Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Nasional

ISF 2025 Dari Forum Global Menuju Aksi Kolektif

Perbesar

Panelis Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Rachmat Kaimuddin (kiri) bersama CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro OBE (kedua kiri), Wakil Presiden ACWA Power Asia Tenggara Salman Baray (ketiga kiri) Direktur Ilmu dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Danone Waters Nathalie Dorflinger (tengah), Direktur Pelaksana Risiko dan Keberlanjutan Danantara Lieng-Seng Wee (ketiga kanan), Direktur Global Urusan Publik, Kebijakan, dan Keuangan Biru, The Ocean Cleanup Montgomery Simus (kedua kanan) dipandu Moderator Dewan Eksekutif The Habibie Center Nadia Habibie (kanan) menyampaikan paparan pada Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Dalam diskusi sesi panel pertama tersebut mengangkat tema Menjamin Air untuk Semua: Meningkatkan Air dan Akses Air Bersih. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd

Detakindonesianews.com, Jakarta 11 Oktober 2025 — Hari pertama penyelenggaraan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025) resmi dibuka dengan semangat kolaborasi lintas sektor. ISF 2025 merupakan sebuah platform yang mengubah dialog menjadi komitmen dan visi serta aksi kolektif. Dengan menyatukan para pemimpin dan inovator, forum ini mempercepat pertumbuhan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi manusia dan planet ini.

ISF 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan peran sentralnya dalam mendorong agenda keberlanjutan global. Beragam sesi diskusi dan dialog tematik hari pertama membahas isu strategis seperti ketahanan air, produktivitas pertanian, ekonomi biru, nol emisi karbon, iklim dan perdagangan global, pengelolaan sampah, transisi energi baru, dan udara bersih.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, menegaskan pentingnya sinergi antar-pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang konkret.

“ISF 2025 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai tuan rumah forum global, tetapi juga sebagai penggerak aksi kolektif untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Kita ingin memastikan bahwa setiap komitmen yang lahir di forum ini bergerak menjadi tindakan nyata. Melalui kolaborasi lintas sektor, kita mempercepat pertumbuhan berkelanjutan dan menyatukan para pemimpin serta inovator untuk berinvestasi bagi kehidupan yang lebih baik. Dengan memperkuat infrastruktur hijau dan meningkatkan total angka investasi

berkelanjutan, kita sedang membangun masa depan yang tangguh, berkelanjutan, dan sejahtera bagi Indonesia dan dunia,” ujar Rachmat Kaimuddin.

Dari sisi investasi, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan, menyampaikan secara umum, bahwa event ini mendapatkan banyak insight dari para pembicara-pembicara yang luar biasa.

“Tujuan dari kegiatan ISF 2025 ini adalah menyediakan suatu platform kerja sama lintas sektor, yang memberikan kesempatan kepada pihak pemerintah, dunia usaha, pelaku bisnis internasional, dan juga akademisi untuk berkolaborasi membuat aksi, tidak hanya jargon. Pemerintah menekankan pada pembangunan infrastruktur yang mendukung sustainability, sekaligus memastikan peran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam mempermudah masuknya investasi di sektor berkelanjutan ke Indonesia,” ujar Nurul Ichwan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan – Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, menyoroti pentingnya kolaborasi dunia usaha dalam mempercepat transformasi hijau dan mendukung target pembangunan rendah karbon nasional.

“ISF menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dunia usaha sebagai katalis dalam mewujudkan ekonomi hijau. Transformasi menuju pembangunan berkelanjutan tidak bisa dicapai oleh pemerintah saja, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar investasi yang kita dorong hari ini benar-benar berdampak bagi manusia dan planet. Melalui forum ini, kita ingin memastikan bahwa dunia usaha berperan aktif dalam mempercepat transisi menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ungkap Shinta.

Rangkaian kegiatan hari pertama ISF 2025 dihadiri lebih dari 10.000 peserta yang terdaftar dan 187 wartawan dari media Nasional maupun Internasional. Rangkaian ISF 2025 meliputi plenary sessions, thematic discussions, high-level dialogues, serta exhibition dan science corner yang menampilkan inovasi riset berkelanjutan dari universitas terkemuka Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB),

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Salah satu sesi unggulan, High-Level CEO Dialogue, difasilitasi oleh World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) dan diikuti oleh lebih dari 30 CEO global dari berbagai sektor industri, energi, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah

19 Juni 2026 - 03:54 WIB

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global

19 Juni 2026 - 03:16 WIB

Trending di Nasional