Menu ✖

Mode Gelap
All Print Indonesia 2026 Dorong Transformasi Industri Grafika, Packaging hingga Teknologi 3D PESTAPORA 2026 Hadirkan “Musik yang Bisa Dicium”, Kolaborasi ATSIRI Luncurkan Dua Aroma Spesial BUMI dan BUGAR Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 Musda XI Golkar Jakbar: Ryanald Jonathan Terpilih Aklamasi, Target Tambah Kursi DPRD DKI pada Pemilu 2029 World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Gudang BBM Diduga Ilegal Viral, Ada Apa dengan Ketegasan Pangdam dan Kapolda Riau? Brimob Metro Jaya Evakuasi Korban Laka di Jalur Trans Jakarta ASICS Kembali Gelar Jakarta : Speed : Race 2026, Tampilkan Beauty of Sunrise dengan SONICBLAST™ 2 RISE & SHINE™ Collection Pree Screening & Gala Premiere “Lobang Buaya”: Trailer Bikin Penonton Merasa Tahu Dalangnya, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist, Tayang 1 Oktober 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026, Kemenperin Tampilkan Kesiapan Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia Kang Didi dan Mpo Citra Launching Podcast Desil 1, Guru Gembul Bongkar Realitas di Balik Kemiskinan

Pekanbaru

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru Alek Kurniawan Bantah Ikut Terjaring OTT KPK

Perbesar

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru Alek Kurniawan membantah bahwa dirinya ikut ditangkap dalam OTT KPK terhadap Pj Wali Kota Pekanbaru dan sejumlah pejabat lainnya.

“Tidak ada saya di OTT, tolong diluruskan” kata Kepala Bapenda Pekanbaru, Alek Kurniawan, selasa pagi.

Alex meminta agar isu dirinya ikut terjaring OTT KPK kebali diluruskan, bahwa itu salah informasi.

“Bukan saya itu, alhamdulillah.. mohon bantu diluruskan pemberitaan” tutupnya.

Sebagaimana diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (2/12/2024). Dalam operasi tersebut, selain Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, ada tujuh orang lainnya yang turut diamankan dan total delapan orang.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, bahwa terkait apa masih didalami.

“Yang diamankan di Pekanbaru sekitar 8 orang (termasuk Risnandar Mahiwa, red). Turut diamankan uang (masih dihitung, red),” jelas Tessa, Selasa (3/12/2024).

Dari informasi di lapangan, dikatakan Tesa tidak ada pihak swasta yang turut diamankan. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung.

Seperti diketahui KPK melakukan OTT tadi malam di Pekanbaru.  Saat ini pemeriksaan mereka dilakukan di Mapolresta Pekanbaru.

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Benar, KPK telah melakukan penangkapan terhadap Pj Wali Kota Pekanbaru,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/12/2024).

Wakil Ketua KPK lainnya, Nurul Ghufron, juga membenarkan adanya OTT tersebut. “KPK telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap penyelenggara negara di wilayah Pekanbaru, Riau,” ungkap Ghufron.

Berdasarkan informasi yang beredar, OTT ini terkait proyek pengelolaan sampah tahun 2025 senilai Rp44 miliar. Dugaan awal menyebutkan bahwa ada uang sebesar Rp3 miliar dalam bentuk dolar yang diberikan kepada salah satu pejabat daerah di Pekanbaru untuk meloloskan proyek tersebut.

Dalam operasi ini, KPK dikabarkan mengamankan beberapa pejabat selain Pj Wali Kota Pekanbaru, antara lain Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Indra Pomi Nasution, termasuk Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru Alek Kurniawan, Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Umum Nofin, serta seorang pihak swasta yang diduga terkait dengan proyek Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sampah 2025.

Setelah penangkapan, para pihak yang diamankan langsung dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di Mapolresta Pekanbaru sejak pukul 21.00 WIB. Beberapa personel Satuan Brimob Polda Riau terlihat hadir untuk mendukung pengamanan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK.

Upaya konfirmasi terhadap Sekdako Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, tidak membuahkan hasil karena nomor ponselnya tidak aktif.

Hingga berita ini diterbitkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait detail operasi tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gudang BBM Diduga Ilegal Viral, Ada Apa dengan Ketegasan Pangdam dan Kapolda Riau?

27 September 2026 - 16:39 WIB

OBH YHRS Terima Penghargaan Sebagai Posbakum Terbaik se-Riau

3 September 2026 - 15:04 WIB

Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas

3 September 2026 - 08:27 WIB

Ruko Ekspedisi Diduga Jadi Gudang Transit Elektronik Ilegal, Aktivitas Malam Hari Disorot

26 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau

24 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Trending di Pekanbaru