Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Nasional

Visa Menegaskan Komitmen terhadap Pembayaran Digital yang Aman untuk Mendukung Ekonomi Digital Indonesia

Perbesar

  • Visa’s Industry Risk & Digital Forum mempertemukan para pemimpin di sektor jasa keuangan Indonesia untuk berbagi pengalaman terbaik dan memperkuat upaya kolektif dalam mewujudkan ekosistem pembayaran digital yang seamless dan aman.
 
Detakindonesianews.com, Jakarta, 3 Februari 2026 – Visa (NYSE: V), pemimpin global dalam pembayaran digital, mendukung percepatan transformasi digital Indonesia dengan menghadirkan wawasan global dan praktik terbaik kepada para mitra di Indonesia. Salah satu upaya untuk memperkuat kolaborasi lintas industri, Visa menyelenggarakan Industry Risk & Digital Forum yang mempertemukan pegiat dari perbankan, fintech, penyedia layanan pembayaran, serta regulator.
Forum ini menjadi platform strategis bagi komunitas jasa keuangan Indonesia untuk bertukar wawasan dan meningkatkan kesiapan kolektif seiring meluasnya penggunaan pembayaran digital melalui kartu, dompet digital, QR, hingga jaringan real‑time A2A.
Ekonomi digital Indonesia kini memasuki era baru yang lebih luas dan lebih matang. Dengan QRIS yang telah menjangkau puluhan juta merchant, BI-FAST yang memungkinkan transfer real-time berbiaya rendah, serta dompet digital yang semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, Indonesia bergerak cepat menuju standar kota digital kelas dunia.
Seiring dengan percepatan momentum ini, memastikan pembayaran digital yang terpercaya, aman, dan saling terhubung menjadi semakin penting, baik untuk melindungi konsumen, memberdayakan UMKM, maupun menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Kebutuhan ini menjadi semakin jelas ketika melihat bagaimana pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia terus meningkat secara signifikan. Transaksi melalui kartu, dompet digital, QRIS, mobile banking, dan internet banking tumbuh 26% YoY, mencapai Rp 7.000 triliun[1].
Momentum yang lebih kuat terlihat pada pembayaran real-time A2A, yang melonjak 37% YoY menjadi Rp 12.000 triliun[2].
Namun, ekspansi pesat ini juga menghadirkan tantangan baru.berdasarkan data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) – OJK, lebih dari 400.000 laporan penipuan online tercatat sepanjang tahun lalu, dengan total kerugian mencapai Rp 9,1 triliun[3]. Tren ini menegaskan pentingnya keamanan yang tepercaya serta kolaborasi lintas industri seiring meluasnya adopsi pembayaran digital di seluruh Indonesia.
Wawasan global yang dipaparkan dalam forum menunjukkan bahwa kejahatan siber berevolusi dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Jaringan kriminal kini beroperasi menggunakan infrastruktur sistematis berskala industri termasuk botnet, skrip otomatis, dan alat berbasis AI, untuk melancarkan berbagai serangan secara simultan. Penyebutan istilah “AI Agent” meningkat 477%, menandai pesatnya pertumbuhan taktik rekayasa sosial berbasis AI, ekstraksi data otomatis, dan kapabilitas serangan lainnya[4]. “Visa berkomitmen memastikan kemajuan digital Indonesia dibangun di atas fondasi kepercayaan. Dengan membawa wawasan global dan kapabilitas keamanan canggih kepada para mitra lokal, kami membantu menghadirkan pengalaman yang lebih aman dan lebih seamless bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Vira Widiyasari, Country Manager, Visa Indonesia.
“Indonesia adalah salah satu pasar pembayaran digital paling dinamis di Asia Pasifik. Dengan inovasi yang berkembang begitu cepat di seluruh ekosistem, kita harus tetap selangkah lebih maju dari ancaman yang semakin canggih, termasuk yang didorong oleh AI. Ketika inovasi berjalan beriringan dengan keamanan yang kuat dan kolaborasi, ekonomi digital dapat tumbuh dengan kepercayaan yang berkelanjutan.” Abdul Rahim, Head of Risk, Regional Southeast Asia, Visa, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pasar.
“Keamanan adalah fondasi utama pembayaran digital. Seiring pertumbuhan QRIS, dompet digital, dan pembayaran real‑time, masyarakat Indonesia perlu merasa yakin bahwa setiap transaksi terlindungi. Dengan menggabungkan intelijen global dan kemitraan lokal, kami membantu issueracquirer, dan fintech mendeteksi ancaman lebih awal dan mencegah penipuan sebelum berdampak pada konsumen dan pelaku usaha.” tambah Nitia, Head of Risk, Visa Indonesia.
Kapabilitas global Visa mulai dari deteksi risiko berbasis AI, tokenisasi, autentikasi modern, hingga alat‑alat scam disruption mendukung para mitra di Indonesia untuk menghentikan penipuan sebelum meluas. Salah satu contohnya adalah program Visa Scam Disruption, yang memanfaatkan intelijen global untuk mengidentifikasi dan membongkar jaringan penipuan sebelum mencapai skala besar[5].
Selaras dengan Indonesia Payment System Blueprint 2025, Visa menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya untuk membantu Indonesia membangun ekosistem pembayaran digital yang aman, interoperabel, dan siap menghadapi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah

19 Juni 2026 - 03:54 WIB

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global

19 Juni 2026 - 03:16 WIB

Trending di Nasional