Menu ✖

Mode Gelap
KRISTA INTERFOOD 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara dan Bidik 95 Ribu Pengunjung Profesional Dukung Kebutuhan Fisioterapi Berbagai Generasi, Physiorehab Buka Cabang Terbesar di Muara Karang Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta Mogul Burger Buka Gerai di The Breeze BSD, Hadirkan Sensasi Smash Burger dan Minuman Khas Sumatera Soda Badak Fadli Zon Resmikan Rupakala 2026, 80 Seniman Unjuk Karya dan Inovasi Seni Media di Bogor Shopee 11.11 Big Sale Hadirkan Warna Baru, Kolaborasi no na Bikin Keseruan Belanja Makin Naik Level! Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari Berkolaborasi Kembangkan Cerita Indonesia untuk Pasar Global Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat, 5.000 Peserta Sambut Jakarta Menuju Usia 500 Tahun

Infotainment

Imperial Pictures garap “GHOSTHING”, Baskara Mahendra, Yasamin Jasem, Leony VH Beriemu dalam Komedi Horor. 

Perbesar

Detakindonesianews.com Jakarta, 7 September 2026 — Imperial Pictures, Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya kembali merilis film layar lebar terbarunya berjudul “GHOSTHING”, sebuah komedi horor yang mengangkat cerita tentang misteri, pencarian kebenaran, dan dinamika unik antara seorang perias jenazah dengan arwah influencer muda.

Eksekutif Produser, Peter Surya Wijaya menghadirkan “GHOSTHING”. Film ini disutradarai oleh Arie Aziz dan diproduseri oleh Hartawan Triguna, Associate Produser Rizky A. Prakoso dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afmilia.

“GHOSTHING” menghadirkan jajaran pemain lintas generasi. Baskara Mahendra dipercaya memerankan Alfian, seorang perias jenazah muda yang tampan, dan tenang. Sementara Yasamin Jasem berperan sebagai Maya, seorang influencer muda yang tewas secara misterius, cerewet, sarkastik, dan penuh drama.

“Menurut saya, premis “GHOSTHING ‘ sendiri sudah sangat menarik. Ada seorang perias jenazah yang pekerjaannya justru membantu menyelesaikan masalah orang yang sudah meninggal. Buat saya, karakter Alfian inilah yang membuat perjalanan ceritanya menjadi menarik, karena di tengah situasi yang kompleks, dia justru harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Baskara Mahendra, pemeran Alfian dalam film “GHOSTHING”.

“Maya itu sosok yang sarkas, centil, dan tidak bisa menerima kematiannya. Sejak bertemu Alfian, dia mulai mengusik kehidupan Alfian dengan berbagai tingkahnya. Tapi sebenarnya, apa yang membuat Maya begitu ngotot mencari tahu tentang kematiannya? “ujar Yasamin Jasem, pemeran Maya dalam film “GHOSTHING”.

Film ini juga turut diperkuat oleh kehadiran aktor dan aktris termama seperti Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyang Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, hingga Mona Ratuliu.

Ketika Kematian Misterius Membawa Arwah Dramatis 

Cerita berpusat pada Alfian yang kehidupannya yang tenang seketika terusik saat ia harus merias jenazah Maya. Arwah Maya yang dramatis menolak pergi dan memilih untuk “menghantui” Alfian.

“Awalnya kami berpikir sederhana, bagaimana kalau ada orang yang ketika meninggal justru tetap merepotkan orang orang di sekitarnya? Dari pemikiran itu kemudian kami berdiskusi dan mengembangkannya bersama penulis hingga menjadi sebuah skenario. Setelah drafi ketiga, kami lemparkan kembali untuk mendapatkan masukan dan mengembangkan beberapa bagian cerita serta karakter. Dari proses diskusi dan pengembangan itulah kemudian lahir cerita “GHOSTHING ‘ seperti yang sekarang, “ujar Hartawan Triguna, Produser Film GHOSTHING. 

Kehadiran para pemain diharapkan membuat unsur komedi dalam film terasa hidup dan organik, baik melalui benturan karakter yang kontras antara Alfian yang serba tenang dan arwah Maya yang ekspresif, maupun melalui situasi yang unik mulai muncul di sekitar dunia perias jenazah. Komedi Horor dengan Premis yang Unik

Meski dibalut dalam genre komedi horor, “GHOSTHING” membawa wara yang menyegarkan bagi industri film Indonesia. Kombinasi misteri seputar penyebab kematian, fenomena influencer di era modern, serta profesi perias jenazah menjadi premis yang unik dan memikat.

Di balik unsur komedinya yang renyah dan situasi mencekam, film ini juga membawa pesan emosional tentang rasa kehilangan, ikatan keluarga, dan perjuangan mencari keadilan.

“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya menggarap komedi, tetapi yang membedakan GHOSTHING’ adalah ceritanya tidak pure komedi. Ada elemen horor dan misteri yang berjalan bersama, sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat kedua genre tersebut tetap seimbang dan bisa menjadi satu tontonan yang menarik,” ungkap Arie Aziz, Sutradara Film GHOSTHING. 

Apa yang membuat seorang arwah influencer terus mengusik kehidupan Alfian?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Tradisi Sangjit Lebih Berkesan, Vega Hotel Gading Serpong Tawarkan Paket Lengkap Rp18 Juta

2 November 2026 - 07:57 WIB

Konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary di Indonesia Digelar dengan Pesan Kemanusiaan dan Perdamaian

27 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Deteksi Hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu

27 Oktober 2026 - 14:53 WIB

4 Hal Seru Episode 3 Idol’s Table di Viu, Minnie Masak hingga Digoda BamBam

26 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 157 Film dari 59 Negara dan Bintang Legendaris Sammo Hung

22 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Trending di Infotainment