Menu

Mode Gelap
IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur Keselamatan jadi Budaya, United Tractors Raih Indonesia Safety Excellence Award 2026 Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

Nasional

Relawan BAZNAS menyalurkan bantuan berupa paket makanan dari RedDoorz kepada korban banjir dan longsor di Desa Goti, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta  23 Desember 2025 – Satu bulan pascabencana banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, RedDoorz, platform akomodasi multi-brand terkemuka di Asia Tenggara, menyalurkan bantuan bagi korban terdampak. RedDoorz menggandeng Kementerian Ekonomi dan Kreatif (Ekraf)/Badan Ekonomi Kreatif, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Pemilihan Ekraf dan BAZNAS sebagai mitra penyaluran bantuan didasarkan pada kapasitas operasional, jaringan di lapangan, serta pengalaman keduanya dalam penanganan bencana. Hal ini menjadi krusial, terutama mengingat kondisi di Aceh dan Sumatra Utara yang terdampak cukup parah hingga menyebabkan terputusnya sejumlah jalur distribusi, sehingga membutuhkan dukungan mitra dengan jaringan yang kuat dan telah terpercaya.

Donasi yang dihimpun bersama Ekraf sudah disalurkan secara simbolis di tenda pengungsian Kota Bireuen Aceh pada Selasa, 9 Desember 2025, yang turut dihadiri oleh Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya. “Kolaborasi Ekraf dengan RedDoorz dalam memberikan bantuan di masa awal pascabencana menunjukkan komitmen bersama dalam merespons situasi darurat secara cepat dan terkoordinasi, sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif dan sektor pariwisata dalam mendukung pemulihan awal serta keberlanjutan ekonomi masyarakat terdampak,” ujar Rian Firmansyah, Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga.

Sementara itu, penggalangan bantuan bersama BAZNAS dilakukan dalam periode 10 hingga 23 Desember 2025. Dana yang terkumpul melalui kerja sama ini akan diprioritaskan untuk membantu masyarakat terdampak di wilayah Sumatra Utara.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin. “BAZNAS menyambut baik kolaborasi dengan RedDoorz dalam upaya membantu masyarakat terdampak di Sumatra. Sinergi antara sektor filantropi dan perusahaan seperti ini sangat penting agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran, cepat, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Saidah.

Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 juga berdampak pada sejumlah properti RedDoorz. Properti yang terdampak tersebar di Kota Banda Aceh dan Bireuen (Provinsi Aceh), serta Kota Medan, Kabupaten Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Provinsi Sumatra Utara).

“Merespons bencana yang terjadi, RedDoorz menggalang dana dari internal perusahaan, yang melibatkan karyawan dan mitra properti, serta dari eksternal perusahaan melalui partisipasi publik. Donasi yang terkumpul akan dikonversikan menjadi bantuan dapur umum dan obat-obatan, terutama bagi staf properti RedDoorz yang terdampak secara langsung,” ujar Gusti Raganata, Head of Government Relations RedDoorz.

“Keputusan konversi menjadi paket sembako atau makanan dan obat-obatan, juga didasari bahwa hal esensial tersebut, dapat memberi dampak secara cepat dan juga langsung dalam pemulihan pascabencana terjadi,” tambah Gusti.

Memasuki pekan keempat pascabencana, jumlah korban meninggal sudah melampaui 1.000 jiwa, dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang atau belum ditemukan.

RedDoorz berharap dengan menggandeng Ekraf dan BAZNAS, penggalangan dana dan pemberian donasi dapat membantu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. “Melalui bantuan ini, RedDoorz sekaligus menunjukkan empati serta pesan bahwa kami, senantiasa bersama dengan Sumatra dan akan terus hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” tutup Gusti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keselamatan jadi Budaya, United Tractors Raih Indonesia Safety Excellence Award 2026

24 Agustus 2026 - 11:01 WIB

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global

23 Agustus 2026 - 12:45 WIB

IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung

22 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan

22 Agustus 2026 - 05:48 WIB

EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH

21 Agustus 2026 - 03:27 WIB

Trending di Nasional