Menu ✖

Mode Gelap
All Print Indonesia 2026 Dorong Transformasi Industri Grafika, Packaging hingga Teknologi 3D PESTAPORA 2026 Hadirkan “Musik yang Bisa Dicium”, Kolaborasi ATSIRI Luncurkan Dua Aroma Spesial BUMI dan BUGAR Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 Musda XI Golkar Jakbar: Ryanald Jonathan Terpilih Aklamasi, Target Tambah Kursi DPRD DKI pada Pemilu 2029 World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Gudang BBM Diduga Ilegal Viral, Ada Apa dengan Ketegasan Pangdam dan Kapolda Riau? Brimob Metro Jaya Evakuasi Korban Laka di Jalur Trans Jakarta ASICS Kembali Gelar Jakarta : Speed : Race 2026, Tampilkan Beauty of Sunrise dengan SONICBLAST™ 2 RISE & SHINE™ Collection Pree Screening & Gala Premiere “Lobang Buaya”: Trailer Bikin Penonton Merasa Tahu Dalangnya, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist, Tayang 1 Oktober 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kemenperin Tampilkan Kesiapan Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia Kang Didi dan Mpo Citra Launching Podcast Desil 1, Guru Gembul Bongkar Realitas di Balik Kemiskinan

Nasional

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 14,87 Kg Sabu Jaringan Internasional pada Hari Bhayangkara ke-79

Perbesar

PEKANBARU, Detak Indonesia News – Tepat pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 14,87 kilogram yang diduga kuat berasal dari jaringan internasional.

Pengungkapan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Media Center Polda Riau, pada Rabu, 9 Juli 2025. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo, didampingi oleh Dirresnarkoba Kombes Pol Putu Yudha Prawira, serta turut hadir Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto, Kasubdit III, dan Kasubbid Provos.

“Jumlah ini adalah bukti nyata bahwa peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius di wilayah Riau. Polda Riau berkomitmen penuh memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Jika satu saja warga terganggu, itu cukup bagi kami untuk bertindak tegas,” tegas Brigjen Pol Jossy Kusumo dalam pernyataannya.

Dirresnarkoba Kombes Pol Putu Yudha menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi yang dilakukan pada 1 Juli 2025 di Jalan Cipta Karya Ujung, Kabupaten Kampar, Riau. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan dua tersangka berinisial S (39) dan RAM (26), bersama 15 paket besar sabu dengan total berat mencapai 14,87 kilogram.

Selain narkotika, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa 1 unit mobil Toyota Innova, 3 unit handphone, dan uang tunai sebesar Rp1,6 juta.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku mendapat perintah dari seseorang berinisial MF, yang kini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka diminta untuk mengantar sabu dari Kampar menuju Kota Padang, Sumatera Barat, menggunakan sistem pengiriman yang tidak biasa.

“Sistem kerja mereka cukup unik. Pengantar dan penerima tidak saling mengenal, hanya menggunakan sistem titik koordinat. Ini sudah percobaan ketiga mereka, dan baru kali ini berhasil kita gagalkan,” jelas Kombes Putu Yudha.

Kedua tersangka kini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Diperkirakan, nilai sabu yang berhasil diamankan mencapai Rp14,87 miliar. Keberhasilan ini diyakini telah menyelamatkan ribuan warga dari bahaya narkotika yang mengancam.

Ironisnya, berdasarkan pengakuan tersangka, mereka hanya menerima upah Rp5 juta (RAM) dan Rp7 juta (S). Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming uang.

“Jangan mudah tergoda. Sekecil apa pun keterlibatan, hukum akan ditegakkan. Ingat, masa depan dan nyawa jadi taruhannya,” tegas Anom.

Polda Riau menegaskan akan terus memperkuat upaya intelijen, serta operasi pemberantasan narkotika hingga ke akar-akarnya. Keberhasilan ini menjadi sinyal tegas bagi jaringan narkotika internasional bahwa wilayah Riau bukan tempat yang aman bagi kejahatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gudang BBM Diduga Ilegal Viral, Ada Apa dengan Ketegasan Pangdam dan Kapolda Riau?

27 September 2026 - 16:39 WIB

Brimob Metro Jaya Evakuasi Korban Laka di Jalur Trans Jakarta

27 September 2026 - 14:03 WIB

ASICS Kembali Gelar Jakarta : Speed : Race 2026, Tampilkan Beauty of Sunrise dengan SONICBLAST™ 2 RISE & SHINE™ Collection

26 September 2026 - 04:54 WIB

Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kemenperin Tampilkan Kesiapan Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia

25 September 2026 - 02:46 WIB

Kang Didi dan Mpo Citra Launching Podcast Desil 1, Guru Gembul Bongkar Realitas di Balik Kemiskinan

24 September 2026 - 12:54 WIB

Trending di Nasional