Menu

Mode Gelap
4 Pameran Industri Internasional Resmi Dibuka di JIExpo, 405 Perusahaan dari 14 Negara Ramaikan Jakarta ASICS Ajak Generasi Urban Eksplorasi Gaya, Gerak, dan Pengalaman Baru Lewat GEL-STRATUS MC™ Pop Up Experience Temuan Data Pinhome Terbaru: Kondisi Sosial Ekonomi Masih Bergejolak, Tren Hunian Mendukung Peningkatan Kualitas Hidup TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia Bahas Gaya Hidup ‘Sat-Set’, Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Jadi Momentum Dorong UU Perekonomian Nasional Demi Indonesia Emas 2045 MILKLAB Meriahkan Coffee Culture Jakarta Lewat Program Coffee Rave dan Café Hopping “Sip, Explore, and Win” ASICS Community Slam 2026 Kembali Hadir Ajak Masyarakat untuk Lebih Aktif Bergerak melalui Tenis dan Padel Debut Manis Sound Rhythm, Sukses Gelar Laga Bersejarah Aston Villa vs Indonesia All Stars di Jakarta Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

Infotainment

RedDoorz Pacu Pertumbuhan di Indonesia dengan Tambahan 100 Hotel yang Dikelola Langsung dan Optimalkan AI

Perbesar

Amit Saberwal, Founder & CEO, RedDoorz bersama tim RedDoorz

Detakindonesianews.com, Jakarta, 26 Februari 2026 – RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terbesar di Asia Tenggara, mempercepat pertumbuhannya di Indonesia dengan secara signifikan memperluas portofolio hotel yang dikelola langsung oleh perusahaan. Setelah menjalankan pilot project yang sukses pada 2025, perusahaan kini terus mengakselerasi portofolio ini yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih unggul. Saat ini, RedDoorz mengelola sekitar 100 hotel di Indonesia yang dioperasikan langsung dan menargetkan penambahan 100–150 properti lainnya hingga 2027. Seiring dengan ekspansi tersebut, RedDoorz juga terus memperkuat penerapan solusi berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga standar kualitas properti dalam skala besar.

Sebanyak 100 mitra properti tambahan tersebut akan beroperasi di bawah merek RedDoorz, SANS dan URBANVIEW. SANS diposisikan sebagai brand hotel ekonomis dengan konsep lifestyle yang modern dan trendi, sementara URBANVIEW menyasar wisatawan perkotaan yang mencari akomodasi terjangkau dengan desain yang estetik dan nyaman. Kedua brand ini diperkenalkan pada 2020 sebagai bagian dari strategi pertumbuhan multi-brand RedDoorz. Hingga saat ini, RedDoorz mengelola 4.300 mitra properti di Indonesia dan Filipina, dengan target mencapai 4.700 mitra properti hingga akhir 2026. Di Indonesia sendiri, jaringan mitra properti RedDoorz telah hadir di lebih dari 300 kota dan terus berkembang.

“Indonesia tetap menjadi salah satu pasar paling strategis dan potensial bagi RedDoorz, yang didorong oleh kuatnya permintaan perjalanan domestik serta meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang andal dan terjangkau,” ujar Amit Saberwal, Founder dan CEO RedDoorz.

“Melalui perluasan portofolio properti yang dikelola langsung oleh RedDoorz, kami memiliki kendali operasional yang lebih dalam sehingga mampu menghadirkan pengalaman menginap yang konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi unit bisnis. Teknologi, khususnya AI, akan menjadi faktor utama untuk mendukung skala ini, mulai dari menjaga kualitas layanan, mengoptimalkan operasional, hingga mendorong profitabilitas di jaringan mitra properti yang luas dan beragam secara geografis,” tambah Amit.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi ini, RedDoorz juga menegaskan komitmennya dalam pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengendalian kualitas di seluruh jaringan hotel. Selama bertahun-tahun, perusahaan telah membangun sistem penetapan harga, distribusi, dan dukungan pelanggan yang memungkinkan RedDoorz berkembang hingga 4.300 mitra properti.

