Menu

Mode Gelap
IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur Keselamatan jadi Budaya, United Tractors Raih Indonesia Safety Excellence Award 2026 Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

Nasional

RMI NU DKI Minta Pemerintah Stop Impor Foodtray Dari China dan Gunakan Produk SNI

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta -Usai melakukan pertemuan dengan Sekjen Kementerian Perdagangan RI, pada Kamis, 18 September 2025. RABITHAH Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta melakukan jumpa Pers, dan dari pertemuan tersebut RMI NU DKI mendesak Kementerian Perdagangan melakukan moratorium izin impor food tray atau ompreng proyek makan bergizi gratis (MBG) dari China, yang saat ini sudah masuk sekitar 3 juta foodtray China, karena temuan ada dugaan kandungan minyak babi.

Ketua RMI-NU DKI Jakarta Rakhmad Zailani Kiki, mendesak pemerintah melakukan moratorium, menghentikan impor food tray yang memang bermasalah dari sisi kehalalan dan thayyiban.

Rakhmad Zailani Kiki, menegaskan bahwa dari hasil kunjungan ke pabrik food tray di China,

Kandungan babi diduga terdapat pada minyak yang menjadi bahan pelumas produksi ompreng di Cina, mereka mengaku zat tersebut digunakan untuk menekan kegagalan produksi, dan kita juga sudah melakukan uji di dua laboratorium di China. Dimana hasil uji laboratorium di Cina melalui Shanghai Weipu Testing Technology Group di Cina menunjukkan adanya penggunaan minyak babi dalam proses produksi ompreng yang sudah beredar di Indonesia.

RMI NU DKI akan tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), hanya harus mengacu akan kehalalan produk makanan maupun alat yang digunakan, dan kita mendesak pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri berstandar SNI.

Rakhmad mengatakan jaminan halal tidak terbatas pada produk makanan atau minuman. Lebih dari itu, jaminan halal juga berlaku pada barang jadi termasuk ompreng. Itu berarti, jaminan kehalalan dalam proses pembuatan produk termasuk penting untuk diperhatikan. Itu adalah proses yang penting untuk mengetahui apakah produk itu halal atau tidak. Ini sangat amat sensitif, kata dia.

Selain menyoroti dugaan kandungan babi, RMI-NU DKI juga meminta agar pemerintah juga membeli ompreng berkualitas baik. Sebab ia menduga ompreng berkualitas rendah rentan berkarat bisa menjadi pemicu kasus keracunan makan bergizi gratis yang belakangan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keselamatan jadi Budaya, United Tractors Raih Indonesia Safety Excellence Award 2026

24 Agustus 2026 - 11:01 WIB

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global

23 Agustus 2026 - 12:45 WIB

IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung

22 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan

22 Agustus 2026 - 05:48 WIB

EDRR INDONESIA 2026 SUKSES DIGELAR, DORONG KOLABORASI NASIONAL UNTUK KESIAPSIAGAAN BENCANA YANG LEBIH TANGGUH

21 Agustus 2026 - 03:27 WIB

Trending di Nasional