Menu

Mode Gelap
ISOPLUS Run Series 2026 Kembali Digelar di Jakarta dan Surabaya, Ajak 17.000 Pelari Indonesia Unlock Your Greatness Ketua Yayasan MADINAH Melki Sandria Jalin Kerja Sama dengan Dubes Palestina Abdallfattah A.K. Alsattari untuk Bantuan Gaza GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya United Tractors Perkuat Peran Perempuan melalui Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang Luncurkan MRI Modern, Dilengkapi Sajian Istimewa dari Hotel Ciputra Jakarta  Hansaplast Perkuat Solusi Perawatan Luka Anak lewat Peluncuran Aqua Protect Kids, Plester Anak 100% Tahan Air dengan Desain Ceria Nellava Perkenalkan Bullion Live Price Pertama di Indonesia, Dorong Revolusi Transparansi Investasi Emas Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Institut Teknologi Bandung (ITB) Pelayanan Samsat Kabupaten Bekasi Terus Ditingkatkan, Petugas Pastikan Proses Lebih Optimal

Nasional

Debat Panas Menanti: Germas PPA vs Kadis P3AP2KB, Riau Layak Anak atau Tidak?

Perbesar

PEKANBARU, Detak Indonesia News – Isu penanganan kasus bullying dan kekerasan terhadap anak di Riau kembali mencuat. Aliansi Peduli Korban Bullying melalui Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (Germas PPA) menantang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Riau, Hj. Fariza, SH, MH untuk melakukan debat terbuka.

Debat yang akan digelar pada Kamis, 4 September 2025 pukul 14.00 WIB,  ini mengangkat tema: “Apakah Riau Patut Disebut sebagai Provinsi Layak Anak?”

Wakil Ketua Umum DPP Germas PPA, Rika Parlina, SH, menegaskan bahwa status “Provinsi Layak Anak” patut dipertanyakan ketika kasus bullying dan kekerasan terhadap anak masih marak terjadi di Riau.

“Ketika korban bullying dan kekerasan terhadap anak masih banyak, pantaskah Riau diberi predikat Provinsi Layak Anak?” ujar Rika Parlina.

Debat terbuka ini diharapkan menjadi ruang dialog kritis antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menilai sejauh mana kebijakan, program, serta implementasi perlindungan anak berjalan di Bumi Lancang Kuning.

Publik pun menaruh perhatian besar terhadap agenda ini, mengingat Riau kerap mendapat sorotan atas kasus kekerasan terhadap anak yang terus berulang. Acara ini diyakini dapat membuka jalan menuju evaluasi menyeluruh, sekaligus memberikan tekanan agar pemerintah lebih serius dalam upaya perlindungan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

United Tractors Perkuat Peran Perempuan melalui Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana

6 Mei 2026 - 07:35 WIB

Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang Luncurkan MRI Modern, Dilengkapi Sajian Istimewa dari Hotel Ciputra Jakarta 

6 Mei 2026 - 03:05 WIB

Hansaplast Perkuat Solusi Perawatan Luka Anak lewat Peluncuran Aqua Protect Kids, Plester Anak 100% Tahan Air dengan Desain Ceria

5 Mei 2026 - 13:52 WIB

Nellava Perkenalkan Bullion Live Price Pertama di Indonesia, Dorong Revolusi Transparansi Investasi Emas

5 Mei 2026 - 10:34 WIB

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Institut Teknologi Bandung (ITB)

5 Mei 2026 - 08:05 WIB

Trending di Nasional