Menu ✖

Mode Gelap
Gala Premiere Beautiful Pain Angkat Isu Kekerasan dan Hubungan Toxic, Pesan Kuat untuk Perempuan Berani Keluar dari Lingkaran Trauma Pasar Kemasan RI Diproyeksi Tumbuh 5,65% pada 2026, ALLPack Indonesia 2026 Bidik 90 Ribu Pengunjung Bisnis Samsat Kabupaten Bekasi Luncurkan 7 Inovasi Layanan, Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Dicicil Lewat Koperasi Mercedes-Benz STAR DRIVE di Senayan City, Menghadirkan Pengalaman Eksklusif Menjelajahi Beragam Karakter Kendaraan Premium Pertalite dari Gudang Kandis Disebut Mengalir ke Tapung Hilir, Penyalur Akui Beli 25–30 Jerigen Sekali Transaksi BMLN Gandeng TNI AL Kembangkan Budidaya Jagung di Cariu, Libatkan KDMP dan Masyarakat Usai Borong Penghargaan Internasional, Film Drama-Action ‘Bandit’ Resmi Berkompetisi di Jakarta Film Week 2026 Pemko Dumai Melalui BPBD Luncurkan Aplikasi Adinda Idaman dan Tim PISB di Puncak Bulan PRB

Infotainment

Gala Premiere Beautiful Pain Angkat Isu Kekerasan dan Hubungan Toxic, Pesan Kuat untuk Perempuan Berani Keluar dari Lingkaran Trauma

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 15 Oktober 2026 – Film Beautiful Pain hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan membawa pesan sosial tentang keberanian perempuan keluar dari hubungan toxic, menghadapi pelecehan seksual, dan melawan stigma masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Gala Premiere Beautiful Pain di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Melalui kisah perempuan yang berjuang merebut kembali harga dirinya, film ini menyoroti persoalan victim blaming, tekanan sosial terhadap korban, serta perjuangan ibu tunggal membangun kehidupan baru. Film ini sekaligus menegaskan bahwa meninggalkan hubungan yang merusak bukanlah tanda kekalahan, melainkan langkah untuk menyelamatkan diri dan masa depan anak.

Beautiful Pain mengisahkan perjalanan Niken (Raihaanun), seorang perempuan yang memilih mengakhiri pernikahan toxic bersama suaminya, Dirga (Baim Wong). Keputusan tersebut membuat Niken harus meninggalkan kenyamanan materi dan memulai hidup dari nol bersama ibunya demi kesehatan mental serta masa depan kedua anaknya. Namun, perjuangannya tidak berhenti setelah perceraian.

Ketika berusaha mandiri secara ekonomi dan memperjuangkan hak asuh anak, Niken justru menghadapi pelecehan seksual, fitnah, serta lingkungan yang meragukan dirinya. Kisah ini menggambarkan bagaimana perempuan korban kekerasan kerap menghadapi penderitaan berlapis akibat stigma dan kecenderungan masyarakat menyalahkan korban.

Aktris Raihaanun mengaku perjalanan emosional Niken menjadi gambaran perjuangan banyak perempuan yang berusaha bangkit dari pengalaman traumatis. Menurutnya, keberanian meninggalkan masa lalu yang menyakitkan bukanlah perkara mudah, terlebih ketika perempuan harus menghadapi pelecehan, fitnah, dan penilaian negatif masyarakat.

“Aku harap kalian yang sedang mengalami apa yang dialami Niken bisa melihat film ini dan menyadari bahwa kalian tidak sendiri, kalian tidak salah, dan kalian sangat pantas untuk mendapatkan ketenangan serta kebahagiaan,” ujar Raihaanun.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya dukungan terhadap korban agar mereka memiliki ruang aman untuk berbicara tanpa takut dihakimi.

Sutradara Dmaz Brodjonegoro, yang menjalani debut penyutradaraan film layar lebar melalui karya ini, menegaskan bahwa Beautiful Pain dirancang untuk membuka ruang diskusi mengenai persoalan yang masih kerap dibungkam.

Bersama penulis skenario Titien Wattimena, ia mengangkat realitas perempuan yang kesulitan mendapatkan ruang aman ketika mengalami kekerasan serta beratnya tanggung jawab seorang ibu yang berjuang membesarkan anak seorang diri.

Sementara itu, produser Hanung Bramantyo mengapresiasi visi kemanusiaan Dmaz dalam menerjemahkan isu sensitif tersebut ke layar lebar. Keduanya berharap film ini tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi mampu mendorong masyarakat membangun empati terhadap korban.

Executive Producer Nikita Mirzani turut menyampaikan bahwa film ini bukan hanya tentang individu tertentu, melainkan tentang perjuangan perempuan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. “Ini bukan film tentang Nikita Mirzani, tapi ini adalah film tentang semua wanita Indonesia, yang berani berjuang, berani mengambil risiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan,” ungkap Nikita.

Pesan tersebut memperkuat gagasan bahwa perempuan berhak menentukan jalan hidupnya, termasuk meninggalkan hubungan yang menyakiti dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik tanpa harus terus-menerus dibebani rasa malu maupun penghakiman sosial.

Pesan perjuangan dalam Beautiful Pain juga diterjemahkan melalui instalasi puluhan kertas berbentuk kupu-kupu di lobi Epicentrum XXI. Instalasi tersebut memuat curahan hati anonim tentang trauma perselingkuhan, pengalaman kekerasan, rasa bersalah sebagai ibu tunggal, hingga harapan untuk pulih. Kupu-kupu menjadi simbol transformasi, menggambarkan bahwa pengalaman menyakitkan tidak harus menjadi akhir perjalanan seseorang.

Melalui kampanye bertema “Fight the Trauma”, film ini mengajak masyarakat berhenti menyalahkan korban, lebih peka terhadap pengalaman penyintas, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan. Sebab, keberanian untuk berbicara seharusnya disambut dengan perlindungan dan empati, bukan stigma.

Film produksi Dapur Film ini melibatkan Raihaanun sebagai Niken, Baim Wong sebagai Dirga, Tarra Budiman sebagai Randy, Anantya Kirana sebagai Naia, Evano Zyan sebagai Dio, Jajang C. Noer sebagai Rahmania, Dimas Aditya sebagai Gerry, Siti Fauziah sebagai Sekarsari, Berlliana Lovel sebagai Diana, dan Anastasia Herzigova sebagai Jane. Disutradarai Dmaz Brodjonegoro dan diproduseri Hanung Bramantyo, Beautiful Pain dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Melalui kisah Niken, film ini membawa pesan bahwa keluar dari hubungan toxic bukan kegagalan, menjadi korban bukanlah kesalahan, dan setiap perempuan berhak mendapatkan kehidupan yang aman, bermartabat, serta bebas dari kekerasan. Informasi terbaru dapat diikuti melalui akun media sosial @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Borong Penghargaan Internasional, Film Drama-Action ‘Bandit’ Resmi Berkompetisi di Jakarta Film Week 2026

14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Trailer Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Benidictus Siregar Tantang Diri Lewat Peran Drama Emosional

12 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Capek Selalu Bilang “Iya” demi Menyenangkan Orang Lain? Film People Pleaser Siap Nampol Kaum Nggak Enakan, Tayang 19 November 2026

12 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Accor Sports Week 2026 Libatkan 600 Heartists dari 41 Hotel, Perkuat Kekompakan dan Kesejahteraan Karyawan

11 Oktober 2026 - 04:45 WIB

“Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen”Featuring Marcello Tahitoe & Sandhy Sondoro, Hosted by LiLo

10 Oktober 2026 - 04:19 WIB

Trending di Infotainment