Menu

Mode Gelap
Gala Premiere Film ‘Dan Bandung’ Bikin Baper Jakarta! Setelahnya, Bandung Siap Dibuat Pecah di ‘Dan Bandung Day’ Indomaret Run 2026 Bidik 10.000 Pelari, PIK 2 Kembali Jadi Arena Sport Tourism, Pendaftaran Dibuka Serentak Mulai 7 Agustus SHARP Gebrak Pasar AC Premium, Luncurkan AIREST dengan Filter MERV 14 Pertama di Dunia, Usung Standar Baru Udara Sehat di Hunian Modern MILKLAB Meriahkan Coffee Culture Jakarta Lewat Program Coffee Rave dan Café Hopping “Sip, Explore, and Win” TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center DUMA Karya Awards 2026 Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Kompetisi Desain Berbasis WPC di Indonesia Tembus Peringkat 19 Dunia, Prudential Indonesia Perkuat Kompetensi Tenaga Pemasar Berstandar Global Polda Metro Jaya Gelar Apel Kesiapan Personel dan Peralatan Penanganan Bencana Samsat Keliling Hadir di Cikarang Jababeka, Warga Kabupaten Bekasi Bisa Bayar Pajak Kendaraan dengan Mudah Rayakan Kemerdekaan Indonesia dengan Cita Rasa Nusantara di Hotel Ciputra Jakarta Tak Kenal Hipdut, Junior Roberts Menemukan Sisi Lain Popularitas lewat Garam Muda Rayakan HUT RI, Aplikasi ShopeePay Hadirkan Promo Rp17 untuk Berbagai Kebutuhan Sehari-hari

Pekanbaru

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru Alek Kurniawan Bantah Ikut Terjaring OTT KPK

Perbesar

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru Alek Kurniawan membantah bahwa dirinya ikut ditangkap dalam OTT KPK terhadap Pj Wali Kota Pekanbaru dan sejumlah pejabat lainnya.

“Tidak ada saya di OTT, tolong diluruskan” kata Kepala Bapenda Pekanbaru, Alek Kurniawan, selasa pagi.

Alex meminta agar isu dirinya ikut terjaring OTT KPK kebali diluruskan, bahwa itu salah informasi.

“Bukan saya itu, alhamdulillah.. mohon bantu diluruskan pemberitaan” tutupnya.

Sebagaimana diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (2/12/2024). Dalam operasi tersebut, selain Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, ada tujuh orang lainnya yang turut diamankan dan total delapan orang.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, bahwa terkait apa masih didalami.

“Yang diamankan di Pekanbaru sekitar 8 orang (termasuk Risnandar Mahiwa, red). Turut diamankan uang (masih dihitung, red),” jelas Tessa, Selasa (3/12/2024).

Dari informasi di lapangan, dikatakan Tesa tidak ada pihak swasta yang turut diamankan. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung.

Seperti diketahui KPK melakukan OTT tadi malam di Pekanbaru.  Saat ini pemeriksaan mereka dilakukan di Mapolresta Pekanbaru.

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Benar, KPK telah melakukan penangkapan terhadap Pj Wali Kota Pekanbaru,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/12/2024).

Wakil Ketua KPK lainnya, Nurul Ghufron, juga membenarkan adanya OTT tersebut. “KPK telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap penyelenggara negara di wilayah Pekanbaru, Riau,” ungkap Ghufron.

Berdasarkan informasi yang beredar, OTT ini terkait proyek pengelolaan sampah tahun 2025 senilai Rp44 miliar. Dugaan awal menyebutkan bahwa ada uang sebesar Rp3 miliar dalam bentuk dolar yang diberikan kepada salah satu pejabat daerah di Pekanbaru untuk meloloskan proyek tersebut.

Dalam operasi ini, KPK dikabarkan mengamankan beberapa pejabat selain Pj Wali Kota Pekanbaru, antara lain Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Indra Pomi Nasution, termasuk Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru Alek Kurniawan, Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Umum Nofin, serta seorang pihak swasta yang diduga terkait dengan proyek Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sampah 2025.

Setelah penangkapan, para pihak yang diamankan langsung dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di Mapolresta Pekanbaru sejak pukul 21.00 WIB. Beberapa personel Satuan Brimob Polda Riau terlihat hadir untuk mendukung pengamanan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK.

Upaya konfirmasi terhadap Sekdako Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, tidak membuahkan hasil karena nomor ponselnya tidak aktif.

Hingga berita ini diterbitkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait detail operasi tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APPM RIAU LAPORKAN PERTAMINA DAN KSO TERKAIT PROYEK PENANGANAN LIMBAH B3 KE SKK MIGAS, DESAK BLACKLIST KONTRAKTOR

10 Juni 2026 - 08:56 WIB

Ada Tipu Muslihat Seorang PM Perusahaan Ingkari Janji Lowongan Pekerjaan

26 Mei 2026 - 04:03 WIB

Polsek Payung Sekaki Lakukan Peninjauan Lahan Jagung Pipil Guna Mendukung Ketahanan Pangan

19 Mei 2026 - 10:23 WIB

SKANDAL Oknum MAMI : KTP Mantan LC Diduga Ditahan, Ketua Germas PPA Riau Sebut Bentuk Intimidasi dan Pelanggaran Hukum

8 Mei 2026 - 04:08 WIB

Sorotan Keras! Balita dan Anak di Bawah Umur Terpantau Hingga Pukul 23.00 di Kafe Laksamana Muda, Ketua GERMAS PPA Riau: Cederai Komitmen Riau Layak Anak

3 Mei 2026 - 11:53 WIB

Trending di Berita