baru
  • Pemerataan wilayah melalui sinkronisasi pembangunan inklusif antara Indonesia Barat dan Timur.

Acara ini turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta Regional Director ad interim UNFPA Asia and the Pacific Aleksandar (Sasha) Bodiroza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah

19 Juni 2026 - 03:54 WIB

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global

19 Juni 2026 - 03:16 WIB

Trending di Nasional