Menu

Mode Gelap
All Print Indonesia 2026 Dorong Transformasi Industri Grafika, Packaging hingga Teknologi 3D PESTAPORA 2026 Hadirkan “Musik yang Bisa Dicium”, Kolaborasi ATSIRI Luncurkan Dua Aroma Spesial BUMI dan BUGAR Musda XI Golkar Jakbar: Ryanald Jonathan Terpilih Aklamasi, Target Tambah Kursi DPRD DKI pada Pemilu 2029 World Cleanup Day 2026: HARRIS & POP! Hotel Kelapa Gading Turun Langsung Bersihkan Kota Tua Jakarta Makassar Punya Urban Stay Baru! Horison Inn Artha Kencana Resmi Rebranding, Bawa Konsep Hospitality yang Lebih Segar ShopeePay Bersama Bank Indonesia Dorong Manfaat Penggunaan QRIS bagi Pengguna dan Pengusaha UMKM Dugaan Kerugian Ekologis Rp187,86 Miliar, Pengamat Desak Jaksa Agung Turun Tangan Awasi Kasus PT Musim Mas Tiga Proyek Geothermal Digarap Simultan, PT GUT Perkuat Infrastruktur Energi Bersih Menuju Net Zero Hotel Ciputra Jakarta Rayakan Ulang Tahun ke-33 dengan Menanam 33 Pohon Mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove PIK 10 Muse Ramaikan Runway BNB New York di Fashion Nation 2026, Angkat Karakter Fashion Kontemporer Kapolda Metro Jaya Berikan Penghargaan kepada Tiga Anggota yang Berdedikasi Bantu Masyarakat Feel Koplo Guncang CFD Bekasi di Extrajoss Ultimate Takeover

Berita

Bupati dan Wakil Bupati Rohul Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Sertifikasi Produk Halal

Perbesar

Rokan Hulu, Detakindonesianews -Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan acara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dirangkai dengan Sertifikasi Produk Halal dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Selasa (04/03/2025).

Hadir secara langsung maupun yang terhubung secara virtual Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tom Sitohir, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan penyelenggara jaminan produk halal Haikal Hasan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, M.Si, pejabat tinggi Pratama kementerian dan lembaga para gubernur-bupati walikota, dari Pemkab Rokan Hulu diikuti langsung secara virtual Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, SH, MM, Kepala Kemenag Rokan Hulu H. Zulkifli Syarif, S.Ag., M.Pd.i, Perwakilan Kapolres Rokan Hulu, Asisten II Drs. H. Ibnu Ulya, M.Si, dan Beberapa Kepala OPD terkait atau yang mewakili.

Dalam arahannya Tito menyebutkan Kepentingan untuk memberikan jaminan sertifikasi produk halal bukan hanya berdasarkan ideologi atau keagamaannya tapi lebih dari pertarungan dagang (market) antar dunia yang tanpa batas saat ini.

“Indonesia termasuk dalam posisi keempat populasi terbesar di dunia dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, dimana berdasarkan Survey 87, 2 persen masyarakat Indonesia lebih memilih produk halal dan menjadi konsumen makanan halal no 1 di dunia” ujarnya.

Seperti yang diketahui China dan Australia saat ini sangat bergerak cepat menciptakan produk halal yang menyasar konsumen muslim termasuk Indonesia, Jadi untuk menjaga produsen Indonesia sertifikasi halal ini menjadi hal yang penting untuk segera di lakukan.

Sementara itu, kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Haikal Hasan mengatakan pengusaha-pengusaha lokal setelah bersertifikat halal langsung bisa bermain di pasar dunia.

Seorang ibu hanya pengusaha keripik singkong dan keripik pisang di Jawa Timur telah Mencapai Produksi menembus 2 kontainer untuk dipasarkan ke Negara Perancis, jadi yang ingin saya sampaikan kepada Kepala Daerah yang saya hormati di seluruh Indonesia seperti persis apa yang diarahkan oleh pak Tito bahwa kita bicara soal lifestyle” jelasnya.

Haikal Hasan menambahkan bahwa 20.640 Triliun adalah angka hasil produk halal dunia pada tahun 2024, sementara Indonesia hanya dapat 673 atau 3,2 persen dari total angkaproduk halal dunia yang terjual.

“penjualan produk Indonesia rendah bukan karena tidak halal tapi karena kita tidak tertib sertifikasi halal padahal peluang ini sangat besar kita cukup terbit halal maka angka kita agar akan menembus nomor satu dunia karena peluang di dalam negeri banyak tapi terabaikan”ungkapnya.

Selanjutnya, Haikal berpesan kepada para kepala daerah untuk mendorong, mendukung dan memfasilitasi sertifikasi halal pelaku usaha di daerahnya masing masing, Dan sertifikasi halal ini di buat sebagai pintu terakhir untuk mencegah banjirnya barang dari luar negeri.

Terkait inflasi, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan bahwa Indonesia mengalami deflasi sebesar -0,48% pada Februari 2025. Faktor utama Deflasi ini adalah diskon listrik 50% yang diberlakukan pada Januari–Februari 2025, serta penurunan harga komoditas pangan seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam, Namun, beberapa komoditas seperti BBM non-subsidi dan emas perhiasan masih mengalami inflasi.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan terhadap UMKM dalam mendapatkan sertifikasi halal, Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam industri halal global.

Sementara itu, di Rokan hulu sendiri pengendalian inflasi yang terkendali menunjukkan stabilitas ekonomi dan pasar terutama menjelang hari raya.

Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, SH, MM mengatakan Langkah-langkah strategis yang diambil diantaranya memantau harga bahan pangan di pasar-pasar yang ada di Rokan Hulu, menjaga ketersediaan bahan pokok seperti beras dan memastikan peredaran bahan pokok sampai ke tingkat konsumen serta mengawasi agar tidak ada oknum yang melakukan penimbunan bahan pokok (Adv/Pemkab Rohul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OBH YHRS Terima Penghargaan Sebagai Posbakum Terbaik se-Riau

3 September 2026 - 15:04 WIB

Dugaan Gudang Penimbunan dan Pengolahan BBM Ilegal Oplosan Miliki Yuda di Siak Jadi Sorotan, Warga Minta Aparat Bertindak

29 Agustus 2026 - 07:43 WIB

TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

21 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Soroti Ribuan Kasus Kekerasan Anak, Teuku Reyza Dorong Riau Buktikan Diri sebagai Provinsi Layak Anak

14 Agustus 2026 - 17:44 WIB

TAZA IMPACT Hadirkan Ruang Diskusi “Becoming Muslim in Borderless World”, Sekaligus Peluncuran Buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dari Fitya Center

25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Trending di Berita