Menu

Mode Gelap
Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Sempat Dikuasai Pihak Lain, Tanah Ahli Waris Sukamdani Sahid Kembali Setelah BPN Batalkan SHM Tumpang Tindih Buru Pernikahan Impian, Vega Hotel Gading Serpong Tebar Bonus Menginap hingga BBQ Gratis di Wedding Showcase Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas Indonesia Design Week 2026 Resmi Digelar di PIK, 55 Karya Desainer Dunia Hadir Perdana di Indonesia Rayakan 33 Tahun Perjalanan, Hotel Ciputra Jakarta Sajikan “33 Years of Flavors” World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Resmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam Beautiful Pain Ungkap Luka Pengkhianatan dan Fitnah, Raihaanun Perankan Perempuan yang Bangkit Demi Anak RUMAHSAKIT HADIRKAN “ANOMALI TOUR 2026”, MEMBAWA KEMBALI LAGU-LAGU TERSEMBUNYI KE TIGA KOTA

Siak

Peringati Hari Lahir Pancasila, Wabup Siak Ajak Masyarakat Hayati Nilai Kebangsaan

Perbesar

Siak, Detak Indonesia News –  Wakil Bupati Siak, Husni Merza, mengambil peran sebagai pembina pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Siak, Kecamatan Mempura, Minggu (1/6/2025).

Upacara ini menjadi momen untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan dan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Husni membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.

“Hari ini, 1 Juni 2025, kita kembali memperingati momentum yang sangat penting penting dalam sejarah bangsa Indonesia, Hari Lahir Pancasila. Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Wabup Husni.

Ia menekankan bahwa Pancasila bukan hanya teks normatif dalam pembukaan UUD 1945, tetapi merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, sekaligus arah dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dari latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda. Kebhinekaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan kita untuk bersatu,” lanjutnya.

Menurutnya, kelima sila Pancasila mengajarkan bangsa ini untuk membangun kehidupan yang adil dan bermartabat, dengan semangat gotong royong serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Dalam konteks pembangunan nasional, pemerintah saat ini telah menetapkan Asta Cita, yaitu delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM.

“Melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan, dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital,” jelasnya.

Di bidang pendidikan, ia menilai penting untuk menanamkan nilai Pancasila sejak dini, bukan hanya lewat pelajaran di kelas, melainkan melalui pembiasaan sikap dan karakter.

“Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral,” ucap Husni.

Sementara di lingkungan birokrasi, nilai Pancasila perlu dihadirkan melalui pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Di bidang ekonomi, ia mendorong agar pembangunan tak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi membawa kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat.

“UMKM, ekonomi kerakyatan, dan koperasi harus terus diberdayakan agar tak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa,” kata dia.

Terakhir, ia juga menyinggung pentingnya menghidupkan nilai Pancasila di ruang digital. Menurutnya, dunia maya bukan ruang bebas nilai, melainkan tempat yang juga harus dijaga dengan etika dan semangat toleransi.

“Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong royong,” ajaknya.

Di akhir pidatonya, Husni menyampaikan harapan agar Pancasila benar-benar menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tapi secara moral. Kita ingin Indonesia sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Mari terus bergotong royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Afni Lepas 600 Peserta Road to Bhayangkara Run 2026 di Tengah Kabut Pagi Siak

22 Juni 2026 - 07:58 WIB

Bupati Siak Afni Buka CFD Bertema Zapin, 101 UMKM Ikut Meriahkan Kegiatan

21 Juni 2026 - 19:47 WIB

Kolaborasi DPR RI dan Pemkab Siak Hadirkan Festival Seni Budaya Melayu

20 Juni 2026 - 19:24 WIB

GERMAS PPA Riau Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Ledakan Senjata Rakitan di Sekolah Siak

14 April 2026 - 06:10 WIB

Wabup Siak Terima usulan, Warga Kandis Minta Infrastruktur Jadi Prioritas

13 Maret 2026 - 07:44 WIB

Trending di Siak