Menu ✖

Mode Gelap
MALAM TAHUN BARU 2027 MAKIN BERKESAN! GRAND SAHID JAYA HADIRKAN MIDNIGHT SOUL GARDEN BERSAMA MALIQ & D’ESSENTIALS BPDP dan AKPSI Dorong Hilirisasi Limbah Sawit Jadi Produk UMKM Bernilai Jual Tinggi ALLPack Indonesia 2026 Resmi Dibuka! Hadirkan 1.600 Peserta dari 42 Negara, Bidik 90 Ribu Pengunjung dan Perkuat Industri Nasional Bali Tech Week 2026 Resmi Dibuka, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Dorong Transformasi Digital Bandung Express Gugat Bank Permata, Minta Penundaan Lelang Aset Bernilai Ratusan Miliar Pertalite dari Gudang Kandis Disebut Mengalir ke Tapung Hilir, Penyalur Akui Beli 25–30 Jerigen Sekali Transaksi Perluas Peluang Pasar Global, Sasa Jalin Kemitraan Strategis Senilai USD 1 Juta dengan Zafer Global Gida asal Turkiye Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang ke Tahap Penyidikan Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 157 Film dari 59 Negara dan Bintang Legendaris Sammo Hung Sinergi Umaro dan Ulama Dinilai Perkuat Citra Humanis Polri di Tengah Masyarakat Angel Pieters Berkolaborasi dengan Musisi Peraih Grammy, Tony Williams dalam Rangkaian YE Live in Jakarta

Nasional

Perluas Peluang Pasar Global, Sasa Jalin Kemitraan Strategis Senilai USD 1 Juta dengan Zafer Global Gida asal Turkiye

Perbesar

Di Trade Expo Indonesia 2026, Sasa menegaskan komitmen kolaborasi strategis dalam mendorong daya saing produk olahan kelapa nasional di tingkat global. 

Veysel Cüneyt Özlen dari Zafer Global Gida  dan Agus Nugraha dari PT Sasa Inti menunjukkan dokumen MoU dalam Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan.

Detakindonesianews.com, Tangerang Selatan, 15 Oktober 2026 – Indonesia memiliki potensi besar dalam perdagangan kelapa olahan di pasar global. Berdasarkan laporan Outlook Komoditas Kelapa 2025 dari Kementerian Pertanian, Indonesia menempati posisi kedua sebagai eksportir kelapa kering (desiccated coconut) terbesar di dunia selama periode 2019–2023, dengan pangsa sebesar 24,90%. Pada 2023, volume ekspor Indonesia bahkan berhasil melampaui Filipina, yang sebelumnya memimpin selama enam tahun berturut-turut. Di sisi lain, Turkiye tercatat sebagai salah satu importir kelapa parut kering terbesar dunia dengan rata-rata 17 ribu ton per tahun, menjadikannya pasar potensial bagi produk kelapa Indonesia.

Sejalan dengan peluang tersebut, PT Sasa Inti (Sasa) menjalin kerja sama perdagangan strategis dengan Zafer Global Gida San. Dış Tic. Ltd. Şti., perusahaan perdagangan internasional asal Turkiye. Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) ini berlangsung di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, ICE BSD City, serta disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso. Kesepakatan ini mencakup komitmen bisnis senilai USD 1 juta untuk suplai produk kelapa parut kering rendah lemak (Low-Fat Desiccated Coconut/LFDC), dengan pelaksanaan yang direncanakan mulai 2027.

PT Sasa Inti dan Zafer Global Gida bersama Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, serta para perwakilan yang hadir dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Trade Expo Indonesia 2026, ICE BSD City, Tangerang Selatan.

Agus Nugraha, Marketing Director PT Sasa Inti, mengatakan, “Kerja sama dengan Zafer Global Gida mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Sasa, yang telah membangun posisi kuat di pasar domestik melalui Sasa Santan kemasan 65 ml berkualitas dan kini terus memperluas jangkauan ke pasar internasional melalui ekspor Low-Fat Desiccated Coconut yang kami suplai menggunakan kelapa pilihan dari Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Hal ini merupakan wujud pemanfaatan potensi kelapa lokal Indonesia untuk menghasilkan produk berkualitas. Ke depan, kami berharap kemitraan ini dapat membuka peluang lebih luas di pasar internasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri kelapa Indonesia.”

Zafer Global Gida pun menyambut baik kolaborasi ini sebagai awal kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Veysel Cüneyt Özlen, Sales and Purchasing Director Zafer Global Gida, menambahkan, “Kami melihat Sasa sebagai mitra tepercaya yang memiliki keahlian yang kuat di industri makanan. Kemitraan ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Turkiye dan Indonesia. Kami optimistis bahwa pelaksanaan kerja sama yang dimulai pada 2027 mendatang dapat memberikan hasil positif bagi kedua perusahaan.”

Sebagai perusahaan makanan asal Indonesia dengan pengalaman lebih dari lima dekade, Sasa telah mengekspor produknya ke berbagai kawasan, termasuk Asia Tenggara, Timur Tengah, Asia Timur, Australia, Afrika, hingga Amerika Serikat. Adapun kolaborasi baru dengan mitra asal Turkiye ini semakin memperkuat rekam jejak dan posisi strategis Sasa di pasar global.

Langkah ekspansi ini didukung oleh penerapan standar mutu dan keamanan pangan internasional, seperti FSSC 22000 V6, ISO 22000, ISO 9001, HACCP, serta sertifikasi Halal BPJPH. Dengan fondasi tersebut, Sasa optimistis mampu memenuhi standar kualitas tinggi yang dibutuhkan pasar Turkiye.

Melalui kemitraan ini, Sasa tidak hanya memperkuat daya saing komoditas kelapa Indonesia di tingkat dunia, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan produk pangan Nusantara di pasar global melalui inovasi, keahlian dalam pengolahan, dan kualitas berstandar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPDP dan AKPSI Dorong Hilirisasi Limbah Sawit Jadi Produk UMKM Bernilai Jual Tinggi

20 Oktober 2026 - 10:50 WIB

ALLPack Indonesia 2026 Resmi Dibuka! Hadirkan 1.600 Peserta dari 42 Negara, Bidik 90 Ribu Pengunjung dan Perkuat Industri Nasional

20 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Bali Tech Week 2026 Resmi Dibuka, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Dorong Transformasi Digital

19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Angkat Isu Kesehatan Perempuan yang Masih Dianggap Tabu, We Pause We Rise bersama Magnolia Collective Wellness Hadirkan RISE & BLOOM

19 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Dari Uang Jajan hingga Transaksi Digital, Permata CERITA 2026 Bekali Remaja dengan Kecakapan Finansial

17 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Trending di Nasional