Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Infotainment

FILM “MUNGKIN KITA PERLU WAKTU” TAYANG 15 MEI 2025: Renggangnya Sebuah Keluarga Karena Satu Trauma

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta 6 Mei 2025 – “Mungkin Kita Perlu Waktu”, sebuah film drama keluarga karya penulis dan sutradara Teddy Soeriaatmadja, digarap oleh rumah produksi Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures ini menggelar Gala Premiere yang dihadiri oleh jajaran Sutradara, Produser, serta Cast di XXI Epicentrum, Jakarta, pada Selasa, 6 Mei 2025, akan segera tayang di bioskop tanggal 15 Mei 2025.

Film “Mungkin Kita Perlu Waktu” menceritakan renggangnya hubungan sebuah keluarga pasca kematian si anak sulung (Naura Hakim). Keluarga yang terdiri dari Restu (Lukman Sardi), Kasih (Sha Ine Febriyanti), dan Ombak (Bima Azriel) ini dari luar tampak baik-baik saja, namun masing-masing dari mereka menyimpan luka yang membuat rumah mereka terasa tidak lagi sama.

Sutradara, penulis naskah, sekaligus produser Teddy Soeriaatmadja menceritakan proses di balik pembuatan film ini. “Saat pandemi di tahun 2022, saya punya banyak waktu di rumah.

Masa-masa ini menjadi refleksi saya mengenai keluarga, bagaimana keluarga bisa berfungsi secara sehat terlepas dari formatnya, apakah keluarga kandung, sambung, menikah, bercerai, antara anak dan orang tua, lalu suami dan istri.”

Teddy melanjutkan, “Yang ternyata menarik untuk dieksplor adalah konflik-konflik subtil yang terjadi sehari-hari karena masalah komunikasi. Merupakan sebuah tantangan untuk menciptakan cerita yang driven-nya berasal dari emosi yang terpendam, suasana canggung, dan ekspektasi yang menjadi beban. Hal yang tidak meledak-ledak tetap punya power untuk mengikis dari dalam.”Lukman Sardi, produser eksekutif sekaligus pemeran Restu dalam film, memperkenalkan karakternya.

“Restu adalah gambaran nyata tentang bagaimana seorang ayah, suami, dan kepala keluarga memikul peran sebagai pelindung yang selalu tampak kuat. Tapi di balik ketegaran itu, ada rasa sakit yang sering dipendam sendiri. Lewat karakter ini, saya ingin menunjukkan bahwa menjadi laki-laki, menjadi ayah, bukan berarti harus selalu tegar—karena mengakui kerapuhan dan mau menerima pertolongan adalah bentuk keberanian yang sesungguhnya,” jelas Lukman.

Film ini juga merupakan film pertama Kathanika Films yang berkolaborasi dengan Adhya Pictures.

Cerita film yang ditulis selama 3 bulan ini turut mengangkat kesadaran tentang isu mental health yang masih rendah di masyarakat. Film ini menampilkan akting dari dua aktor-aktris muda, Bima Azriel (pemeran Ombak) dan Tissa Biani (pemeran Aleiqa).

Untuk mendalami peran ini, Bima dan Tissa kompak melakukan riset mandiri mengenai kesehatan mental ke orang terdekat, mencari referensi bacaan, berdiskusi dengan Sutradara, hingga mencari tahu dari psikolog profesional.

“Memerankan seseorang yang memiliki kondisi kesehatan mental itu nggak mudah, sebisa mungkin aku ingin merepresentasikan mereka dengan baik namun tetap apa adanya. Paham kesulitan mereka, paham cara mereka membawa diri di depan orang.

Aku juga latihan gestur, cara melihat, sampai cara bicara orang seperti Aleiqa yang mood-nya naik turun.” ujar Tissa Biani.

“Kami di Adhya Pictures selalu ingin menghadirkan karya dengan kekuatan cerita yang

relevan bagi masyarakat. Film ini ingin berbicara kepada setiap kita yang adalah bagian dari keluarga, entah sebagai anak, kakak, adik, dan orang tua tentang sebuah isu yang seringkali tidak dapat terucap. Semoga melalui film ini pengalaman-pengalaman trauma maupun isu-isu kesehatan mental yang selama ini tersembunyi, dapat sedikit demi sedikit mulai dibicarakan antara anggota keluarga,” ujar Ricky Wijaya, Produser Eksekutif film Mungkin Kita Perlu Waktu. “Film ini juga merupakan dukungan Adhya Pictures bagi para filmmakers kita yang memiliki pesan penting dan ingin memberi dampak positif bagi masyarakat,” lanjutnya.

Mengambil sudut berbagai sudut pandang tiap masing-masing anggota keluarga dalam menghadapi kedukaan, film ini berpesan bahwa setiap orang punya cara yang berbeda dalam menghadapi luka dan perasaannya.

Dibalut oleh konflik yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan diiringi oleh soundtrack “Waking Up Together with You” dari Ardhito Pramono dan “Tak Terima” dari Sheila Dara Aisha dan Donne Maula, saksikan perjalanan keluarga Ombak dalam menghadapi rasa trauma di film “Mungkin Kita Perlu Waktu” tanggal 15 Mei 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri

20 Juni 2026 - 02:49 WIB

Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara

19 Juni 2026 - 13:48 WIB

Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah

19 Juni 2026 - 10:35 WIB

Abang None Cilik Mercure Jakarta Sabang hadir kembali dengan kegiatan keluarga yang beragam

16 Juni 2026 - 12:21 WIB

Laporan Dugaan Pelanggaran WNA Mengendap Sejak 2022, Massa Desak Imigrasi dan KPK Bertindak Transparan

15 Juni 2026 - 14:39 WIB

Trending di Hukrim