Menu

Mode Gelap
4 Pameran Industri Internasional Resmi Dibuka di JIExpo, 405 Perusahaan dari 14 Negara Ramaikan Jakarta ASICS Ajak Generasi Urban Eksplorasi Gaya, Gerak, dan Pengalaman Baru Lewat GEL-STRATUS MC™ Pop Up Experience Temuan Data Pinhome Terbaru: Kondisi Sosial Ekonomi Masih Bergejolak, Tren Hunian Mendukung Peningkatan Kualitas Hidup TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia Bahas Gaya Hidup ‘Sat-Set’, Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Jadi Momentum Dorong UU Perekonomian Nasional Demi Indonesia Emas 2045 MILKLAB Meriahkan Coffee Culture Jakarta Lewat Program Coffee Rave dan Café Hopping “Sip, Explore, and Win” ASICS Community Slam 2026 Kembali Hadir Ajak Masyarakat untuk Lebih Aktif Bergerak melalui Tenis dan Padel Debut Manis Sound Rhythm, Sukses Gelar Laga Bersejarah Aston Villa vs Indonesia All Stars di Jakarta Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

Infotainment

Owner Lavanaa Zakir Ria : Bisnis Cafe di Jakut Melambat Namun Tetap Stabil di Tengah Kondisi Dunia Yang Perang 

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Dinamika industri kafe dan restoran di wilayah Jakarta Utara saat ini tengah menghadapi tantangan perlambatan. Meski demikian, pelaku usaha menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang wajar dan belum mengganggu stabilitas operasional secara signifikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Zakir Ria, pemilik Lavanaa Cafe, yang mengungkapkan bahwa tren penurunan aktivitas konsumen memang mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia memastikan bahwa bisnis yang dijalankannya masih berada dalam kondisi terkendali.

“Memang ada penurunan dari sisi pergerakan konsumen, tapi secara keseluruhan masih stabil. Kami masih bisa menjalankan operasional dengan baik,” ujar Zakir saat ditemui di lokasi usahanya, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, perlambatan ini berkaitan erat dengan kondisi ekonomi yang turut memengaruhi pola belanja masyarakat. Ia mengamati bahwa pelanggan tetap datang, namun dengan kecenderungan pengeluaran yang lebih hemat dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang konsumen lebih selektif. Mereka tetap datang, tetapi nilai transaksinya tidak sebesar dulu. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Zakir menambahkan, pihaknya juga melakukan penyesuaian strategi dengan tidak menggelar event atau kegiatan khusus untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah serta upaya menjaga efisiensi operasional.

“Kami mengikuti arahan pemerintah. Untuk saat ini belum ada event khusus, fokus kami menjaga stabilitas usaha yang sudah berjalan,” katanya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Zakir menegaskan komitmennya untuk selalu patuh terhadap regulasi yang berlaku. Ia memastikan bahwa seluruh aspek legalitas usaha, mulai dari perizinan hingga kewajiban perpajakan, telah dipenuhi dengan baik.

“Kami menjalankan usaha sesuai aturan. Semua perizinan lengkap, termasuk kewajiban pelaporan. Prinsipnya, kalau ingin usaha berjalan baik di Indonesia, harus taat regulasi,” tegasnya.

Lavanaa Cafe sendiri telah beroperasi hampir satu tahun dengan kapasitas sekitar 40 pengunjung. Selain melayani pelanggan reguler, kafe ini juga menyediakan layanan untuk berbagai kebutuhan acara, seperti pertemuan bisnis, komunitas, hingga gathering.

Dari sisi produk, Lavanaa Cafe menawarkan konsep menu yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Pilihan menu yang disediakan mencakup berbagai hidangan populer, mulai dari olahan ayam, nasi goreng, hingga sajian khas Chinese food yang telah disesuaikan dengan standar halal.

“Kami menyediakan paket prasmanan yang bisa disesuaikan dengan budget pelanggan. Menu juga variatif dan fleksibel, sehingga bisa memenuhi berbagai kebutuhan acara,” ungkap Zakir.

Saat ini, operasional Lavanaa Cafe didukung oleh delapan karyawan yang terbagi dalam tim dapur dan pelayanan. Dengan sumber daya tersebut, Zakir optimistis usahanya dapat terus bertahan dan berkembang, meski di tengah kondisi ekonomi yang tidak sepenuhnya kondusif.

Ke depan, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha, khususnya dalam hal kebijakan fiskal. Menurutnya, keseimbangan antara kewajiban dan dukungan sangat dibutuhkan agar sektor usaha kecil dan menengah tetap mampu bertahan.

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku usaha. Bukan berarti meminta keringanan berlebihan, tetapi setidaknya ada ruang agar kami bisa terus bertahan dan berkembang,” tutupnya.

Dengan strategi adaptif dan komitmen terhadap kualitas layanan, pelaku usaha seperti Lavanaa Cafe menunjukkan bahwa sektor kuliner masih memiliki daya tahan, meski di tengah tekanan ekonomi yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

3 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Perkuat Kemitraan dan Peluang Kolaborasi, Vega Hotel Gading Serpong Gelar Corporate Gathering

3 Agustus 2026 - 02:53 WIB

Bar Takeover by Gayatri Moerlie Resmi Hadir di Mercure Jakarta Sabang

30 Juli 2026 - 05:30 WIB

Film “Dan Bandung” Kisah Perjuangan Cinta Karya Pidi Baiq dan Arahan Rudi Soedjarwo, Siap Mengaduk Emosi Penonton

29 Juli 2026 - 10:42 WIB

30 Tahun Berkarya di Televisi, Liza Maria Dorong Anak Indonesia Tembus Panggung Kreatif ASEAN

23 Juli 2026 - 12:24 WIB

Trending di Infotainment