Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Nasional

Relawan BAZNAS menyalurkan bantuan berupa paket makanan dari RedDoorz kepada korban banjir dan longsor di Desa Goti, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta  23 Desember 2025 – Satu bulan pascabencana banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, RedDoorz, platform akomodasi multi-brand terkemuka di Asia Tenggara, menyalurkan bantuan bagi korban terdampak. RedDoorz menggandeng Kementerian Ekonomi dan Kreatif (Ekraf)/Badan Ekonomi Kreatif, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Pemilihan Ekraf dan BAZNAS sebagai mitra penyaluran bantuan didasarkan pada kapasitas operasional, jaringan di lapangan, serta pengalaman keduanya dalam penanganan bencana. Hal ini menjadi krusial, terutama mengingat kondisi di Aceh dan Sumatra Utara yang terdampak cukup parah hingga menyebabkan terputusnya sejumlah jalur distribusi, sehingga membutuhkan dukungan mitra dengan jaringan yang kuat dan telah terpercaya.

Donasi yang dihimpun bersama Ekraf sudah disalurkan secara simbolis di tenda pengungsian Kota Bireuen Aceh pada Selasa, 9 Desember 2025, yang turut dihadiri oleh Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya. “Kolaborasi Ekraf dengan RedDoorz dalam memberikan bantuan di masa awal pascabencana menunjukkan komitmen bersama dalam merespons situasi darurat secara cepat dan terkoordinasi, sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif dan sektor pariwisata dalam mendukung pemulihan awal serta keberlanjutan ekonomi masyarakat terdampak,” ujar Rian Firmansyah, Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga.

Sementara itu, penggalangan bantuan bersama BAZNAS dilakukan dalam periode 10 hingga 23 Desember 2025. Dana yang terkumpul melalui kerja sama ini akan diprioritaskan untuk membantu masyarakat terdampak di wilayah Sumatra Utara.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin. “BAZNAS menyambut baik kolaborasi dengan RedDoorz dalam upaya membantu masyarakat terdampak di Sumatra. Sinergi antara sektor filantropi dan perusahaan seperti ini sangat penting agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran, cepat, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Saidah.

Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 juga berdampak pada sejumlah properti RedDoorz. Properti yang terdampak tersebar di Kota Banda Aceh dan Bireuen (Provinsi Aceh), serta Kota Medan, Kabupaten Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Provinsi Sumatra Utara).

“Merespons bencana yang terjadi, RedDoorz menggalang dana dari internal perusahaan, yang melibatkan karyawan dan mitra properti, serta dari eksternal perusahaan melalui partisipasi publik. Donasi yang terkumpul akan dikonversikan menjadi bantuan dapur umum dan obat-obatan, terutama bagi staf properti RedDoorz yang terdampak secara langsung,” ujar Gusti Raganata, Head of Government Relations RedDoorz.

“Keputusan konversi menjadi paket sembako atau makanan dan obat-obatan, juga didasari bahwa hal esensial tersebut, dapat memberi dampak secara cepat dan juga langsung dalam pemulihan pascabencana terjadi,” tambah Gusti.

Memasuki pekan keempat pascabencana, jumlah korban meninggal sudah melampaui 1.000 jiwa, dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang atau belum ditemukan.

RedDoorz berharap dengan menggandeng Ekraf dan BAZNAS, penggalangan dana dan pemberian donasi dapat membantu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. “Melalui bantuan ini, RedDoorz sekaligus menunjukkan empati serta pesan bahwa kami, senantiasa bersama dengan Sumatra dan akan terus hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” tutup Gusti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah

19 Juni 2026 - 03:54 WIB

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global

19 Juni 2026 - 03:16 WIB

Trending di Nasional