Menu

Mode Gelap
11 Ribu Peserta Siap Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali ISOPLUS Run Series 2026 Kembali Digelar di Jakarta dan Surabaya, Ajak 17.000 Pelari Indonesia Unlock Your Greatness Ketua Yayasan MADINAH Melki Sandria Jalin Kerja Sama dengan Dubes Palestina Abdallfattah A.K. Alsattari untuk Bantuan Gaza 402 Relawan Turun ke Lokasi Bencana, Menteri Dody Apresiasi Dedikasi Generasi Muda PU dalam Penanganan Bencana di Sumatera GERMAS PPA Riau Dukung Program Green Policing Polda Riau, Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Lingkungan myBCA International Java Jazz Festival 2026: 21 Tahun Java Festival Production Menghubungkan Generasi, Membuka Lembar Perayaan Berikutnya Harga Emas Tetap Stabil, Nellava Bullion Jadi Pilihan di Tengah Lonjakan Pasar Fun Walk Berkebaya Jadi Gerakan Nasional: KOWANI Ajak Perempuan Rebut Ruang Publik Ratusan Buruh Hadiri Halal Bihalal KPBI, Soroti Ketidakpastian Kerja Wow Tiket Masuk Ancol Hanya Rp120.000 per mobil untuk Ramai – Ramai Mulai 15 April 2026 HALAL BI HALAL KNPI 2026: Bukan Sekadar Silaturahmi, Ini Panggung Konsolidasi Besar Pemuda Indonesia Pasca Lebaran Polwan Polda Metro Jaya Diterjunkan Layani Aksi Tani Merdeka, Penyampaian Aspirasi Berjalan Tertib

Nasional

Fun Walk Berkebaya Jadi Gerakan Nasional: KOWANI Ajak Perempuan Rebut Ruang Publik

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, 19 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menggelar kegiatan bertajuk “Gerakan Nasional Wanita Berkebaya dan Peringatan Hari Kartini 2026 – Fun Walk Berkebaya” pada Minggu pagi di Jakarta Pusat.

Kegiatan ini akan dimulai dari kantor KOWANI dan berakhir di Gedung Sarinah, dengan melibatkan ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Mengusung konsep jalan santai (fun walk), acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga gerakan simbolik dalam melestarikan budaya sekaligus memperkuat peran perempuan di ruang publik.

Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan representasi identitas, perjuangan, dan martabat perempuan Indonesia.

> “Gerakan berkebaya ini bukan hanya tentang melestarikan budaya, tetapi juga menegaskan bahwa perempuan Indonesia memiliki identitas kuat dan peran strategis dalam pembangunan bangsa. Semangat Kartini harus terus hidup dalam tindakan nyata,” ujar Nannie.

Ia juga menambahkan bahwa momentum Hari Kartini harus dimaknai lebih luas sebagai ajakan untuk perempuan Indonesia agar berani tampil, bersuara, dan berkontribusi aktif di berbagai sektor kehidupan.

> “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk kembali bangga menggunakan kebaya sebagai simbol jati diri sekaligus memperkuat solidaritas perempuan dalam menghadapi tantangan zaman,” lanjutnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan nasional yang berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada peringatan seremonial tahunan, tetapi juga mampu mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan.

Selain itu, kehadiran media diharapkan dapat memperluas gaung gerakan ini ke seluruh penjuru Indonesia, sehingga semangat emansipasi yang diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini dapat terus relevan di era modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Emas Tetap Stabil, Nellava Bullion Jadi Pilihan di Tengah Lonjakan Pasar

19 April 2026 - 12:12 WIB

Ratusan Buruh Hadiri Halal Bihalal KPBI, Soroti Ketidakpastian Kerja

19 April 2026 - 05:14 WIB

Wow Tiket Masuk Ancol Hanya Rp120.000 per mobil untuk Ramai – Ramai Mulai 15 April 2026

17 April 2026 - 18:46 WIB

HALAL BI HALAL KNPI 2026: Bukan Sekadar Silaturahmi, Ini Panggung Konsolidasi Besar Pemuda Indonesia Pasca Lebaran

17 April 2026 - 15:23 WIB

Cara Lebih Mudah Menambah Penghasilan: Model Sewa VinFast Ubah Cara Kerja Mitra Pengemudi di Indonesia

17 April 2026 - 12:48 WIB

Trending di Nasional