Menu

Mode Gelap
IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH

Nasional

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Resmi Membuka Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu Di Gedung Mina Bahari III Jakarta

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 4 Mei 2026 – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi membuka Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal pemerintah dalam mengorkestrasi pembangunan perlindungan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa melalui proyek strategis nasional, termasuk pembangunan Giant Sea Wall (GSW) yang akan berjalan secara bertahap dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun.

Dalam arahannya, AHY menegaskan bahwa Pantura Jawa merupakan kawasan yang sangat strategis karena menjadi koridor ekonomi, industri, transportasi, logistik, hingga sentra pangan nasional yang berkontribusi sekitar 23 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Pantura menghadapi dua tekanan besar sekaligus, yaitu penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan kenaikan permukaan air laut yang memicu banjir rob. Ini ancaman nyata bagi jutaan masyarakat pesisir,” ujar AHY.

Ia mengungkapkan bahwa tanpa intervensi serius, penurunan tanah di kawasan Pantura dapat mencapai 1 hingga 20 cm per tahun. Kondisi ini diperparah oleh intrusi air laut serta ketidakseimbangan tata ruang di wilayah hulu.

Lebih dari itu, sekitar 17 juta dari total 52 juta penduduk di kawasan Pantura hidup dalam risiko langsung akibat ancaman tersebut, termasuk para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari wilayah pesisir.

Pendekatan Hybrid dan Kolaborasi Besar

AHY menekankan bahwa pembangunan tidak hanya mengandalkan infrastruktur keras (grey infrastructure), tetapi juga mengedepankan pendekatan hybrid dengan solusi berbasis alam seperti rehabilitasi mangrove.

“Tidak semua harus dibangun dengan beton. Kita kombinasikan dengan pendekatan alami seperti mangrove yang mampu menahan abrasi sekaligus menyerap karbon dan mendukung ekonomi lokal,” jelasnya.

Proyek ini akan mencakup pembangunan sepanjang kurang lebih 575 kilometer yang dibagi ke dalam 15 segmen agar dapat dikerjakan secara paralel dan lebih efektif.

Pemerintah juga melibatkan sedikitnya 23 kementerian dan lembaga, pemerintah daerah di 5 provinsi, 20 kabupaten, dan 5 kota, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pendanaan dan Skema Kerja Sama

Sebagai proyek berskala besar, pembangunan ini tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga membuka peluang investasi melalui skema public-private partnership (PPP), baik dari dalam maupun luar negeri.

“Ini mega proyek yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi. Kita membangun super team agar perencanaan, penganggaran, hingga eksekusi berjalan terpadu,” tegas AHY.

Perlindungan dan Kesejahteraan Nelayan

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga memastikan bahwa kebijakan relokasi nelayan yang terdampak proyek akan dilakukan dengan pendekatan kesejahteraan.

“Relokasi bukan untuk menggusur, tetapi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan agar lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini akan terintegrasi dengan konsep Kampung Nelayan Merah Putih, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi pesisir.

Komitmen Bersama

Kick-off meeting ini menjadi tonggak awal komitmen bersama pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan masyarakat untuk menyelamatkan kawasan Pantura Jawa dari ancaman krisis lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi nasional.

“Ini adalah langkah awal. Kita ingin memastikan semangat ini terus terjaga dan masyarakat memahami urgensi serta manfaat dari program besar ini,” pungkas AHY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global

23 Agustus 2026 - 12:45 WIB

IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung

22 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan

22 Agustus 2026 - 05:48 WIB

EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH

21 Agustus 2026 - 03:27 WIB

Jakarta Jadi Puncak Rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Kompetisi hingga Coffee Rave Party

21 Agustus 2026 - 03:09 WIB

Trending di Nasional