Kampar, Detakindonesianews — Seorang warga Kabupaten Kampar bernama Muhammad Nur Kholis (31) secara resmi melaporkan dugaan penyanderaan dan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Kampar. Laporan tersebut telah diterima dan teregistrasi dengan nomor LP/B/38/I/2026/SPKT/POLRES KAMPAR/POLDA RIAU, tertanggal 28 Januari 2026.
Berdasarkan dokumen laporan kepolisian yang diterima redaksi, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026, di Desa Laboi Jaya, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Menurut keterangan pelapor, kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIB ketika Muhammad Nur Kholis sedang melakukan aktivitas panen buah kelapa sawit di tanah ulayat Datuk Deko. Tidak lama kemudian, sekitar 12 orang yang diduga merupakan oknum pengamanan dari PT Peputra Masterindo mendatangi lokasi dan melarang pelapor melanjutkan aktivitas tersebut.
Ketegangan di lokasi disebut berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, pelapor mengaku dibawa ke Kantor Divisi Selatan PT Peputra Masterindo untuk dimintai keterangan.
Sesampainya di kantor tersebut, pelapor mengaku mengalami sejumlah tindakan yang diduga melanggar hukum. Dalam laporan yang disampaikan kepada pihak kepolisian, pelapor menyebutkan bahwa dirinya dipaksa masuk ke dalam ruangan kantor, pintu kemudian dikunci, serta telepon genggam miliknya dirampas, sehingga ia tidak dapat berkomunikasi dengan pihak luar.
Pelapor juga mengaku mengalami kekerasan fisik. Ia menyebutkan bahwa salah satu terlapor berinisial YH diduga membanting dirinya hingga terjatuh, kemudian tangannya diborgol. Setelah diborgol, pelapor mengaku lehernya diinjak oleh terlapor lain berinisial S.
Selain itu, pelapor juga menyampaikan adanya dugaan pengeroyokan, di mana sekitar tujuh orang yang berada di dalam kantor tersebut diduga turut melakukan tindakan kekerasan, termasuk memijak bagian kaki pelapor.
Peristiwa tersebut disebut berakhir sekitar pukul 18.00 WIB, setelah pihak anggota dari pelapor datang ke lokasi dan mendobrak pintu kantor, sehingga Muhammad Nur Kholis dapat keluar dari ruangan tersebut.
Atas peristiwa tersebut, pelapor melaporkannya ke Polres Kampar dengan dugaan pelanggaran Pasal 451 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait dugaan penyanderaan, serta Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 terkait dugaan pengeroyokan.
Sementara itu, pihak terlapor maupun manajemen perusahaan yang disebut dalam laporan belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.
Pelapor berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan, guna memperoleh keadilan atas dugaan perampasan dan kekerasan fisik yang dialaminya.
















