Menu

Mode Gelap
DVI POLRI BERHASIL IDENTIFIKASI 9 KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8, SELURUHNYA TELAH DISERAHKAN KEPADA KELUARGA World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Sempat Dikuasai Pihak Lain, Tanah Ahli Waris Sukamdani Sahid Kembali Setelah BPN Batalkan SHM Tumpang Tindih Buru Pernikahan Impian, Vega Hotel Gading Serpong Tebar Bonus Menginap hingga BBQ Gratis di Wedding Showcase Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas Indonesia Design Week 2026 Resmi Digelar di PIK, 55 Karya Desainer Dunia Hadir Perdana di Indonesia Rayakan 33 Tahun Perjalanan, Hotel Ciputra Jakarta Sajikan “33 Years of Flavors” Resmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam Beautiful Pain Ungkap Luka Pengkhianatan dan Fitnah, Raihaanun Perankan Perempuan yang Bangkit Demi Anak

Infotainment

Owner Lavanaa Zakir Ria : Bisnis Cafe di Jakut Melambat Namun Tetap Stabil di Tengah Kondisi Dunia Yang Perang 

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Dinamika industri kafe dan restoran di wilayah Jakarta Utara saat ini tengah menghadapi tantangan perlambatan. Meski demikian, pelaku usaha menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang wajar dan belum mengganggu stabilitas operasional secara signifikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Zakir Ria, pemilik Lavanaa Cafe, yang mengungkapkan bahwa tren penurunan aktivitas konsumen memang mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia memastikan bahwa bisnis yang dijalankannya masih berada dalam kondisi terkendali.

“Memang ada penurunan dari sisi pergerakan konsumen, tapi secara keseluruhan masih stabil. Kami masih bisa menjalankan operasional dengan baik,” ujar Zakir saat ditemui di lokasi usahanya, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, perlambatan ini berkaitan erat dengan kondisi ekonomi yang turut memengaruhi pola belanja masyarakat. Ia mengamati bahwa pelanggan tetap datang, namun dengan kecenderungan pengeluaran yang lebih hemat dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang konsumen lebih selektif. Mereka tetap datang, tetapi nilai transaksinya tidak sebesar dulu. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Zakir menambahkan, pihaknya juga melakukan penyesuaian strategi dengan tidak menggelar event atau kegiatan khusus untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah serta upaya menjaga efisiensi operasional.

“Kami mengikuti arahan pemerintah. Untuk saat ini belum ada event khusus, fokus kami menjaga stabilitas usaha yang sudah berjalan,” katanya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Zakir menegaskan komitmennya untuk selalu patuh terhadap regulasi yang berlaku. Ia memastikan bahwa seluruh aspek legalitas usaha, mulai dari perizinan hingga kewajiban perpajakan, telah dipenuhi dengan baik.

“Kami menjalankan usaha sesuai aturan. Semua perizinan lengkap, termasuk kewajiban pelaporan. Prinsipnya, kalau ingin usaha berjalan baik di Indonesia, harus taat regulasi,” tegasnya.

Lavanaa Cafe sendiri telah beroperasi hampir satu tahun dengan kapasitas sekitar 40 pengunjung. Selain melayani pelanggan reguler, kafe ini juga menyediakan layanan untuk berbagai kebutuhan acara, seperti pertemuan bisnis, komunitas, hingga gathering.

Dari sisi produk, Lavanaa Cafe menawarkan konsep menu yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Pilihan menu yang disediakan mencakup berbagai hidangan populer, mulai dari olahan ayam, nasi goreng, hingga sajian khas Chinese food yang telah disesuaikan dengan standar halal.

“Kami menyediakan paket prasmanan yang bisa disesuaikan dengan budget pelanggan. Menu juga variatif dan fleksibel, sehingga bisa memenuhi berbagai kebutuhan acara,” ungkap Zakir.

Saat ini, operasional Lavanaa Cafe didukung oleh delapan karyawan yang terbagi dalam tim dapur dan pelayanan. Dengan sumber daya tersebut, Zakir optimistis usahanya dapat terus bertahan dan berkembang, meski di tengah kondisi ekonomi yang tidak sepenuhnya kondusif.

Ke depan, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha, khususnya dalam hal kebijakan fiskal. Menurutnya, keseimbangan antara kewajiban dan dukungan sangat dibutuhkan agar sektor usaha kecil dan menengah tetap mampu bertahan.

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku usaha. Bukan berarti meminta keringanan berlebihan, tetapi setidaknya ada ruang agar kami bisa terus bertahan dan berkembang,” tutupnya.

Dengan strategi adaptif dan komitmen terhadap kualitas layanan, pelaku usaha seperti Lavanaa Cafe menunjukkan bahwa sektor kuliner masih memiliki daya tahan, meski di tengah tekanan ekonomi yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan 33 Tahun Perjalanan, Hotel Ciputra Jakarta Sajikan “33 Years of Flavors”

18 September 2026 - 14:13 WIB

World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta

18 September 2026 - 10:41 WIB

Beautiful Pain Ungkap Luka Pengkhianatan dan Fitnah, Raihaanun Perankan Perempuan yang Bangkit Demi Anak

17 September 2026 - 13:34 WIB

RUMAHSAKIT HADIRKAN “ANOMALI TOUR 2026”, MEMBAWA KEMBALI LAGU-LAGU TERSEMBUNYI KE TIGA KOTA

17 September 2026 - 13:21 WIB

Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar

17 September 2026 - 13:05 WIB

Trending di Infotainment