Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Nasional

Sikapi Kondisi Bangsa Saat Ini, DPP NCW Serukan Jaga Persatuan

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) National Corruption Watch (NCW) mengeluarkan pernyataan resmi terkait maraknya aksi kerusuhan di sejumlah daerah. Ketua Umum DPP NCW, Hanifa Sutrisna, menegaskan adanya dugaan aliran dana haram yang dipakai untuk membiayai kerusuhan, termasuk logistik massa dan aksi provokasi.

“Kerusuhan ini bukan semata-mata murni aspirasi rakyat. Kami menduga kuat ada aktor intelektual dan jaringan finansial yang bermain di balik layar. Dana haram itu dipakai untuk menciptakan kekacauan, bahkan sampai menelan korban jiwa di Jakarta, Makassar, dan beberapa daerah lainnya,” ujar Hanifa dalam konferensi pers di Kantor DPP NCW, Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Kritik atas Kebijakan Ekonomi

Hanifa menilai kondisi bangsa kian rawan akibat ketidakadilan ekonomi dan kebijakan negara yang belum berpihak kepada rakyat kecil. NCW menyoroti sejumlah persoalan, antara lain pajak yang dibebankan pada UMKM dan pedagang kaki lima, rendahnya upah buruh, minimnya gaji guru honorer, serta perlakuan istimewa bagi perusahaan tambang asing berupa tax holiday.

“Kebijakan ini tidak adil. Rakyat kecil dipaksa menanggung beban, sementara korporasi besar dan asing justru mendapat keistimewaan. Hal ini yang memicu aksi mahasiswa, buruh, pelajar, dan masyarakat sipil,” tegasnya.

Imbauan kepada Aparat dan Pemerintah

Dalam sikap resminya, NCW menyerukan beberapa hal penting:

1. Aparat penegak hukum diminta bersikap humanis dan menindak tegas oknum aparat yang melanggar etika maupun disiplin.

2. Pemerintah segera menghadirkan solusi nyata atas persoalan ekonomi rakyat, termasuk reformasi perpajakan, perlindungan buruh, penyelesaian status guru honorer, serta pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada bangsa.

3. Partai politik dan elit diminta tidak menjadikan penderitaan rakyat sebagai alat konsolidasi politik.

4. Kapolri diminta bertanggung jawab atas eskalasi kerusuhan dan mempertimbangkan untuk mundur secara ksatria demi menjaga marwah institusi.

5. Meminta Presiden untuk melakukan reshuffle kabinet guna membersihkan pejabat-pejabat yang tidak mendukung pemerintahan Presiden Prabowo secara nyata. Dan meminta pimpinan partai politik untuk melakukan tindakan tegas kepada kadernya yang melakukan pelanggaran etika dan memicu kamarahan rakyat yang saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja ekonominya.

Hanifa juga menyampaikan rasa duka mendalam atas korban jiwa dalam kerusuhan. “Ini bukti nyata bahwa ada pihak-pihak yang menunggangi aspirasi rakyat dengan cara kotor,” katanya.

Dukungan Kritis untuk Presiden Prabowo

Meskipun melontarkan kritik keras, NCW menyatakan tetap memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai penerima mandat rakyat.

“Dukungan ini bukan tanpa catatan. Kami percaya Presiden Prabowo mampu membawa bangsa keluar dari situasi sulit. Namun NCW akan terus mengawasi agar kebijakan tetap sesuai konstitusi dan berpihak pada rakyat,” jelas Hanifa.

Seruan Menjaga Persatuan

Menutup konferensi pers, Hanifa menyerukan kepada mahasiswa, pelajar, buruh, dan masyarakat sipil untuk tetap menjaga persatuan.

“Aspirasi rakyat harus diperjuangkan dengan cara bermartabat, bukan melalui kerusuhan yang dibiayai uang haram. Kita harus menjaga persatuan, sebab setiap gesekan horizontal ditambah ketidakpuasan vertikal mudah dimanfaatkan pihak tertentu, termasuk kepentingan asing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia 

20 Juni 2026 - 07:44 WIB

JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

19 Juni 2026 - 06:58 WIB

ARTA Bidik Pendapatan Rp100 Miliar pada 2026, Pemegang Saham Setujui Penguatan Struktur Permodalan

19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 dan Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah

19 Juni 2026 - 03:54 WIB

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Melalui Halal Indo 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional Berdaya Saing Global

19 Juni 2026 - 03:16 WIB

Trending di Nasional