Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Nasional

RMI NU DKI Minta Pemerintah Stop Impor Foodtray Dari China dan Gunakan Produk SNI

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta -Usai melakukan pertemuan dengan Sekjen Kementerian Perdagangan RI, pada Kamis, 18 September 2025. RABITHAH Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta melakukan jumpa Pers, dan dari pertemuan tersebut RMI NU DKI mendesak Kementerian Perdagangan melakukan moratorium izin impor food tray atau ompreng proyek makan bergizi gratis (MBG) dari China, yang saat ini sudah masuk sekitar 3 juta foodtray China, karena temuan ada dugaan kandungan minyak babi.

Ketua RMI-NU DKI Jakarta Rakhmad Zailani Kiki, mendesak pemerintah melakukan moratorium, menghentikan impor food tray yang memang bermasalah dari sisi kehalalan dan thayyiban.

Rakhmad Zailani Kiki, menegaskan bahwa dari hasil kunjungan ke pabrik food tray di China,

Kandungan babi diduga terdapat pada minyak yang menjadi bahan pelumas produksi ompreng di Cina, mereka mengaku zat tersebut digunakan untuk menekan kegagalan produksi, dan kita juga sudah melakukan uji di dua laboratorium di China. Dimana hasil uji laboratorium di Cina melalui Shanghai Weipu Testing Technology Group di Cina menunjukkan adanya penggunaan minyak babi dalam proses produksi ompreng yang sudah beredar di Indonesia.

RMI NU DKI akan tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), hanya harus mengacu akan kehalalan produk makanan maupun alat yang digunakan, dan kita mendesak pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri berstandar SNI.

Rakhmad mengatakan jaminan halal tidak terbatas pada produk makanan atau minuman. Lebih dari itu, jaminan halal juga berlaku pada barang jadi termasuk ompreng. Itu berarti, jaminan kehalalan dalam proses pembuatan produk termasuk penting untuk diperhatikan. Itu adalah proses yang penting untuk mengetahui apakah produk itu halal atau tidak. Ini sangat amat sensitif, kata dia.

Selain menyoroti dugaan kandungan babi, RMI-NU DKI juga meminta agar pemerintah juga membeli ompreng berkualitas baik. Sebab ia menduga ompreng berkualitas rendah rentan berkarat bisa menjadi pemicu kasus keracunan makan bergizi gratis yang belakangan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah

19 Juni 2026 - 03:54 WIB

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global

19 Juni 2026 - 03:16 WIB

Trending di Nasional