Menu

Mode Gelap
Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Sempat Dikuasai Pihak Lain, Tanah Ahli Waris Sukamdani Sahid Kembali Setelah BPN Batalkan SHM Tumpang Tindih Buru Pernikahan Impian, Vega Hotel Gading Serpong Tebar Bonus Menginap hingga BBQ Gratis di Wedding Showcase Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas Indonesia Design Week 2026 Resmi Digelar di PIK, 55 Karya Desainer Dunia Hadir Perdana di Indonesia Rayakan 33 Tahun Perjalanan, Hotel Ciputra Jakarta Sajikan “33 Years of Flavors” World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Resmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam Beautiful Pain Ungkap Luka Pengkhianatan dan Fitnah, Raihaanun Perankan Perempuan yang Bangkit Demi Anak RUMAHSAKIT HADIRKAN “ANOMALI TOUR 2026”, MEMBAWA KEMBALI LAGU-LAGU TERSEMBUNYI KE TIGA KOTA

Nasional

Debat Panas Menanti: Germas PPA vs Kadis P3AP2KB, Riau Layak Anak atau Tidak?

Perbesar

PEKANBARU, Detak Indonesia News – Isu penanganan kasus bullying dan kekerasan terhadap anak di Riau kembali mencuat. Aliansi Peduli Korban Bullying melalui Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (Germas PPA) menantang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Riau, Hj. Fariza, SH, MH untuk melakukan debat terbuka.

Debat yang akan digelar pada Kamis, 4 September 2025 pukul 14.00 WIB,  ini mengangkat tema: “Apakah Riau Patut Disebut sebagai Provinsi Layak Anak?”

Wakil Ketua Umum DPP Germas PPA, Rika Parlina, SH, menegaskan bahwa status “Provinsi Layak Anak” patut dipertanyakan ketika kasus bullying dan kekerasan terhadap anak masih marak terjadi di Riau.

“Ketika korban bullying dan kekerasan terhadap anak masih banyak, pantaskah Riau diberi predikat Provinsi Layak Anak?” ujar Rika Parlina.

Debat terbuka ini diharapkan menjadi ruang dialog kritis antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menilai sejauh mana kebijakan, program, serta implementasi perlindungan anak berjalan di Bumi Lancang Kuning.

Publik pun menaruh perhatian besar terhadap agenda ini, mengingat Riau kerap mendapat sorotan atas kasus kekerasan terhadap anak yang terus berulang. Acara ini diyakini dapat membuka jalan menuju evaluasi menyeluruh, sekaligus memberikan tekanan agar pemerintah lebih serius dalam upaya perlindungan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Indonesia Design Week 2026 Resmi Digelar di PIK, 55 Karya Desainer Dunia Hadir Perdana di Indonesia

18 September 2026 - 14:29 WIB

Resmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam

18 September 2026 - 02:19 WIB

TAZA Tutup Perjalanan 26° Rhapsody Lewat Summer Marché Vol. II

17 September 2026 - 11:55 WIB

ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM

17 September 2026 - 11:36 WIB

DRAMATIS! Persija Tekuk Persib 2-1 di SUGBK, Ivan Mamut Jadi Pahlawan di Menit Akhir, Macan Kemayoran Naik ke Posisi 2

12 September 2026 - 14:20 WIB

Trending di Nasional