Menu ✖

Mode Gelap
Bukan Sekadar Tempat Menginap, Vega Hotel Gading Serpong Hadirkan Weekend Experience: Dari Little Fire Fighter hingga BBQ Buffet Gudang BBM Diduga Ilegal Viral, Ada Apa dengan Ketegasan Pangdam dan Kapolda Riau? All Print Indonesia 2026 Dorong Transformasi Industri Grafika, Packaging hingga Teknologi 3D Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Brimob Metro Jaya Evakuasi Korban Laka di Jalur Trans Jakarta ASICS Kembali Gelar Jakarta : Speed : Race 2026, Tampilkan Beauty of Sunrise dengan SONICBLAST™ 2 RISE & SHINE™ Collection Pree Screening & Gala Premiere “Lobang Buaya”: Trailer Bikin Penonton Merasa Tahu Dalangnya, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist, Tayang 1 Oktober 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kemenperin Tampilkan Kesiapan Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Pekanbaru

Diduga Penuhi Unsur Pidana Pencemaran, DPP PPRI Putra, Minta DLHK Libatkan PPNS

Perbesar

Pekanbaru, Detakindonesianews – Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Pemimpin Redaksi Intelektual (DPP – PPRI) melalui Ketua Bidang Putra Rezeky, S.PdI mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau melibatkan PPNS karena diduga pencemaran lingkungan PT SKA memenuhi unsur pidana yang mengakibatkan ikan milik warga mati, sudah terjadi lebih dari satu kali dan diduga ada unsur kesengajaan.

Pasalnya, pada laporan pencemaran limbah PT SKA tanggal 4 – 5 Agustus lalu, DLHK Riau hanya menurunkan 2 orang pegawai fungsional pada bidang P4LH.

Putra menilai adanya unsur kelalaian PT. Sumatra Karya Agri (SKA) dimana kajian Tehnis/janji di awal beroperasinya sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tentu adanya rekomendasi atau menyepakati bentuk pengelolaan lingkungan sebuah Pabrik.

“Kita ingin DLHK libatkan juga PPNS dalam peninjauan laporan warga tentang ikan mati diduga akibat limbah perusahaan, jika memenuhi unsur pidana, proses secara hukum pidana, adili managemen perusahaan dipersidangan, agar memiliki efek jera bagi pengusaha, karena disini ada masyarakat yang dirugikan dan sudah terjadi lebih dari satu kali,” ujar Putra.

Sesuai Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelengaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yakni persetujuan Lingkungan, perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air, Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup, pengelolaan Limbah.

Dan Undang Undang Pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”).

Dan Jika Perusahaan melakukan pengerusakan lingkungan akibat lalai maka dipidana dengan pidana penjara paling singkat paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp 9 miliar.

Putra meminta agar DLHK Riau tak hanya menurunkan tim P4LH namun, juga menurunkan tim PPNS, agar jika ditemukan unsur yang memenuhi ranah pidana, dapat diproses secara hukum tidak hanya sanksi administratif saja.

Sementara Plt Kadis LHK Provinsi Riau M. Job Kurniawan ketika dikonfirmasi melalui Kabid Perencanaan Embyarman saat dikonfirmasi apakah dalam peninjau dugaan kerusakan lingkungan mengakibatkan ribuan ikan mati melibatkan PPNS.”Didalam regulasi yang ada itu hanya PPLH,” ujarnya.

Ia juga menyebut tidak ada unsur kelalaian dan pidana dalam pencemaran limbah PT SKA.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gudang BBM Diduga Ilegal Viral, Ada Apa dengan Ketegasan Pangdam dan Kapolda Riau?

27 September 2026 - 16:39 WIB

OBH YHRS Terima Penghargaan Sebagai Posbakum Terbaik se-Riau

3 September 2026 - 15:04 WIB

Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas

3 September 2026 - 08:27 WIB

Ruko Ekspedisi Diduga Jadi Gudang Transit Elektronik Ilegal, Aktivitas Malam Hari Disorot

26 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau

24 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Trending di Pekanbaru