Detakindonesianews.com, Depok, 4 Oktober 2026 — Video viral yang memperlihatkan sejumlah pria berjoget dalam suasana menyerupai tempat hiburan malam di dalam rumah tahanan (rutan) menggegerkan publik. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan aktivitas penggunaan narkoba di salah satu kamar hunian warga binaan Rutan Kelas I Depok.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan bahwa lokasi perekaman video tersebut berada di dalam Rutan Depok. Menurutnya, video memang direkam di salah satu kamar hunian yang dihuni sebanyak 22 warga binaan.
“Memang betul kejadian itu ada di salah satu kamar yang berisi 22 warga binaan. Ada beberapa warga binaan, sekitar dua sampai empat orang, yang kami periksa lebih lanjut,” kata Ario, Minggu (4/10/2026).
Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah pria tampak berjoget di dalam ruangan dengan lampu kerlap-kerlip dan iringan musik house music. Seorang pria yang mengenakan topi terlihat berjoget di depan kamera sambil memegang benda yang diduga bong atau alat isap narkoba.
Rekaman tersebut juga memuat percakapan yang diduga mengarah pada aktivitas penggunaan sabu. “Ok tarik, ntar dulu, ntar,” terdengar suara seorang pria dalam video tersebut.
Menindaklanjuti video yang viral, pihak Rutan Depok melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warga binaan yang diduga berada di kamar tersebut. Sekitar dua hingga empat warga binaan diperiksa lebih lanjut untuk mendalami aktivitas yang terekam dalam video serta memastikan penggunaan barang yang terlihat dalam rekaman.
Tak hanya warga binaan, pihak Rutan Depok juga memeriksa dua petugas yang diduga memiliki indikasi membantu masuknya sejumlah barang yang terlihat dalam video. Kedua petugas tersebut berasal dari jajaran satuan pengamanan dan staf perlindungan kerja.
Pihak Rutan Depok telah melaporkan dugaan keterlibatan kedua petugas tersebut kepada kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna mengungkap bagaimana aktivitas yang terekam dalam video dapat terjadi di dalam lingkungan rutan.
Pendalaman juga dilakukan untuk mengetahui asal-usul barang yang diduga digunakan dalam video, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran prosedur pengamanan serta keterlibatan pihak lain.
Hingga kini, pihak Rutan Depok bersama kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan kronologi kejadian, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, serta mengungkap fakta di balik beredarnya video viral tersebut.
