Menu

Mode Gelap
IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur Keselamatan jadi Budaya, United Tractors Raih Indonesia Safety Excellence Award 2026 Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

Infotainment

FILM “MUNGKIN KITA PERLU WAKTU” TAYANG 15 MEI 2025: Renggangnya Sebuah Keluarga Karena Satu Trauma

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta 6 Mei 2025 – “Mungkin Kita Perlu Waktu”, sebuah film drama keluarga karya penulis dan sutradara Teddy Soeriaatmadja, digarap oleh rumah produksi Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures ini menggelar Gala Premiere yang dihadiri oleh jajaran Sutradara, Produser, serta Cast di XXI Epicentrum, Jakarta, pada Selasa, 6 Mei 2025, akan segera tayang di bioskop tanggal 15 Mei 2025.

Film “Mungkin Kita Perlu Waktu” menceritakan renggangnya hubungan sebuah keluarga pasca kematian si anak sulung (Naura Hakim). Keluarga yang terdiri dari Restu (Lukman Sardi), Kasih (Sha Ine Febriyanti), dan Ombak (Bima Azriel) ini dari luar tampak baik-baik saja, namun masing-masing dari mereka menyimpan luka yang membuat rumah mereka terasa tidak lagi sama.

Sutradara, penulis naskah, sekaligus produser Teddy Soeriaatmadja menceritakan proses di balik pembuatan film ini. “Saat pandemi di tahun 2022, saya punya banyak waktu di rumah.

Masa-masa ini menjadi refleksi saya mengenai keluarga, bagaimana keluarga bisa berfungsi secara sehat terlepas dari formatnya, apakah keluarga kandung, sambung, menikah, bercerai, antara anak dan orang tua, lalu suami dan istri.”

Teddy melanjutkan, “Yang ternyata menarik untuk dieksplor adalah konflik-konflik subtil yang terjadi sehari-hari karena masalah komunikasi. Merupakan sebuah tantangan untuk menciptakan cerita yang driven-nya berasal dari emosi yang terpendam, suasana canggung, dan ekspektasi yang menjadi beban. Hal yang tidak meledak-ledak tetap punya power untuk mengikis dari dalam.”Lukman Sardi, produser eksekutif sekaligus pemeran Restu dalam film, memperkenalkan karakternya.

“Restu adalah gambaran nyata tentang bagaimana seorang ayah, suami, dan kepala keluarga memikul peran sebagai pelindung yang selalu tampak kuat. Tapi di balik ketegaran itu, ada rasa sakit yang sering dipendam sendiri. Lewat karakter ini, saya ingin menunjukkan bahwa menjadi laki-laki, menjadi ayah, bukan berarti harus selalu tegar—karena mengakui kerapuhan dan mau menerima pertolongan adalah bentuk keberanian yang sesungguhnya,” jelas Lukman.

Film ini juga merupakan film pertama Kathanika Films yang berkolaborasi dengan Adhya Pictures.

Cerita film yang ditulis selama 3 bulan ini turut mengangkat kesadaran tentang isu mental health yang masih rendah di masyarakat. Film ini menampilkan akting dari dua aktor-aktris muda, Bima Azriel (pemeran Ombak) dan Tissa Biani (pemeran Aleiqa).

Untuk mendalami peran ini, Bima dan Tissa kompak melakukan riset mandiri mengenai kesehatan mental ke orang terdekat, mencari referensi bacaan, berdiskusi dengan Sutradara, hingga mencari tahu dari psikolog profesional.

“Memerankan seseorang yang memiliki kondisi kesehatan mental itu nggak mudah, sebisa mungkin aku ingin merepresentasikan mereka dengan baik namun tetap apa adanya. Paham kesulitan mereka, paham cara mereka membawa diri di depan orang.

Aku juga latihan gestur, cara melihat, sampai cara bicara orang seperti Aleiqa yang mood-nya naik turun.” ujar Tissa Biani.

“Kami di Adhya Pictures selalu ingin menghadirkan karya dengan kekuatan cerita yang

relevan bagi masyarakat. Film ini ingin berbicara kepada setiap kita yang adalah bagian dari keluarga, entah sebagai anak, kakak, adik, dan orang tua tentang sebuah isu yang seringkali tidak dapat terucap. Semoga melalui film ini pengalaman-pengalaman trauma maupun isu-isu kesehatan mental yang selama ini tersembunyi, dapat sedikit demi sedikit mulai dibicarakan antara anggota keluarga,” ujar Ricky Wijaya, Produser Eksekutif film Mungkin Kita Perlu Waktu. “Film ini juga merupakan dukungan Adhya Pictures bagi para filmmakers kita yang memiliki pesan penting dan ingin memberi dampak positif bagi masyarakat,” lanjutnya.

Mengambil sudut berbagai sudut pandang tiap masing-masing anggota keluarga dalam menghadapi kedukaan, film ini berpesan bahwa setiap orang punya cara yang berbeda dalam menghadapi luka dan perasaannya.

Dibalut oleh konflik yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan diiringi oleh soundtrack “Waking Up Together with You” dari Ardhito Pramono dan “Tak Terima” dari Sheila Dara Aisha dan Donne Maula, saksikan perjalanan keluarga Ombak dalam menghadapi rasa trauma di film “Mungkin Kita Perlu Waktu” tanggal 15 Mei 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hotel Ciputra Jakarta Selenggarakan Mini Wedding Open House “Journey to Forever” Bersama Sky Wedding

19 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Film Paket Santet Tayang 27 Agustus di Bioskop Indonesia, Antara Luka Lama Berubah Balas Dendam 

19 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026

18 Agustus 2026 - 01:54 WIB

Rayakan Kemerdekaan Indonesia dengan Cita Rasa Nusantara di Hotel Ciputra Jakarta

13 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Kenal Hipdut, Junior Roberts Menemukan Sisi Lain Popularitas lewat Garam Muda

13 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Trending di Infotainment