Menu

Mode Gelap
IFRA 2026 Dorong Bisnis Waralaba Legal dan Beretika, Targetkan 250 Merek dan 30.000 Pengunjung Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026 Istana Merdeka Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pesta Rakyat hingga Atraksi Rafale Meriahkan Perayaan Kemerdekaan HUT RI ke-81, Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus dan Gelar “Merdekaria: The People’s Celebration” Sahroni Minta Klub Malam Disweeping, Teuku Reyza Desak Riau Perketat Pengawasan Anak di Bawah Umur Keselamatan jadi Budaya, United Tractors Raih Indonesia Safety Excellence Award 2026 Dari Car Free Day, Teuku Reyza dan Andi Champay Serukan Perlindungan Anak dan Jaga Marwah Riau SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Perdagangan Pangan Global Wayang Kulit HUT ke-81 MA Digelar, Pengunjung Kecewa karena Suasana Tak Sesuai Harapan TVD Asia Dorong Sineas Indonesia Garap Vertical Drama, Pasar Konten Layar HP Kian Menjanjikan

Infotainment

Fajar Informanto Produser Film Jagal Teluh :Kita bisa jagal kemarahan, kebencian, keserakahan dan lainnya yang sebenarnya secara moral dibutuhkan oleh bangsa

Perbesar

Detakindonesianews.com, Jakarta, – Ada hal yang menarik dari pembuatan film “Jagal Teluh”, selain memberikan pesan moral dari cerita yang ditampilkan, juga yang menarik adalah tata kelola yang mendekati tata kelola perusahaan yang modern yang menuju pendanaan yang tidak terbatas.

“Dalam film ini selain pesan juga tata kelola yang modern dengan pendanaan yang tidak terbatas. Oleh karena itu, saya mohon kepada tim manajemen perlu fokus dalam pembuatan dan pengelolaannya,” ujar Fajar Informanto, salah seorang yang memberikan kontribusi besar dalam pembuatan film tersebut dalam wawancara dengan awak media, Selasa (26/2/2025), di XXI Plaza Senayan Jakarta.

Dengan latar belakang Mall dan High Risk Building, Fajar tengah mempersiapkan perusahaan ini untuk memasuki pasar modal hingga ke luar negeri dengan harapan dapat memperluas pasar.

“Dari judul tersebut punya makna yang luas. Kita bisa jagal kemarahan, kebencian, keserakahan dan lainnya yang sebenarnya secara moral dibutuhkan oleh bangsa Indonesia,” tambah Fajar.

Ia mengajak para UMKM atau pengusaha lainnya untuk berkolaborasi membentuk ekosistem. “Dalam kolaborasi ini kami tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga permodalan,” ungkap Fajar.

Ia menambahkan, dalam film biasanya ada rasa ketakutan yang gagal. Namun kami menjawab semua itu dengan support system dan kolaborasi maka sebelum tayang akan menghasilkan cuan.

“Kita perlu bentuk fundamental dan kolaborasinya terlebih dahulu untuk menginginkannya, penonton baru menjadi magnetnya,” pungkas Fajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hotel Ciputra Jakarta Selenggarakan Mini Wedding Open House “Journey to Forever” Bersama Sky Wedding

19 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Film Paket Santet Tayang 27 Agustus di Bioskop Indonesia, Antara Luka Lama Berubah Balas Dendam 

19 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Vega Hotel Gading Serpong Dorong Kreativitas Anak Lewat Coloring Competition 2026

18 Agustus 2026 - 01:54 WIB

Rayakan Kemerdekaan Indonesia dengan Cita Rasa Nusantara di Hotel Ciputra Jakarta

13 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Kenal Hipdut, Junior Roberts Menemukan Sisi Lain Popularitas lewat Garam Muda

13 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Trending di Infotainment