Menu

Mode Gelap
Pecah dan Penuh Kejutan! Mendadak Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Rumah Indofood Jakarta Fair Kemayoran 2026 Next Gen Choice, Buku Full English Erlangga Selaras Kurikulum Merdeka Nurul Quran Centre Singapura Konsisten Tebar Dakwah dan Amanah Qurban Internasional, Masuki Tahun Ke-6 Pengabdian Umat GIIAS 2026 Siap Digelar Hadirkan Merek Baru dengan Jajaran Merek Paling Lengkap dan Komprehensif  RAZIA MALAM BONGKAR REALITA THM RP: PEREMPUAN JADI PIHAK PALING RENTAN, GERMAS PPA Riau BUKA SUARA Mengusung Tema “2 Dekade: Next Level Legacy”, PWN 2026 Menjadi Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia  TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara Bareskrim POLRI Berhasil Menangkap Buronan Narkoba Frans Anthony di Malaysia Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah JAKALCER FEST 2026 Hadir di Pasar Seni Ancol – Rumah Kreativitas Jakarta Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Infotainment

Fajar Informanto Produser Film Jagal Teluh :Kita bisa jagal kemarahan, kebencian, keserakahan dan lainnya yang sebenarnya secara moral dibutuhkan oleh bangsa

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, – Ada hal yang menarik dari pembuatan film “Jagal Teluh”, selain memberikan pesan moral dari cerita yang ditampilkan, juga yang menarik adalah tata kelola yang mendekati tata kelola perusahaan yang modern yang menuju pendanaan yang tidak terbatas.

“Dalam film ini selain pesan juga tata kelola yang modern dengan pendanaan yang tidak terbatas. Oleh karena itu, saya mohon kepada tim manajemen perlu fokus dalam pembuatan dan pengelolaannya,” ujar Fajar Informanto, salah seorang yang memberikan kontribusi besar dalam pembuatan film tersebut dalam wawancara dengan awak media, Selasa (26/2/2025), di XXI Plaza Senayan Jakarta.

Dengan latar belakang Mall dan High Risk Building, Fajar tengah mempersiapkan perusahaan ini untuk memasuki pasar modal hingga ke luar negeri dengan harapan dapat memperluas pasar.

“Dari judul tersebut punya makna yang luas. Kita bisa jagal kemarahan, kebencian, keserakahan dan lainnya yang sebenarnya secara moral dibutuhkan oleh bangsa Indonesia,” tambah Fajar.

Ia mengajak para UMKM atau pengusaha lainnya untuk berkolaborasi membentuk ekosistem. “Dalam kolaborasi ini kami tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga permodalan,” ungkap Fajar.

Ia menambahkan, dalam film biasanya ada rasa ketakutan yang gagal. Namun kami menjawab semua itu dengan support system dan kolaborasi maka sebelum tayang akan menghasilkan cuan.

“Kita perlu bentuk fundamental dan kolaborasinya terlebih dahulu untuk menginginkannya, penonton baru menjadi magnetnya,” pungkas Fajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TDI Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Saham Rp381,5 Miliar ke Bareskrim Polri

20 Juni 2026 - 02:49 WIB

Viu dan iQIYI International Luncurkan Paket Langganan Streaming di Asia Tenggara

19 Juni 2026 - 13:48 WIB

Iskandar Halim Munthe Laporkan Dugaan Sengketa 5.900 Hektare Lahan di Lahat ke Satgas Antimafia Tanah

19 Juni 2026 - 10:35 WIB

Abang None Cilik Mercure Jakarta Sabang hadir kembali dengan kegiatan keluarga yang beragam

16 Juni 2026 - 12:21 WIB

Laporan Dugaan Pelanggaran WNA Mengendap Sejak 2022, Massa Desak Imigrasi dan KPK Bertindak Transparan

15 Juni 2026 - 14:39 WIB

Trending di Hukrim