Detakindonesianews.com, Jakarta, 29 April 2026 – TransTRACK meluncurkan Smart Fleet Management System dan menggelar Mini Bootcamp Sustainable Supply Chains pada 30 April 2026 di Jakarta. Inisiatif ini merupakan bagian dari TransTRACK Academy, platform pelatihan untuk pengembangan kompetensi profesional di bidang transportasi dan manajemen armada. Program ini ditujukan untuk membantu industri mengatasi inefisiensi operasional dan tingginya emisi karbon melalui teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan pelatihan praktis.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap implementasi sustainability supply chain, seiring tekanan regulasi emisi karbon, tuntutan efisiensi biaya, serta komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Meski demikian, banyak perusahaan masih berada dalam tahap awal dalam mengintegrasikan data operasional secara menyeluruh, sehingga proses pengambilan keputusan terkait efisiensi dan pengurangan emisi belum sepenuhnya optimal
Sejumlah studi kasus di Indonesia menunjukkan bahwa inefisiensi operasional armada masih menjadi salah satu penyumbang utama tingginya biaya logistik dan jejak karbon. Hal ini terlihat dari rute distribusi yang tidak optimal serta tingginya waktu kendaraan dalam kondisi idle, yang berdampak langsung pada pemborosan bahan bakar dan peningkatan emisi.
Menjawab tantangan tersebut, TransTRACK menghadirkan Smart Fleet Management System yang memungkinkan perusahaan memantau kinerja armada secara real-time, mengidentifikasi potensi inefisiensi, serta menghitung emisi karbon secara otomatis berbasis aktivitas kendaraan.
Anggia Meisesari, Founder & CEO TransTRACK, mengatakan, “Saat ini tantangan terbesar dalam implementasi sustainability supply chain bukan lagi pada awareness, tetapi pada eksekusi berbasis data. Banyak perusahaan sudah memiliki komitmen ESG, tapi belum memiliki visibilitas data yang cukup untuk mengidentifikasi sumber inefisiensi dan emisi secara real-time. Namun, tanpa visibilitas data yang akurat, banyak perusahaan gagal menerjemahkan komitmen ESG menjadi aksi nyata di lapangan. Melalui Smart Fleet Management System, kami ingin menghadirkan data yang actionable, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga pada penurunan emisi karbon secara konkret. Ke depan, integrasi antara teknologi dan sustainability bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan utama dalam menjaga daya saing industri.”
Solusi ini telah diimplementasikan di berbagai sektor, termasuk logistik dan pertambangan, dengan hasil signifikan berupa peningkatan produktivitas armada hingga 40% dan penurunan biaya operasional hingga 30%, sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.
Selain teknologi, TransTRACK juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendorong implementasi sustainability secara efektif. Melalui TransTRACK Academy, perusahaan berupaya memperkuat kapabilitas profesional di bidang logistik dan supply chain. Salah satu inisiatif yang dihadirkan adalah Mini Bootcamp Sustainable Supply Chains yang dirancang sebagai program akselerasi bagi para profesional industri untuk langsung mengimplementasikan strategi sustainability berbasis data dalam operasional sehari-hari.
Budi Santosa Chulasoh, Direktur TransTRACK Academy, mengatakan, “Transformasi menuju sustainability supply chain tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan sumber daya manusia yang mampu menerjemahkan strategi menjadi implementasi di lapangan. Tantangan yang kami lihat saat ini adalah masih adanya gap antara pemahaman konsep keberlanjutan dengan praktik operasional sehari-hari. Melalui TransTRACK Academy dan Mini Bootcamp ini, kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih aplikatif dan berbasis studi kasus, sehingga para profesional tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan strategi yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, program ini dapat mempercepat adopsi praktek supply chain yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan di Indonesia.”
Ke depan, kebutuhan akan rantai pasok berkelanjutan diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan regulasi dan meningkatnya kesadaran industri terhadap dampak lingkungan. TransTRACK menilai integrasi teknologi digital dan peningkatan kompetensi SDM akan menjadi faktor kunci dalam mendorong transformasi tersebut.