Berdasarkan fondasi yang kuat ini, RedDoorz kini melangkah lebih jauh ke teknologi operasional berbasis AI melalui peluncuran RedPilot—“copilot” AI internal yang dirancang untuk mempermudah para manajer hotel yang dikelola RedDoorz. RedPilot membantu menyederhanakan operasional sehari-hari, meningkatkan pengambilan keputusan melalui insight real-time, serta mendukung mitra properti dalam mengoptimalkan kinerja secara lebih efisien, sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan perhotelan berbasis teknologi.

Implementasi ini menjadi salah satu yang pertama di kawasan Asia Tenggara untuk brand teknologi perhotelan, sekaligus menegaskan fokus RedDoorz dalam memanfaatkan teknologi, guna menjaga konsistensi layanan serta profitabilitas bagi pertumbuhan bisnis. Dalam beberapa bulan mendatang, RedDoorz berencana menerapkan teknologi AI ini di seluruh mitra properti yang dikelola perusahaan.

“Menjalankan hotel saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu, mulai dari pengelolaan staf, menjaga standar layanan, penetapan harga kamar, hingga memenuhi ekspektasi tamu yang terus berubah,” ujar Effi Setiawati, pemilik RedDoorz Syariah Plus @ Wisma Bougenville Karawaci, Tangerang, salah satu properti yang dikelola RedDoorz. “Sebagai pemilik properti secara individual, tidak mudah bagi kami untuk mengelola operasional dan teknologi pada level seperti ini secara mandiri. Pendekatan RedDoorz yang berbasis teknologi memberi kami kepercayaan bahwa properti dapat dikelola secara profesional dan efisien, sehingga kami dapat lebih fokus pada nilai aset jangka panjang dibandingkan operasional harian.”

Berdasarkan Indonesia Hospitality Real Estate Market Report dari Mordor Intelligence, hotel independen (non-jaringan) menguasai 62,85% pangsa pasar properti perhotelan di Indonesia pada 2025, sementara hotel jaringan diproyeksikan tumbuh dengan pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 11,14% hingga 2031. Dari sisi kelas properti, segmen menengah mencatat pangsa 41,78% pada 2025, sementara properti mewah diperkirakan tumbuh dengan CAGR 11,46% hingga 2031. Secara geografis, Jakarta mencatat pangsa 27,14% pada 2025, sementara wilayah di luar Jakarta diproyeksikan mengalami pertumbuhan tercepat dengan CAGR 11,74% hingga 2031.

“Perilaku konsumen, dalam hal ini wisatawan Indonesia, terus dipengaruhi oleh kuatnya permintaan domestik, kecenderungan perjalanan yang lebih singkat namun sering, serta meningkatnya fokus pada nilai, keandalan, dan pengalaman,” tambah Amit. “Wisatawan muda, khususnya Gen Z, memiliki pendekatan yang sangat digital first dan mengharapkan akomodasi yang terjangkau, dirancang dengan baik, serta konsisten dalam layanan. Mengingat segmen ini menjadi motor utama perjalanan domestik, fokus kami adalah membangun brand dan model operasional yang selaras dengan cara orang Indonesia bepergian saat ini, yaitu efisien, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pengalaman,” tutup Amit.

Mengawali tahun ini, RedDoorz kembali meraih predikat Singapore’s Fastest Growing Companies 2026 dari The Straits Times. Tiga tahun berturut-turut sejak 2021 pascapandemi, pencapaian ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan dan ketangguhan RedDoorz, sebagai perusahaan teknologi perhotelan terbesar di Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

3 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Perkuat Kemitraan dan Peluang Kolaborasi, Vega Hotel Gading Serpong Gelar Corporate Gathering

3 Agustus 2026 - 02:53 WIB

Bar Takeover by Gayatri Moerlie Resmi Hadir di Mercure Jakarta Sabang

30 Juli 2026 - 05:30 WIB

Film “Dan Bandung” Kisah Perjuangan Cinta Karya Pidi Baiq dan Arahan Rudi Soedjarwo, Siap Mengaduk Emosi Penonton

29 Juli 2026 - 10:42 WIB

30 Tahun Berkarya di Televisi, Liza Maria Dorong Anak Indonesia Tembus Panggung Kreatif ASEAN

23 Juli 2026 - 12:24 WIB

Trending di Infotainment