Detakindonesianews.com, Jakarta – Memasuki usia empat tahun, Jakarta Bird Land (JBL) Ancol memperkuat perannya sebagai destinasi wisata edukasi satwa dengan menghadirkan inovasi digital Avessia Audio Journey bertema “Every Wings Has a Story”. Diluncurkan bertepatan dengan perayaan hari jadinya pada 5 November 2026, inovasi ini memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat karakteristik, keunikan, hingga fakta menarik berbagai jenis burung melalui teknologi pemindaian kode QR (QR code).
Terobosan tersebut menjadi bagian dari komitmen Jakarta Bird Land dalam menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa pengetahuan tentang keanekaragaman satwa, khususnya dunia burung atau avifauna.
Melalui Avessia Audio Journey, pengunjung cukup memindai QR code yang tersedia di setiap area koleksi burung untuk mengakses informasi dalam format audio. Cara ini memberikan pengalaman eksplorasi yang lebih interaktif sekaligus memudahkan masyarakat, termasuk anak-anak, untuk belajar mengenal berbagai spesies burung saat berwisata.
Perayaan HUT ke-4 Jakarta Bird Land berlangsung hangat dengan melibatkan anak-anak yatim dan siswa Sekolah Rakyat Ancol. Rangkaian acara diawali dengan penampilan marching band, dilanjutkan prosesi pemotongan tumpeng oleh jajaran manajemen Jakarta Bird Land yang kemudian diberikan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial.
Suasana perayaan semakin semarak melalui pertunjukan edukatif bertajuk “Wings of Sky”. Penampilan tersebut membawa pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan dan ajakan untuk menjaga bumi melalui kecintaan terhadap satwa di sekitar kita.
Momentum perayaan ini juga bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap 5 November. Menyambut momentum tersebut, Ancol menghadirkan pameran fotografi bertajuk “Discover the Wild Birds Around Us” di Aviary Jakarta Bird Land.
Pameran ini menampilkan karya anggota Jakarta Bird Watcher Society yang mengabadikan keberagaman burung liar di kawasan Ancol. Dokumentasi tersebut memperlihatkan bahwa kawasan pesisir perkotaan seperti Ancol juga memiliki potensi biodiversitas yang menarik untuk dikenal, diapresiasi, dan dilestarikan.
Melalui karya-karya fotografi tersebut, pengunjung diajak melihat sisi lain Ancol yang tidak hanya dikenal sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang patut mendapat perhatian.
Semangat ini sejalan dengan pesan “Ancol is More Than a Recreation Destination. It Is Also a Place to Discover Urban Biodiversity”, yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan alam sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem dan kelestarian satwa liar.
Memasuki tahun keempat perjalanannya, Jakarta Bird Land berharap berbagai inovasi dan kegiatan edukatif yang dihadirkan dapat semakin memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi satwa. Sebab, mengenal keanekaragaman burung bukan hanya memberikan pengalaman baru saat berwisata, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
