Detakindonesianews.com | Singapura — Nurul Quran Centre Singapura kembali melaksanakan program Qurban dan Dakwah Islamiyah pada 27 Mei 2026 sebagai bentuk amanah yang dipercayakan para jemaah dan peserta pengajian. Memasuki tahun ke-6 pelaksanaannya, program ini menjadi bukti konsistensi Nurul Quran Centre dalam membangun syiar Islam, pendidikan Al-Quran, serta pelayanan umat secara berkelanjutan di tingkat internasional.
Program qurban yang dijalankan setiap tahun ini melibatkan para peserta pengajian dan masyarakat Muslim dari berbagai negara. Amanah qurban tersebut disalurkan dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian daripada komitmen Nurul Quran Centre dalam memperkuat nilai ibadah, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah lintas negara.
Pendiri Nurul Quran Centre, Hajjah Nurul Alinda binti Djamaludin, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang terus mendukung perjalanan dakwah dan pendidikan Islam yang dibangunkan sejak masa pandemi Covid-19 pada tahun 2021.
Berawal dari kelas pengajian online melalui platform Zoom, Nurul Quran Centre kini berkembang menjadi pusat pengajian Islam yang aktif menjalankan pelbagai program pendidikan secara online dan offline di Singapura. Program-program tersebut dirancang agar lebih fleksibel dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Muslim modern, khususnya bagi komunitas Muslim di negara minoritas.
Hajjah Nurul Alinda merupakan lulusan Institut Perguruan Tinggi Al-Zuhri Singapura dan telah menetap di Singapura selama kurang lebih 20 tahun. Beliau menempuh pendidikan pengajian Islam dari peringkat sijil hingga sarjana, dan kini sedang melanjutkan pengajian Master Pendidikan Agama Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor, Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Nurul Quran Centre terus berkembang dengan menghadirkan berbagai program unggulan seperti pengajian talaqqi bersanad, pengajian qiraat pelbagai riwayat, kelas fiqih dan ilmu agama, kelas Bahasa Arab, program tilawah Al-Quran, One Juzuk One Day, majelis khatam Al-Quran 30 juzuk, hingga majelis doa dan tahlil.
Pelaksanaan pengajian dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari kelas online melalui Zoom, pembelajaran langsung di pusat pengajian di Singapura, hingga program asatidzah datang ke rumah peserta. Pendekatan ini menjadikan Nurul Quran Centre lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menjangkau peserta dari pelbagai latar belakang.
Menariknya, peserta pengajian Nurul Quran Centre tidak hanya berasal dari Singapura, tetapi juga Malaysia, Indonesia, bahkan Mesir serta beberapa negara lainnya. Tenaga pengajar dan asatidzah yang terlibat juga berasal dari berbagai negara seperti Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Mesir, menjadikan pusat pengajian ini memiliki jaringan dakwah dan pendidikan Islam yang bersifat internasional.
Selain fokus pada pendidikan dan dakwah, Nurul Quran Centre turut aktif dalam program kebajikan melalui Yayasan Nurul Quran di Bandung, Indonesia. Yayasan tersebut bergerak dalam pembinaan anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan agama serta perhatian yang lebih baik untuk masa depan mereka.
Hingga saat ini seluruh program berjalan secara istiqamah dan terus berkembang. Ke depan, Nurul Quran Centre berencana membangun fasilitas dan pusat kegiatan yang lebih besar dan lebih memadai demi mendukung pengembangan dakwah, pendidikan Al-Quran, serta pembinaan umat Islam secara lebih luas.
Melalui momentum program qurban tahun ini, Nurul Quran Centre berharap dapat terus menjadi wadah dakwah dan pendidikan Islam yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Muslim global serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah umat.
