Menu

Mode Gelap
VinFast Umumkan Harga Limo Green, Resmi Masuk Segmen MPV 7 Penumpang di Indonesia IIMS 2026 Resmi Dibuka, Awali Optimisme Industri Otomotif Indonesia di Tahun 2026 Swiss-Belhotel Airport Jakarta Gelar Preview Event Ramadan 2026 dan Perkenalkan Paket Iftar “Cita Rasa Ramadan” Rayakan Kehangatan Ramadan di HARRIS Hotel Kelapa Gading: Dari Cita Rasa Nusantara hingga Mediterania Krista Exhibitions Paparkan Agenda Strategis 2026 dan Pastikan KRISTA INTERFOOD Digelar di NICE PIK 2, Fokus Perkuat Industri F&B dan HoReCa Nasional Pengukuhan DPW NCW Bali Disambut Antusias, Tegaskan Perang terhadap Korupsi Kemala Run 2026 Bidik 10.000 Pelari di Bali, Total Hadiah Rp3,5 Miliar dan Usung Misi “Charity for Indonesia” untuk Korban Bencana SeaBank: Gaya Hidup Jalan, Uang Tetap Aman-Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026 PERKUAT STABILITAS KAWASAN MARITIM, DANKODAERAL III TINJAU FASILITAS LANAL BANGKA BELITUNG HIMM Merilis Album Debut ‘Selamanya’: Catatan Pop tentang Cinta, Waktu, dan Keberanian Memulai Kembali Wujudkan Mimpi Anak Indonesia, Mahakarya Pictures Rilis Trailer Resmi Film Petualangan ‘Pelangi di Mars’

Nasional

Sikapi Kondisi Bangsa Saat Ini, DPP NCW Serukan Jaga Persatuan

Purnomo AMd,badge-check


					Sikapi Kondisi Bangsa Saat Ini, DPP NCW Serukan Jaga Persatuan Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) National Corruption Watch (NCW) mengeluarkan pernyataan resmi terkait maraknya aksi kerusuhan di sejumlah daerah. Ketua Umum DPP NCW, Hanifa Sutrisna, menegaskan adanya dugaan aliran dana haram yang dipakai untuk membiayai kerusuhan, termasuk logistik massa dan aksi provokasi.

“Kerusuhan ini bukan semata-mata murni aspirasi rakyat. Kami menduga kuat ada aktor intelektual dan jaringan finansial yang bermain di balik layar. Dana haram itu dipakai untuk menciptakan kekacauan, bahkan sampai menelan korban jiwa di Jakarta, Makassar, dan beberapa daerah lainnya,” ujar Hanifa dalam konferensi pers di Kantor DPP NCW, Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Kritik atas Kebijakan Ekonomi

Hanifa menilai kondisi bangsa kian rawan akibat ketidakadilan ekonomi dan kebijakan negara yang belum berpihak kepada rakyat kecil. NCW menyoroti sejumlah persoalan, antara lain pajak yang dibebankan pada UMKM dan pedagang kaki lima, rendahnya upah buruh, minimnya gaji guru honorer, serta perlakuan istimewa bagi perusahaan tambang asing berupa tax holiday.

“Kebijakan ini tidak adil. Rakyat kecil dipaksa menanggung beban, sementara korporasi besar dan asing justru mendapat keistimewaan. Hal ini yang memicu aksi mahasiswa, buruh, pelajar, dan masyarakat sipil,” tegasnya.

Imbauan kepada Aparat dan Pemerintah

Dalam sikap resminya, NCW menyerukan beberapa hal penting:

1. Aparat penegak hukum diminta bersikap humanis dan menindak tegas oknum aparat yang melanggar etika maupun disiplin.

2. Pemerintah segera menghadirkan solusi nyata atas persoalan ekonomi rakyat, termasuk reformasi perpajakan, perlindungan buruh, penyelesaian status guru honorer, serta pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada bangsa.

3. Partai politik dan elit diminta tidak menjadikan penderitaan rakyat sebagai alat konsolidasi politik.

4. Kapolri diminta bertanggung jawab atas eskalasi kerusuhan dan mempertimbangkan untuk mundur secara ksatria demi menjaga marwah institusi.

5. Meminta Presiden untuk melakukan reshuffle kabinet guna membersihkan pejabat-pejabat yang tidak mendukung pemerintahan Presiden Prabowo secara nyata. Dan meminta pimpinan partai politik untuk melakukan tindakan tegas kepada kadernya yang melakukan pelanggaran etika dan memicu kamarahan rakyat yang saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja ekonominya.

Hanifa juga menyampaikan rasa duka mendalam atas korban jiwa dalam kerusuhan. “Ini bukti nyata bahwa ada pihak-pihak yang menunggangi aspirasi rakyat dengan cara kotor,” katanya.

Dukungan Kritis untuk Presiden Prabowo

Meskipun melontarkan kritik keras, NCW menyatakan tetap memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai penerima mandat rakyat.

“Dukungan ini bukan tanpa catatan. Kami percaya Presiden Prabowo mampu membawa bangsa keluar dari situasi sulit. Namun NCW akan terus mengawasi agar kebijakan tetap sesuai konstitusi dan berpihak pada rakyat,” jelas Hanifa.

Seruan Menjaga Persatuan

Menutup konferensi pers, Hanifa menyerukan kepada mahasiswa, pelajar, buruh, dan masyarakat sipil untuk tetap menjaga persatuan.

“Aspirasi rakyat harus diperjuangkan dengan cara bermartabat, bukan melalui kerusuhan yang dibiayai uang haram. Kita harus menjaga persatuan, sebab setiap gesekan horizontal ditambah ketidakpuasan vertikal mudah dimanfaatkan pihak tertentu, termasuk kepentingan asing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemala Run 2026 Bidik 10.000 Pelari di Bali, Total Hadiah Rp3,5 Miliar dan Usung Misi “Charity for Indonesia” untuk Korban Bencana

15 Februari 2026 - 03:33 WIB

SeaBank: Gaya Hidup Jalan, Uang Tetap Aman-Cara Anak Muda Mengelola Keuangan di 2026

14 Februari 2026 - 11:38 WIB

Dari Tekanan Global ke Peluang Domestik, Pasar Properti Indonesia Bersiap Bangkit di 2026

13 Februari 2026 - 13:27 WIB

Living Lab Ventures (LLV) Tarik Investor Global ke Indonesia melalui Investasi Strategis dan Ekosistem Terintegrasi

12 Februari 2026 - 13:24 WIB

2026, Grup United Tractors Gelar Seminar Kesehatan dan Donor Darah Bulan K3 Nasional 2026

12 Februari 2026 - 10:14 WIB

Trending di Nasional