KAMPAR — Peredaran BBM bersubsidi yang bersumber dari gudang penimbunan diduga masih berlangsung secara masif di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.
Tak hanya Solar, bahan bakar jenis Pertalite juga disebut mengalir dari gudang-gudang pengepul yang berada di wilayah Kandis, Kabupaten Siak.
Hasil penelusuran di lapangan mengungkap adanya jalur pasokan Pertalite dari gudang yang berada di wilayah Kandis serta kawasan jalan lintas Simpang Gelombang–Petapahan.
Gudang-gudang tersebut sebelumnya kerap disebut-sebut dalam berbagai pemberitaan sebagai lokasi penimbunan BBM dan dugaan pengoplosan.
Meskipun begitu, aktivitas distribusi BBM dari lokasi tersebut tetap berjalan dan terus memasok kebutuhan para penyalur di Tapung Hilir.
Sementara untuk BBM jenis Solar, pasokan diduga berasal dari oknum pengepul yang beroperasi di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.
Berdasarkan penelusuran, sejumlah nama diduga terlibat dalam aktivitas penyaluran BBM di wilayah Tapung Hilir. Di antaranya Robi, Irpan, IB, dan BB.
Robi diketahui berdomisili di Desa Kota Bangun, gudang miliknya berada di RT 03 RW 05. Sementara Irpan berdomisili di Desa Tandan Sari.
Adapun IB disebut berdomisili di Desa Kijang Jaya. Gudang yang sebelumnya berada di wilayah tersebut kini telah berpindah ke Desa Tebing Lestari atau SP3.
Kepada Indonesiawarta, Robi terang-terangan mengatakan bahwa Pertalite yang dipasarkannya diperoleh dari gudang BBM di Kecamatan Kandis.
“Iya benar, saya beli dari gudang BBM itu,” kata Robi saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Rabu (7/10/26).
Namun, Robi mengaku tidak mengetahui secara pasti legalitas usaha gudang tersebut maupun asal-usul BBM yang dibelinya.
Saat dikonfirmasi mengenai kondisi Pertalite di gudang tersebut; apakah BBM itu murni atau hasil oplosan. Robi tidak memberikan penjelasan mendetail.
Pengakuan serupa disampaikan Irpan. Ia membenarkan membeli Pertalite dari gudang penampungan BBM di sekitar ruas jalan lintas Pekanbaru–Duri Kilometer 52, Kandis.
“Betul saya beli dari Kandis (gudang BBM). Setiap kali membeli Pertalite sekitar 25–30 jeriken,” ungkap Irpan, Kamis (8/10/26).
Menurut Irpan, pembelian dilakukannya sebanyak dua kali dalam sepekan. Jika dihitung berdasarkan volume BBM yang dibelinya mencapai sekitar dua ton.
Irpan juga mengungkapkan harga pembelian Pertalite tersebut mencapai Rp360.000 per jeriken berkapasitas 35 liter.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum berhasil mengkonfirmasi IB terkait Pertalite dan pasokan Solar dari Tapung Hulu ke gudang miliknya.
