Menu

Mode Gelap
11 Ribu Peserta Siap Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali ISOPLUS Run Series 2026 Kembali Digelar di Jakarta dan Surabaya, Ajak 17.000 Pelari Indonesia Unlock Your Greatness Ketua Yayasan MADINAH Melki Sandria Jalin Kerja Sama dengan Dubes Palestina Abdallfattah A.K. Alsattari untuk Bantuan Gaza 402 Relawan Turun ke Lokasi Bencana, Menteri Dody Apresiasi Dedikasi Generasi Muda PU dalam Penanganan Bencana di Sumatera GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya Wow Tiket Masuk Ancol Hanya Rp120.000 per mobil untuk Ramai – Ramai Mulai 15 April 2026 HALAL BI HALAL KNPI 2026: Bukan Sekadar Silaturahmi, Ini Panggung Konsolidasi Besar Pemuda Indonesia Pasca Lebaran Polwan Polda Metro Jaya Diterjunkan Layani Aksi Tani Merdeka, Penyampaian Aspirasi Berjalan Tertib Cara Lebih Mudah Menambah Penghasilan: Model Sewa VinFast Ubah Cara Kerja Mitra Pengemudi di Indonesia Nusantara Halid dan Grand Seleron Investama  Mewujudkan Investasi Pabrik Truk Listrik Pertama di Indonesia Sebesar 10 Triliun Aksi Global Desak World Bank Hentikan Pendanaan Rp140 Triliun untuk Peternakan Intensif

Nasional

Cara Lebih Mudah Menambah Penghasilan: Model Sewa VinFast Ubah Cara Kerja Mitra Pengemudi di Indonesia

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 16 April 2026 – Di tengah fluktuasi harga bahan bakar, para mitra pengemudi ride-hailing di Indonesia semakin mempertimbangkan model sewa kendaraan listrik yang menawarkan biaya operasional lebih rendah serta pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, pengemudi ride-hailing umumnya menghabiskan waktu berjam-jam di jalan dengan kondisi lalu lintas yang padat. Dalam kondisi tersebut, pendapatan harian sangat dipengaruhi oleh margin yang relatif kecil. Ketika harga bahan bakar berfluktuasi, ketidakpastian terhadap pendapatan pun semakin meningkat.

Seorang pengemudi di Jakarta yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa setelah bertahun-tahun bekerja, biaya bahan bakar selalu menjadi perhatian utama. Dalam beberapa situasi, biaya pengisian bahan bakar di awal perjalanan dapat memangkas pendapatan secara signifikan di akhir hari.
Keinginan untuk beralih ke kendaraan listrik sebenarnya sudah muncul sejak lama, terutama setelah mendengar bahwa biaya pengisian daya jauh lebih hemat. Namun, tingginya biaya awal untuk membeli kendaraan listrik masih menjadi kendala bagi banyak pengemudi untuk beralih.

Pada suatu hari, ketika sedang menunggu pesanan berikutnya, ia menemukan sebuah unggahan di media sosial yang menjelaskan model sewa baru yang dirancang khusus untuk mitra pengemudi ride-hailing. Konsepnya sederhana: alih-alih membeli kendaraan, pengemudi dapat menyewa mobil listrik untuk kebutuhan operasional dengan tarif mulai dari Rp312.500 per hari di Indonesia.

Yang menjadi daya tarik utama adalah fleksibilitasnya. Pengemudi dapat langsung mulai bekerja tanpa perlu mengeluarkan biaya awal yang besar, sekaligus lebih mudah mengatur pengeluaran harian.
Model ini merupakan bagian dari inisiatif VinFast yang terus memperluas kehadirannya di Indonesia. Perusahaan ini menghadirkan berbagai lini kendaraan listrik berbasis baterai sekaligus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya di berbagai kota.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga terus mendorong adopsi kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan dan insentif, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mendukung transportasi yang lebih berkelanjutan.

Pengemudi lain di wilayah Jabodetabek juga menilai bahwa salah satu daya tarik utama dari model ini adalah efisiensi biaya pengisian daya. Melalui program insentif VinFast saat ini, biaya pengisian dapat ditekan secara signifikan, bahkan dalam beberapa kasus dapat mendekati nol di stasiun tertentu.

Bagi pengemudi yang menempuh jarak 200 hingga 300 kilometer per hari, yang umum terjadi di kota besar seperti Jakarta dengan tingkat kemacetan tinggi, total jarak tempuh bulanan dapat mencapai 6.000 hingga 9.000 kilometer.

Dengan kendaraan berbahan bakar bensin, biaya bahan bakar bisa mencapai jutaan rupiah per bulan, tergantung pada kondisi mengemudinya.

Sebaliknya, kendaraan listrik seperti Herio Green yang dikembangkan dari platform VF 5 mampu menempuh jarak lebih dari 300 kilometer dalam sekali pengisian daya, cukup untuk mendukung operasional harian di area perkotaan. Pengisian cepat dari 10% hingga 70% hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit, sehingga dapat dilakukan saat waktu istirahat tanpa mengganggu produktivitas pengemudi.

Dari sisi finansial, perbedaan biaya operasional antara kendaraan bensin dan listrik cukup signifikan. Dalam jangka panjang, selisih biaya ini dapat menghasilkan penghematan bulanan yang berarti, bahkan berpotensi menutupi sebagian besar kebutuhan rumah tangga. Jika diakumulasikan dalam setahun, nilainya menjadi semakin besar.

Bagi pengemudi yang masih mempertimbangkan, keputusan untuk beralih bukan hanya soal perubahan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan dalam jangka panjang. Seiring waktu, perbandingan biaya antara kendaraan konvensional dan listrik menjadi semakin nyata.

Meski belum semua pengemudi siap untuk segera beralih, kombinasi biaya awal yang lebih ringan, pengeluaran harian yang lebih terprediksi, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang secara bertahap mulai mengubah cara pandang para pengemudi ride-hailing terhadap penghasilan dan masa depan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wow Tiket Masuk Ancol Hanya Rp120.000 per mobil untuk Ramai – Ramai Mulai 15 April 2026

17 April 2026 - 18:46 WIB

HALAL BI HALAL KNPI 2026: Bukan Sekadar Silaturahmi, Ini Panggung Konsolidasi Besar Pemuda Indonesia Pasca Lebaran

17 April 2026 - 15:23 WIB

Nusantara Halid dan Grand Seleron Investama  Mewujudkan Investasi Pabrik Truk Listrik Pertama di Indonesia Sebesar 10 Triliun

17 April 2026 - 09:12 WIB

Aksi Global Desak World Bank Hentikan Pendanaan Rp140 Triliun untuk Peternakan Intensif

17 April 2026 - 05:35 WIB

Pabrik Subang Pertegas Komitmen Jangka Panjang VinFast di Indonesia

16 April 2026 - 09:36 WIB

Trending di Nasional