Menu ✖

Mode Gelap
KRISTA INTERFOOD 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara dan Bidik 95 Ribu Pengunjung Profesional Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun

Berita

Jon Efendi, Warga Pulau Baai Bengkulu Berhasil Kabur dari Kekerasan di Kamboja dan Selamat Tiba di Riau

Perbesar

Screenshot

Pekanbaru, Detak Indonesia News — Perjuangan menyelamatkan diri dari jeratan perdagangan orang dialami oleh Jon Efendi (49), warga Pulau Baai, Provinsi Bengkulu. Setelah mengalami penyiksaan saat bekerja di Kamboja, Jon akhirnya berhasil kabur dan kini mendapat perhatian serius dari Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) dan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Pekanbaru.

Jon Efendi mengungkapkan dirinya berangkat ke Kamboja dengan harapan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Pada bulan pertama, ia menerima gaji Rp18 juta yang langsung dikirim ke keluarganya di Bengkulu. Namun, harapan tersebut berubah menjadi mimpi buruk.

“Masuk bulan kedua, saya tidak sanggup mencapai target. Akibatnya saya dipukuli sampai muntah darah,” tutur Jon kepada Detak Indonesia News, Senin (21/7/2025).

Dalam kondisi lemah, Jon nekat kabur dengan cara dramatis. Ia menyambung-nyambung pakaian hingga menjadi tali untuk melarikan diri dari lantai dua gedung tempat ia dikurung.

Setelah berhasil kabur, Jon mencari perlindungan ke pihak kepolisian Kamboja yang kemudian membantu proses pemulangan ke Indonesia. Dari Kamboja, ia dipulangkan melalui kapal barang menuju Batam, dan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru.

Di Pekanbaru, nasib baik menghampirinya. Jon tanpa sengaja bertemu dengan perwakilan GERMAS PPA Pekanbaru yang langsung bergerak cepat.

Wakil Ketua Umum GERMAS PPA, Rika Parlina, S.H., yang turun langsung ke lapangan, berkoordinasi dengan BP3MI Pekanbaru untuk memastikan Jon mendapatkan perlindungan dan akses kepulangan ke Bengkulu.

“Kami dari GERMAS PPA bergerak cepat berkoordinasi dengan BP3MI. Kami ingin memastikan Jon tidak hanya selamat, tetapi juga dipulangkan dengan aman dan mendapatkan pendampingan yang layak,” ujar Rika Parlina.

Pihak BP3MI juga menunjukkan respon cepat dengan menyiapkan tempat penampungan sementara (shelter) agar Jon bisa beristirahat sebelum dipulangkan ke kampung halamannya.

Namun Jon memilih untuk segera pulang dan menolak menginap hingga esok hari.
“Kami sebenarnya ingin mengantar langsung Jon ke Bengkulu, namun karena beliau memilih segera pulang, kami tetap fasilitasi kebutuhan transportasinya,” kata perwakilan BP3MI Pekanbaru.

GERMAS PPA turut memberikan apresiasi atas respons cepat BP3MI dalam penanganan kasus ini, membuktikan adanya sinergi yang kuat dalam perlindungan korban TPPO.

“BP3MI sangat responsif. Kolaborasi seperti ini yang harus terus diperkuat dalam penanganan kasus perdagangan orang,” tambah Rika.

Selain memastikan kepulangan Jon, GERMAS PPA juga berkomitmen memberikan pendampingan hukum dan pemulihan psikologis, serta memastikan kasus ini dilaporkan ke aparat hukum.

“Kami ingin memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi, apalagi menyasar masyarakat dari daerah-daerah kecil yang kerap menjadi sasaran sindikat TPPO,” tegas perwakilan GERMAS PPA.

Kisah Jon Efendi menjadi peringatan nyata tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok pekerjaan luar negeri. GERMAS PPA bersama BP3MI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OBH YHRS Terima Penghargaan Sebagai Posbakum Terbaik se-Riau

3 September 2026 - 15:04 WIB

Dugaan Gudang Penimbunan dan Pengolahan BBM Ilegal Oplosan Miliki Yuda di Siak Jadi Sorotan, Warga Minta Aparat Bertindak

29 Agustus 2026 - 07:43 WIB

TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

21 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Soroti Ribuan Kasus Kekerasan Anak, Teuku Reyza Dorong Riau Buktikan Diri sebagai Provinsi Layak Anak

14 Agustus 2026 - 17:44 WIB

TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center

25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Trending di Berita