Pekanbaru, Detakindonesianews — Teuku Reyza Agdi Yoga resmi dilantik sebagai Ketua Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Provinsi Riau dalam sebuah prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Pekanbaru.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Kapolda Riau yang diwakili Kasubdit PPA, Wali Kota Pekanbaru yang diwakili Dinas Sosial, serta Kapolresta Pekanbaru yang diwakili Kapolsek Sukajadi. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tersebut menjadi simbol kuat dukungan terhadap penguatan perlindungan perempuan dan anak di Provinsi Riau.

Penunjukan Reyza Agdi Yoga diharapkan mampu memperkuat peran strategis GERMAS PPA dalam menangani berbagai persoalan yang menyangkut kekerasan terhadap perempuan dan anak, eksploitasi, serta pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Riau.
Selain aktif dalam kegiatan sosial dan advokasi, Reyza juga dikenal sebagai Pemimpin Redaksi Detak Indonesia News, media daring yang fokus pada isu hukum, sosial, dan kemanusiaan. Latar belakang tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mengawal transparansi, keadilan, serta memperjuangkan kepentingan korban melalui pendekatan advokasi yang terukur dan pemberitaan yang berimbang.
Dalam sambutannya, Reyza Agdi Yoga menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, GERMAS PPA Provinsi Riau akan memprioritaskan pendampingan hukum bagi korban, advokasi kebijakan, edukasi publik, serta penguatan sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
“GERMAS PPA harus hadir secara nyata di tengah masyarakat. Kami berkomitmen mengawal setiap laporan yang masuk, memastikan korban mendapatkan perlindungan dan keadilan, serta mendorong proses hukum yang transparan dan berperspektif korban,” tegas Reyza.
Ia juga menyoroti pentingnya peran media sebagai kontrol sosial dalam isu perlindungan perempuan dan anak. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kebenaran tanpa mengabaikan etika dan perlindungan terhadap korban.
Di bawah kepemimpinannya, GERMAS PPA Provinsi Riau membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, serta insan pers. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan yang lebih terintegrasi dan responsif.
Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi GERMAS PPA Provinsi Riau untuk memperkuat gerakan kolektif dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bermartabat bagi perempuan dan anak di Bumi Lancang Kuning

















